{"id":3090,"date":"2022-08-11T19:40:59","date_gmt":"2022-08-11T12:40:59","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/?p=3090"},"modified":"2022-08-11T19:40:59","modified_gmt":"2022-08-11T12:40:59","slug":"steam-dan-epic-games-diblokir-para-gamers-indonesia-kehilangan-sumber-pencaharian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/2022\/08\/11\/steam-dan-epic-games-diblokir-para-gamers-indonesia-kehilangan-sumber-pencaharian\/","title":{"rendered":"Steam dan Epic Games Diblokir, Para Gamers Indonesia Kehilangan Sumber Pencaharian"},"content":{"rendered":"<p>Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO), membuat sebuah persyaratan baru yang diperkenalkan pada tahun 2020, terkait dengan undang-undang moderasi konten yang membatasi negara, berisikan bahwa perusahaan yang dianggap &#8220;Penyedia Sistem Elektronik Swasta&#8221; harus mendaftar ke <em>database<\/em> pemerintah untuk beroperasi di negara tersebut, atau menghadapi larangan nasional. Perusahaan yang bekerja di bidang komunikasi dan informatika tersebut diberikan waktu hingga 27 Juli 2022 untuk mematuhi peraturan baru tersebut. Alhasil banyak aplikasi maupun <em>website<\/em> internasional yang tidak memenuhi syarat tersebut. KOMINFO melakukan pemblokiran terhadap <em>platform<\/em> distribusi <em>game Steam<\/em> dan <em>Epic Games<\/em> pada hari Sabtu, 30 Juli 2022.\u00a0 Pemblokiran ini dilakukan karena kedua <em>platform<\/em> tersebut belum melakukan pendaftaran Penyelenggara Sistem Elektronik atau yang biasa dikenal sebagai PSE di Indonesia.<\/p>\n<p>Pemblokiran ini menimbulkan berbagai protes dari berbagai pihak terutama para <em>gamers<\/em> di Indonesia yang tidak bisa menemukan informasi, mengunduh, serta melakukan pembelian game baru melalui platform tersebut. Nasib dari <em>gamers<\/em> di Indonesia pun menjadi sorotan media, di mana para <em>gamers<\/em> mulai menyuarakan aspirasi ketidakpercayaan mereka dan kebingungan mereka terhadap pencekalan yang mendadak ini. Netizen pun juga ikut menyuarakan kekhawatiran mereka akan nasib <em>gamers<\/em> di Indonesia saat ini, hingga menjadi <em>trending topic<\/em> di <em>Twitter<\/em> dengan <em>mention<\/em> akun <em>Twitter<\/em> dari KOMINFO, dan mendesak pemerintah untuk membatalkan peraturan tersebut yang dinilai sangat merugikan masyarakat Indonesia saat ini.<\/p>\n<p>Larangan tersebut membuat pengguna di Indonesia terjebak tanpa kemampuan untuk memproses pembayaran atau bahkan memainkan <em>game<\/em> tertentu. Seperti yang ditunjukkan oleh Daniel Ahmad, seorang analis senior di Niko Partners, beberapa <em>game<\/em> dan layanan populer lainnya yang terkena larangan termasuk <em>Origin, DOTA 2 ,<\/em> dan <em>Counter-Strike.<\/em><\/p>\n<p>Pengamat industri <em>game<\/em> Yabes Elia menuturkan, bagi <em>developer<\/em> lokal, pemblokiran ini akan membuat mereka lebih kesulitan untuk melakukan penjualan. Sebab, mereka harus memasang <em>VPN<\/em> di <em>PC<\/em> masing-masing yang di mana harus mengeluarkan biaya tambahan. Dengan adanya kasus pemblokiran berarti tidak akan ada penjualan lagi melalui aplikasi <em>Steam<\/em>. Terlebih, menurut Yabes, <em>Steam<\/em> merupakan <em>platform<\/em> <em>game<\/em> yang memiliki banyak pengguna sehingga menjadi sarana paling strategis untuk menjual <em>game<\/em>.<\/p>\n<p>&#8220;<em>Ibarat saya di kota kecil, tapi jualan meja. Saya tetap akan jualan di marketplace (Tokopedia\/Shopee), karena pembeli kebanyakan di sana. Meski Pemda bikin toko online baru, saya tetap akan jualan di toko yang paling rame-lah<\/em>,&#8221; tuturnya menjelaskan. (31\/7\/2022)<\/p>\n<p>Untuk itu, ketika terjadi pemblokiran, <em>developer<\/em> harus mampu memutar otak agar bisa menghindari hal tersebut terjadi. Namun, ketika <em>developer<\/em> lokal tetap tidak bisa menemukan cara untuk berjualan di <em>Steam<\/em>, mereka otomatis kalah atau tidak bisa berjualan dan kehilangan penghasilannya.<\/p>\n<p>Kris Antoni, <em>CEO<\/em> dan <em>founder Toge Production<\/em> juga menyatakan, <em>developer<\/em> lokal menjadi semakin sulit untuk menggunakan <em>tools<\/em> atau menerbitkan <em>game<\/em> mereka melalui <em>platform<\/em>, seperti <em>Steam, Epic Games Store,<\/em> hingga <em>Origin<\/em>. <em>Developer<\/em> tidak dapat menggunakan <em>Unreal Engine<\/em> karena memerlukan <em>login<\/em> menggunakan akun <em>Epic<\/em> <em>Games<\/em>. Saat ini, telah banyak <em>game developer<\/em> Indonesia yang menggunakan <em>Unreal Engine,<\/em> contohnya <em>DreadOut<\/em> dan <em>Para Kacuk (Troublemaker).<\/em><\/p>\n<p>Bukan hanya berdampak pada <em>developer<\/em> lokal, <em>gamer<\/em>s Indonesia yang hendak mendukung <em>game developer<\/em> dengan cara membeli <em>game original<\/em> di <em>Steam<\/em> pun menjadi terhalang. Hal ini memicu para <em>gamers<\/em> untuk kembali memilih menggunakan yang bajakan karena tidak dapat membeli <em>game<\/em> <em>original<\/em>. Akhirnya usaha dan kampanye yang selama ini dilakukan untuk pembelian <em>game\/software<\/em> resmi dan <em>original<\/em> menjadi tercoreng dan gagal.<\/p>\n<p>Di samping itu, terdapat kabar baik dari KOMINFO yang mengungkap telah berhasil melakukan korespondensi dengan Valve sebagai pemilik <em>platform Steam<\/em> terkait pemblokiran <em>Steam<\/em>, <em>Dota 2,<\/em> dan <em>Counter-Strike<\/em> tersebut. Saat ini, mereka sedang dalam proses persiapan dokumentasi untuk melengkapi proses pendaftaran PSE asing KOMINFO. Karena hal tersebut, para <em>gamers <\/em>Indonesia diharapkan dapat bersabar terlebih dahulu hingga akses <em>Steam<\/em> kembali dibuka seperti semula dan para <em>game<\/em> <em>developer<\/em> bisa kembali menjual produknya.<\/p>\n<h3>DAFTAR PUSTAKA<\/h3>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/tekno.kompas.com\/read\/2022\/08\/04\/09100037\/situs-game-origin-sudah-bisa-diakses-epic-games-masih-diblokir-kominfo?page=all\">https:\/\/tekno.kompas.com\/read\/2022\/08\/04\/09100037\/situs-game-origin-sudah-bisa-diakses-epic-games-masih-diblokir-kominfo?page=all<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/batu.pikiran-rakyat.com\/nasional\/pr-2655146357\/steam-diblokir-kominfo-youtuber-ini-akhirnya-streaming-game-soliltaire\">https:\/\/batu.pikiran-rakyat.com\/nasional\/pr-2655146357\/steam-diblokir-kominfo-youtuber-ini-akhirnya-streaming-game-soliltaire<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/lingkarmadura.pikiran-rakyat.com\/nasional\/pr-1895158155\/steam-epic-games-dan-lainnya-masih-diblokir-kominfo-bagaimana-nasib-gamers-indonesia\">https:\/\/lingkarmadura.pikiran-rakyat.com\/nasional\/pr-1895158155\/steam-epic-games-dan-lainnya-masih-diblokir-kominfo-bagaimana-nasib-gamers-indonesia<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/malangterkini.pikiran-rakyat.com\/nasional\/pr-1255140700\/akibat-steam-battlenet-epic-games-paypal-diblokir-tagar-blokir-kominfo-trending-di-twitter\">https:\/\/malangterkini.pikiran-rakyat.com\/nasional\/pr-1255140700\/akibat-steam-battlenet-epic-games-paypal-diblokir-tagar-blokir-kominfo-trending-di-twitter<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<ul>\n<li>Penulis : Alyza Rahima Pramudya dan Chelsea Marchelle<\/li>\n<li>Editor : <span style=\"font-weight: 400\">Cecilia Valenda<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO), membuat sebuah persyaratan baru yang diperkenalkan pada tahun 2020, terkait dengan undang-undang moderasi konten yang membatasi negara, berisikan bahwa perusahaan yang dianggap &#8220;Penyedia Sistem Elektronik Swasta&#8221; harus mendaftar ke database pemerintah untuk beroperasi di negara tersebut, atau menghadapi larangan nasional. Perusahaan yang bekerja di bidang komunikasi dan informatika tersebut diberikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":3089,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[125],"class_list":["post-3090","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-kominfo"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3090","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3090"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3090\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3092,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3090\/revisions\/3092"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3089"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3090"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3090"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3090"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}