    {"id":845,"date":"2018-07-14T17:30:56","date_gmt":"2018-07-14T10:30:56","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/?p=845"},"modified":"2018-07-14T17:30:56","modified_gmt":"2018-07-14T10:30:56","slug":"apa-itu-var","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/2018\/07\/14\/apa-itu-var\/","title":{"rendered":"Apa Itu VAR?"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-content\/uploads\/sites\/13\/2018\/07\/video-assistant-refereeing-var-room-2018-fifa-world-cup-russia-720x720.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-846\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-content\/uploads\/sites\/13\/2018\/07\/video-assistant-refereeing-var-room-2018-fifa-world-cup-russia-720x720.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"480\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-content\/uploads\/sites\/13\/2018\/07\/video-assistant-refereeing-var-room-2018-fifa-world-cup-russia-720x720.jpg 720w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-content\/uploads\/sites\/13\/2018\/07\/video-assistant-refereeing-var-room-2018-fifa-world-cup-russia-720x720-640x427.jpg 640w\" sizes=\"auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Sumber Gambar : https:\/\/www.digitaltrends.com\/outdoors\/2018-world-cup-var\/<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Baru baru ini VAR menjadi topik yang sering diperbincangkan oleh orang orang sejak berlangsungnya Piala Dunia 2018 di Rusia. Banyak berbagai macam tanggapan menganai teknologi VAR dari fans speak bola, ada yang mengakatan teknologi VAR sangat membantu wasit untuk mengambil keputusan di lapangan tetapi ada juga yang mengatakan bahwa teknologi ini merusak keseruan olahraga speak bola. Sebelum kita membahas membahas lebih lanjut ada baiknya jika kita mengetahui apakah VAR itu?. VAR merupakan singkatan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Video Assistance Referee<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Sesuai Namanya, teknologi ini digunakan untuk menjadi asisten wasit dalam mengawasi jalannya pertandingan lewat rekaman video. Teknologi ini disebut asisten karena VAR dapat membantu wasit untuk menganalisis kejadian kejadian yang ada dilapangan selama pertandingan berlangsung. Menurut <\/span><b>FIFA<\/b><span style=\"font-weight: 400\">, teknologi ini digunakan untuk empat kejadian yaitu, saat terjadi gol, keputusaan pinalti, keputusan mengeluarkan kartu merah, dan ketika wasit hendak menjatuhkan sanksi kepada pemain tertentu. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tetapi timbul pertanyaan bagaimana cara mekanisme penggunaan VAR? <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Ketika terjadi satu dari empat peristiwa diatas terjadi, wasit akan memberitahu tim asisten wasit VAR. Bisa juga tim VAR yang akan merekomendasikan wasit bahwa ada insiden yang harus ditinjau ulang. Tim asisten wasit VAR akan memberitahu wasit lewat\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">headset<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0soal apa yang tampak dari rekaman video. Wasit bisa menerima begitu saja penjelasan dari tim VAR atau memutuskan untuk melihat sendiri video-video tersebut di pinggir lapangan sebelum mengambil keputusan. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Untuk Piala Dunia 2018 di Rusia,\u00a0asisten wasit\u00a0bekerja di Video Operation Room (VOR) di International Broadcast Center (IBC), Moskow. Tim ini terdiri dari satu orang VAR dengan tiga asisten VAR.\u00a0Selain itu ada juga empat Reply Operator yang akan menyediakan gambar video terbaik sebagai bahan tinjauan. Mereka mengawasi 33 kamera yang ditempatkan di tiap lapangan yang digunakan untuk pertandingan.\u00a0Dari 33 kamera, 12 kamera merupakan kamera yang bisa menayangkan gerakan lambat super. Sementara empat kamera lainnya bisa menampilkan gerakan ultra lambat.\u00a0Dua kamera ultra lambat ditempatkan di belakang tiap gawang. Sementara dua lainnya ditempatkan di area\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">offside<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Sedangkan kamera biasa lainnya digunakan untuk penilaian subjektif, misal apakah bola menyentuh tangan atau tidak.\u00a0Tim VAR punya akses ke seluruh kamera di lapangan, termasuk kamera-kamera yang dipasang oleh Media Right Licensees. Ini adalah kamera yang dipasang oleh tim yang didukung oleh MRL tersebut dan bukan jadi bagian dari kamera media televisi.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Tapi tim ini tak memiliki akses ke kamera yang tidak merekam jalannya pertandingan, misal kamera pada helikopter. FIFA juga sudah mengembangkan agar sistem VAR bisa diakses oleh televisi, komentator, dan infotainment.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Daftar Pustaka:\u00a0<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.cnnindonesia.com\/teknologi\/20180626074725-185-309044\/mengenal-teknologi-var-di-piala-dunia-2018<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber Gambar : https:\/\/www.digitaltrends.com\/outdoors\/2018-world-cup-var\/ Baru baru ini VAR menjadi topik yang sering diperbincangkan oleh orang orang sejak berlangsungnya Piala Dunia 2018 di Rusia. Banyak berbagai macam tanggapan menganai teknologi VAR dari fans speak bola, ada yang mengakatan teknologi VAR sangat membantu wasit untuk mengambil keputusan di lapangan tetapi ada juga yang mengatakan bahwa teknologi ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":105,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-845","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/845","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/users\/105"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=845"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/845\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":848,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/845\/revisions\/848"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=845"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=845"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=845"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}