Hadapi Revolusi Industri, Ini Reaksi Garuda Indonesia
Perkembangan revolusi industri membuat penerbangan Indonesia mengalami gejolak. Contohnya adalah dalam hal media komunikasi pesawat yang mengaplikasikan informasi dan teknologi berbasis teknologi awan (cloud computing). Dalam menghadapi perubahan global ini, Garuda Indonesia menjadi salah satu badan usaha milik negara (BUMN) pertama yang berhasil menerapkannya. Garuda Indonesia menerapkan sistem teknologi awan pada kantor pusat dan kantor cabang. Hal tersebut terbukti pada sistem reservasi, check in, penjadwalan, bahkan keuangan yang dapat diakses secara online melalui aplikasi Fly Garuda. Selain itu, pemilihan kursi dan pemeriksaan status penerbangan juga dapat ditinjau melalui aplikasi tersebut.
Sistem kerja Garuda menjadi efektif dan efisien sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan fleksibilitas bagi pelanggan dan karyawan. Hal ini berdampak pada peningkatan penumpang pesawat, yang terbukti pada data Agustus 2020 dimana penumpang Garuda mencapai 1,9 juta. Data ini mengalami peningkatan sebesar 44,1% dibanding Juli 2020 yang hanya mencapai 1,3 juta penumpang. Dengan begitu, mobilitas Garuda Indonesia mampu tersebar di seluruh dunia, yang tentunya meningkatkan eksistensi Garuda Indonesia di kalangan internasional.
Revolusi industri berdampak positif bagi Garuda Indonesia. Melalui penerapan media komunikasi berbasis teknologi awan, Garuda Indonesia menuai berbagai manfaat. Contohnya adalah meningkatkan kapasitas penyimpanan data komunikasi, membuat data mudah diakses secara real time kapanpun dan dimanapun, serta menjamin keamanan data, khususnya jika bencana alam terjadi.
Sumber:
Yuniarto, T. (2021, December 13). Perjalanan Industri Penerbangan Indonesia. Retrieved from Kompaspedia: https://kompaspedia.kompas.id/baca/paparan-topik/perjalanan-industri-penerbangan-indonesia
(Sumber: