PERAN AR DAN VR DAPAT MENGUBAH BERBAGAI SEKTOR INDUSTRI

Sumber Gambar: https://id.pinterest.com/pin/721350065304030970/

Amanda Vanessa Renanto

2201753252

Revolusi industri telah terjadi sejak tahun 1750-an dan terus berlanjut sampai sekarang dimulai dari mesin uap yang mendominasi industri sampai mesin penggerak turbin. Dan sekarang memasuki revolusi industri ke-4, dimana berbagai teknologi dari industri 4.0 dapat membantu meningkatkan produktivitas dari berbagai sektor industri. Teknologi tersebut mencakup kecerdasan buatan, cloud computing, big data, virtual reality/augmented reality (VR/AR), dan lain sebagainya.

Virtual reality (VR) adalah teknologi yang membuat penggunanya tenggelam dalam realitas digital sehingga dapat berinteraksi dengan berbagai macam stimulus yang diberikan. Teknologi ini mampu memanipulasi penglihatan manusia seolah-olah berada di tempat atau lingkungan yang berbeda dari kenyataan sesungguhnya. Augmented reality (AR) adalah teknologi yang menggabungkan antara dunia real dan dunia maya. Hal ini membuat pengguna dapat berinteraksi secara real time.

Biasanya penggunaan VR/AR identik pada games dan headset, nyatanya penggunaan VR/AR juga sangat membantu di dalam dunia industri. Penerapannya dapat membantu kehidupan manusia sehingga hidup manusia dapat lebih aman dan nyaman. Teknologi VR dan AR membawa manfaat bagi semua industri dengan menciptakan proses yang lebih efisien, meningkatkan pelatihan, mempercepat penciptaan produk baru, mengurangi biaya pelatihan, meningkatkan produktivitas. dan menawarkan lebih banyak cara bagi orang untuk berkolaborasi dan bekerja bersama. Penggunaan VR/AR dapat ditemui di banyak sektor, seperti manufaktur, kesehatan, pariwisata, retail, konstruksi dan desain interior, dan pelatihan.

  1. Sektor Manufaktur

Banyak pekerjaan yang dapat dilaksanakan menggunakan bantuan perangkat AR, mulai dari saat perakitan mesin hingga perawatan dan perbaikan mesin sehingga semua pekerjaan dapat dilaksanakan lebih cepat, akurat, hemat biaya, dan nyaris sempurna. Salah satu penerapannya, hands free mobility yaitu kacamata VR yang ditenagai oleh perintah suara dan gerakan yang memungkinkan pengguna untuk melihat, mendengar, dan bekerja dengan hologram. Para teknisi tidak lagi direpotkan dengan melihat referensi berupa gambar di atas kertas atau di layar laptop selagi sibuk memasang. Dengan perangkat AR, referensi data 3D tersedia langsung di depan mata dan kedua tangan teknisi bergerak bebas melaksanakan perakitan. Bila terjadi masalah pada saat perakitan, para ahli dapat memberikan saran dan solusi, baik melalui suara maupun penandaan pada gambar 3D yang juga ditampilkan di depan mata teknisi.

  1. Sektor Kesehatan

Para siswa di Case Western Reserve University belajar anatomi menggunakan perangkat AR sehingga dapat menyelami tubuh manusia dalam format 3D interaktif. Dengan mempelajari anatomi melalui teknologi tersebut, dokter juga bisa mengetahui bagaimana jika mengangkat satu organ yang dapat memengaruhi organ lain pada operasi. Hal ini dapat meningkatkan presisi, mengurangi risiko terjadinya komplikasi, dan mengurangi trauma. Teknologi VR dapat digunakan untuk membuat dokter bedah mengerti bagaimana cara melakukan prosedur yang belum pernah dilakukan. Selain itu, dengan menggunakan perangkat AR, seorang ahli bedah dapat melaksanakan pembedahan secara jarak jauh. Tidak hanya di dunia kedokteran, virtual reality juga bisa digunakan untuk mengobati gejala psikis yang dialami pasien.

  1. Sektor Pariwisata

Teknologi VR dapat membantu dengan memberikan tur virtual yang seolah nyata sehingga pelanggan dapat mencoba sebelum membeli. Tur virtual biasanya disediakan di situs web hotel atau situs web penyedia layanan wisata. Umumnya tur virtual terdiri dari gambar 360 derajat yang dirancang sederhana dan kompatibel dengan platform media sosial. Pengalaman virtual juga memungkinkan pelanggan untuk mencoba sebelum membeli. Dalam industri pariwisata, perusahaan travel memberikan kesempatan calon pelanggan pengalaman virtual dan mencoba beberapa atraksi yang menarik. Misalnya perusahaan memberikan pengalaman virtual di atas Menara Eiffel atau mencoba roller-coaster dan wahana lainnya secara virtual. Dengan demikian, pelanggan dapat merencanakan dengan matang tujuan wisata selama melakukan perjalanan.

  1. Sektor Retail

Pemanfaatan teknologi AR di sektor retail memberikan pengalaman menarik bagi pelanggan. Selain membantu untuk memilih barang yang tepat tetapi dengan mengenakan perangkat AR, seorang pembeli dapat memasang berbagai aksesori yang tersedia atau mengubah warnanya sehingga tampilan motor atau mobil yang akan dibeli sudah terlihat (secara virtual) di hadapannya. AR berupa aplikasi dapat digunakan oleh calon pembeli untuk menata furnitur di suatu ruangan. Pelanggan juga dapat mengenakan baju pilihannya ke manekin yang sesuai dengan ukuran tubuhnya dan pelanggan dapat menjajal make up secara virtual.

  1. Sektor Konstruksi dan Desain Interior

Di bidang desain interior, arsitektur, maupun konstruksi, perangkat AR membantu perancang atau arsitek memvisualisasikan rancangan atau bangunannya pada saat desain. Bahkan dengan headset, seorang petugas di lapangan dapat melihat bagian-bagian desain yang tersembunyi seperti saluran pipa air, saluran kabel, dan lainnya yang nantinya dipasang di dalam dinding. Ini dapat menghindarkan terjadinya salah konstruksi. Aplikasi lain juga mendukung AR seperti software CAD, Autodesk, SolidWorks, Trimble Connect, dan SketchUp yang kini memampukan para desainer dan insinyur melihat komponen, produk, dan desain arsitektur dalam format 3D.

  1. Sektor Pelatihan

Bidang pendidikan dan pelatihan juga bisa menggunakan VR. Materi pelatihan dapat disajikan dalam format VR, sebagai contoh memberikan training kepada para pengemudi untuk peningkatan safety atau rumah sakit juga menggunakan teknologi VR yang menyimulasikan penderita Alzheimer sehingga para dokter dapat belajar menangani pasien secara virtual sebelum menghadapi pasien yang sesungguhnya. Trainer yang mengenakan peranti AR dapat memperhatikan siswa yang mengenakan perangkat VR. Selain dapat melihat gerak-gerik siswa, trainer juga dapat melihat apa yang sedang dilihat oleh siswa.

AR dan VR tidak hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tetapi juga menciptakan keunggulan kompetitif. Revolusi industri 4.0 akan mengubah cara berpikir manusia, cara manusia berinteraksi dengan orang lain, dan mendisrupsi berbagai aktivitas manusia di berbagai sektor industri. Berbagai aspek bisnis akan terus berubah seiring dengan revolusi industri dan perkembangan teknologi yang terjadi karena perubahan ini dapat memberikan peluang bisnis maupun peluang akses yang lebih besar yang bergantung pada mindset diri sendiri yang menganggap era ini sebagai ancaman atau bukan.

Sumber:

https://www.antaranews.com/berita/1156459/menristek-desak-virtual-reality-dikembangkan-hadapi-era-40

https://www.kompasiana.com/jokowaluyo/5d10c7ae0d8230207b4dace2/pembelajaran-virtual-reality-vr-dan-pendidikan-4-0

https://www.jagoanhosting.com/blog/teknologi-augmented-reality/

Amanda Vanessa Renanto