    {"id":872,"date":"2018-08-25T11:20:39","date_gmt":"2018-08-25T04:20:39","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/?p=872"},"modified":"2018-09-03T11:23:31","modified_gmt":"2018-09-03T04:23:31","slug":"augmented-reality","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/2018\/08\/25\/augmented-reality\/","title":{"rendered":"Augmented Reality"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium\" src=\"https:\/\/assets.jalantikus.com\/assets\/cache\/769\/330\/tips\/2017\/07\/12\/perbedaan-augmented-reality-dengan-virtual-reality.jpeg\" width=\"769\" height=\"330\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">https:\/\/jalantikus.com\/tips\/augmented-reality-vs-vitual-reality\/<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Augmented Reality<\/em> adalah teknologi yang berfokus untuk memperkaya dunia nyata dan sejatinya adalah media penggabungan antara projek 3D dengan lingkungan nyata. Maksudnya adalah, ketika teknologi lain yang kita sebut dengan <em>virtual reality<\/em> mencoba untuk menyajikan kita pengalaman yang unik dan seru di dunia maya, <em>augmented reality<\/em> ingin memberikan kita pengalaman yang tak kalah hebat dan menyenangkan di dunia nyata. <em>Augmented reality<\/em> menggunakan 3D objek untuk membuat seolah-olah benda tersebut berada di dunia nyata. <em>Augmented reality <\/em>menggunakan overlay grafis komputer pada dunia nyata, yang maksudnya adalah dunia maya 3D dapat dibawa ke lingkungan nyata secara <em>real-time<\/em>. <em>Augmented reality <\/em>\u00a0pada dasarnya memiliki proses-proses tertentu agar objek 3D yang berasal dari dunia maya dapat dibuat seolah-olah nyata. Sistem <em>augmented reality<\/em> terlebih dahulu harus melakukan <em>scanning <\/em>terhadap lingkungan yang akan dicitrakan objek virtual, setelah dikenali dan dianalisis maka komputer akan melakukan pencitraan objek tersebut, dan akan tampak pada perlengkapan <em>display<\/em> seperti <em>smartphone.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Augmented reality <\/em>dapat diterapkan dalam berbagai bidang dalam kehidupan, a<em>ugmented reality <\/em>juga sangat membantu kehidupan manusia sehari-hari<em>. Augmented reality <\/em>sudah diterapkan kedalam game yang bernama Pokemon Go. Game ini menggunakan teknologi AR untuk bermain, seperti menangkap pokemon dsb. Selain untuk kepentingan game, teknologi AR juga dapat diterapkan untuk bidang perbisnisan, seperti contohnya banyak perusahaan-perusahaan yang sudah menggunakan teknologi AR untuk memanjakan konsumennya, dengan teknologi <em>augmented reality<\/em> konsumen dapat memilih perabotan rumah tangga dan menyesuaikannya dengan lingkungan rumahnya tanpa perlu pergi ke took, dan hanya bermodalkan <em>smartphone<\/em> atau <em>tablet <\/em>saja. Di bidang lain, yaitu pendidikan, teknologi <em>augmented reality <\/em>digunakan untuk menerjemahkan bahasa asing ke bahasa yang kita kuasai, seperti contohnya <em>Google Translate.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Sumber Penulisan\/Daftar Pustaka :<\/strong> \u00a0<a href=\"https:\/\/jalantikus.com\/tips\/augmented-reality-vs-vitual-reality\/\">https:\/\/jalantikus.com\/tips\/augmented-reality-vs-vitual-reality\/<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; https:\/\/jalantikus.com\/tips\/augmented-reality-vs-vitual-reality\/ Augmented Reality adalah teknologi yang berfokus untuk memperkaya dunia nyata dan sejatinya adalah media penggabungan antara projek 3D dengan lingkungan nyata. Maksudnya adalah, ketika teknologi lain yang kita sebut dengan virtual reality mencoba untuk menyajikan kita pengalaman yang unik dan seru di dunia maya, augmented reality ingin memberikan kita pengalaman yang tak kalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":105,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-872","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/872","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/users\/105"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=872"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/872\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":876,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/872\/revisions\/876"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=872"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=872"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=872"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}