Pertambangan Pada Revolusi Industri 4.0

Sumber : https://duniatambang.co.id/Berita/read/1190/Tantangan-Perusahaan-Tambang-di-Era-Digital-dan-Inovasi-Teknologi

Chievo Derino Alfarece

2440067484

Indonesia adalah satu satu negara yang kaya akan sumber daya alam. Kekayaan negara Indonesia sangat melimpah mulai dari daratan sampai lautan. Salah satu sumber daya alam yang ada di Indonesia adalah hasil tambang, seperti batubara dan timah. Di era revolusi industri 4.0 ini, produksi sumber hasil tambang menjadi salah satu yang terpenting dalam membangun perekonomian negara.

Tidak hanya di Indonesia, persaingan juga terjadi antar negara di dunia untuk memajukan perekonomian mereka lewat produksi hasil tambang. Banyak sekali industri pertambangan yang bermunculan untuk memenuhi permintaan pasar nasional bahkan sampai internasional. Hal ini mempunyai dampak positif dan negatif yang terjadi. Dampak positifnya banyak sekali industri baru yang muncul membuat terciptanya lapangan pekerjaan untuk banyak orang. Para pencari kerja dapat melamar kerja di industri tambang. Dampak negatifnya, banyak sekali industri pertambangan yang muncul tanpa adanya izin dari pemerintah. Hal ini menyebabkan pengambilan hasil-hasil tambang secara ilegal dan tidak sah. Hasil tambang juga dijual tanpa mengikuti anjuran dari pemerintah setempat. Akibatnya kekayaan tambang Indonesia menjadi tidak terkendali dan banyak mafia-mafia tambang berkeliaran untuk memanfaatkan keuntungan yang ada. Oleh karena itu, pemerintah harus melakukan penyelidikan secara berkala untuk mengetahui industri tambang yang tidak ada izin.

Kehadiran revolusi industri 4.0 membuat perkembangan industri di seluruh negara menjadi cepat dan berubah. Setiap pekerja harus bisa beradaptasi untuk mengikuti setiap perkembangan yang ada.

 

Sumber : 

Sari,Marina Ika, (2015,June 24). Dampak Positif dan Negatif Industri Pertambangan di Indonesia , Retrieved from Kompasiana.com: https://www.kompasiana.com/marinaikasari/5528d386f17e61780e8b457a/dampak-positif-dan-negatif-industri-pertambangan-di-indonesia

 

Chievo Derino Alfarece