Kerugian Dan Keuntungan di Balik Limbah Alkali

Abiyyu Aribi Braza

2201748914

         Sumber: https://theconversation.com/wealth-in-waste-using-industrial-leftovers-to-offset-climate-emissions-49249

 

Era industri zaman sekarang bisa dilihat sudah sangat berkembang dibanding beberapa tahun silam. Hampir semua barang dari berbagai aspek kehidupan diproduksi dalam skala yang massal dengan pabrik yang besar juga tentunya. Namun dibalik itu semua, tentu ada konsekuensi yang didapat. Berdasarkan data yang diterbitkan oleh World Bank Group, di tahun 2018 tercatat sekitar 2,01 billion metric tons of municipal solid waste (MSW) yang terproduksi di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut terdapat 2 miliar ton residu alkali yang sangat berdampak buruk bagi lingkungan.

Mayoritas masyarakat tentu sudah mengenal limbah padat, limbah cair, dan sebagainya, namun jarang sekali masyarakat mengenal apa itu limbah alkali. Limbah alkali merupakan limbah yang biasanya ditemukan dalam pabrik penghasil besi, alumunium, industri konstruksi, dan sebagainya. Bentuk dari limbah alkali terkadang bisa padat atau bisa juga seperti lumpur. Biasanya limbah ini ditampung dalam tumpukan pada suatu area terbuka, dan ini tentu sangat berbahaya.

Alasan mengapa limbah ini berbahaya dikarenakan pada saat limbah alkali didiamkan dan ditumpuk satu sama lain, akan tercipta toxic dust yang dimana dapat tersebar di lapisan atmosfir. Bukan hanya itu saja, hujan yang mengenai limbah tersebut akan masuk ke sela – sela limbah sehingga menyebabkan kontaminasi air tanah serta sungai di sekitar area. Terlebih lagi, limbah alkali juga mempunyai dampak buruk bagi kehidupan perairan sekitar.

Menurut tim riset dari Helena I. Gomes, seorang researcher dalam bidang Environmental Sciences di Universitas Hull, pada saat limbah alkali terproduksi akan sangat susah untuk memberhentikannya. Terutama pada pabrik besi, residu alkali akan selalu menetap sampai 30 tahun atau bahkan lebih lama (dalam situasi pabrik yang sudah tidak berjalan). Solusi yang bisa dilakukan untuk menanggulangi limbah alkali yaitu dengan memberi asam khusus untuk menetralisir isi kandungan dalam limbah tersebut, tetapi langkah ini membutuhkan biaya yang besar. Solusi yang lebih menjanjikan yaitu dengan membangun Wetland di dalam dan sekitar area yang sudah terkontaminasi. Wetland treatment sendiri merupakan proses penanggulangan limbah yang menggunakan tumbuhan – tumbuhan serta mikroorganisme di area perairan buatan.

Selain penanggulangan, di tahun 2018 limbah alkali juga sering digunakan kembali oleh industri konstruksi seperti pembuatan semen, konstruksi jalanan, dan sebagainya. Namun belum dapat ditemukan cara langsung untuk memberhentikan landfill disposal limbah tersebut. Walaupun demikian, sudah banyak riset – riset yang dilakukan untuk mencari tahu mengenai pengolahan limbah alkali. Tahun 2018 akhir ditemukan bahwa residu dari sebuah limbah alkali mengandung besi dalam kuantitas yang besar. Beberapa material yang berdampak besar bagi eco green technologies juga ditemukan seperti vanadium untuk turbin angin lepas pantai, lithium dan cobalt untuk sel bahan bakar kendaraan, dan sebagainya. Tentu hal ini menjadi prospek keuntungan yang besar bagi masyarakat Indonesia jika dapat dilakukan.

Sumber:

https://theconversation.com/wealth-in-waste-using-industrial-leftovers-to-offset-climate-emissions-49249

Industrial Waste Management: Waste Stream Statistics

https://www.wastedive.com/news/world-bank-global-waste-generation-2050/533031/

https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0048969708006980

 

Abiyyu Aribi Braza