Menghadapi COVID-19 pada Industri Tekstil di Indonesia

Sumber Gambar: https://katadata.co.id/berita/2020/06/05/industri-tekstil-bisa-jadi-pemain-apd-masker-dunia-saat-pandemi-usai

Industri tekstil di Indonesia mengalami penurunan drastis akibat virus corona yang masuk ke Indonesia, imbasnya produksi tekstil domestik maupun kegiatan ekspor ke luar negeri terkena dampak negatifnya. Diketahui dari Badan Pusat Statistik, ekspor tekstil dan produksi tekstil (TPT) Indonesia pada tahun 2019 mencapai US$ 12,84 miliar sedangkan pada kuartal I tahun 2020 nilai ekspor pakaian dan aksesoris mencapai US$ 856,6 juta atau anjlok sebesar 12,97%. Ironisnya, menurut Badan Pusat Statistik pada tahun 2019 dan dikutip dari situs Kementrian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia menyatakan bahwa produksi industri manufaktur besar dan sedang (IBS) pada kuartal I-2019 naik 4,45% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan produksi IBS tersebut ditopang oleh produksi sektor industri pakaian jadi yang meroket hingga 29,19% karena melimpahnya order, terutama dari pasar ekspor pada tahun 2019. Namun, pada tahun 2020 keadaan industri tekstil di Indonesia memburuk.

Adanya pandemi COVID-19 ini merubah pangsa pasar industri tekstil yang tergabung pada Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menjadi supplier Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas medis dan masker bagi masyarakat Indonesia. Terdapat 28 industri tekstil yang beralih menjadi produksi APD dan 25 diantaranya telah lolos uji sesuai standard World Health Organization (WHO) menurut Kemenperin RI. Selain itu, terdapat 34 perusahaan industri tekstil yang memproduksi masker berstatus medical grade maupun washable berbahan kain.

Kebutuhan konsumen terhadap APD dan masker di Indonesia pada saat new normal akan meningkat karena APD akan menjadi kebutuhan pokok petugas medis sedangkan masker untuk masyarakat luas. APD sendiri sangat dibutuhkan oleh tenaga medis karena untuk mencegah tenaga medis terpapar dari virus corona dan sebagai antisipasi perlindungan diri untuk tenaga medis agar tidak memabahayakan nyawa. Sedangkan untuk masyarakat yang ingin berkegiatan pada new normal diimbau dan diharuskan untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas serta menerapkan physical distancing guna mencegah penularan virus antar sesama manusia.

Tidak hanya APD dan masker, selama pandemi COVID-19, industri tekstil di Indonesia pun tetap memproduksi pakaian yang digunakan oleh masyarakat Indonesia walaupun jumlah demand yang sangat menurun jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Industri tekstil di Indonesia memproduksi beragam jenis tekstil, salah satunya berbahan polyester dan spandex yang biasanya virus dapat menempel lebih lama daripada bahan katun. Berikut tips mencuci pakaian agar terbebas dari virus corona:

  1. Pakai Air Panas

Gunakan air panas diatas 26 derajat celcius untuk dapat membunuh virus corona.

  1. Gunakan Deterjen dengan Kandungan Pemutih

Deterjen dengan kandungan pemutih efektif melepaskan virus corona dari lapisan pakaian.

  1. Cuci dengan Rutin

Sebaiknya langsung mencuci pakaian yang telah digunakan untuk berpergian atau keluar rumah.

  1. Sebaiknya Gunakan Mesin Cuci dan Pengering

Mencuci menggunakan mesin cuci dapat mencegah kontak langsung antara tangan dengan kain. Selain itu, droplet dan virus akan mengering dan tidak aktif lagi jika mencuci dengan mesin cuci dan pengering.

  1. Pisahkan dari Pakaian Orang Sakit

Pakaian orang sakit berpotensi dilekati berbagai macam virus, seperti staph, E.coli, flu, dan mungkin juga virus corona.

Sumber:

https://kemenperin.go.id/artikel/20666/Lampaui-18-Persen,-Industri-Tekstil-dan-Pakaian-Tumbuh-Paling-Tinggi

https://www.bps.go.id/pressrelease/2019/05/02/1624/pertumbuhan-produksi-ibs-triwulan-i–2019-naik-4-45-persen–y-on-y-.html

https://tirto.id/tips-cara-mencuci-pakaian-agar-bebas-virus-corona-covid-19-eKrX

https://republika.co.id/berita/q9674s383/28-perusahaan-tekstil-kini-beralih-produksi-apd

 

 

Sarah Aggahra