    {"id":2980,"date":"2022-07-31T21:43:00","date_gmt":"2022-07-31T14:43:00","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/?p=2980"},"modified":"2022-07-31T22:00:42","modified_gmt":"2022-07-31T15:00:42","slug":"apa-itu-internet-of-things","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/2022\/07\/31\/apa-itu-internet-of-things\/","title":{"rendered":"Apa Itu Internet of Things?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Internet of Things selama beberapa tahun terakhir telah menjadi jargon spesial di ranah teknologi. Pada kenyataannya, teknologi yang juga sering disebut dengan singkatan \u201cIoT\u201d<\/span><span style=\"font-weight: 400\">, tak <\/span><span style=\"font-weight: 400\">cuma sekadar dianggap sebagai istilah keren saja. Lebih dari itu, keberadaan IoT di era transformasi digital seperti sekarang begitu diperlukan <\/span><span style=\"font-weight: 400\">oleh bisnis di berbagai sektor industri. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Berkat IoT, banyak bisnis yang berhasil berevolusi dengan sukses<\/span><span style=\"font-weight: 400\">, dan menciptakan inovasi serta layanan canggih dengan teknologi pintar dan terintegrasi. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Bentuk komunikasi pintar ini adalah M2M (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Machine-to-Machine<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) ke manusia sebagai penggunanya. Jadi singkatnya, IoT akan menjadi teknologi yang memungkinkan segala hal terkoneksi dengan internet, misalnya untuk mengontrol perangkat rumah seperti AC, kulkas, atau TV kini bisa dilakukan secara remote dari satu perangkat saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dilansir dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Wired<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, IoT adalah teknologi yang memungkinkan satu objek untuk mampu berkirim data lewat koneksi tanpa bantuan komputer dan manusia. Jika menilik sejarahnya, istilah IoT pertama kali disebut oleh ahli teknologi asal Inggris yang bernama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Kevin Ashton<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, deskripsikan <\/span><span style=\"font-weight: 400\">teknologi ini sebagai \u201cmata\u201d dan \u201ctelinga\u201d dari komputer. Menariknya, jauh sebelum istilah IoT dicetuskan Kevin, ahli teknologi lulusan Massachusetts Institute of Technology John Romkey telah menciptakan perangkat pintar IoT pertama di dunia pada 1990. Perangkat IoT tersebut adalah alat pemanggang roti yang dikendalikan lewat komputer milik Romkey. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Secara teknis, IoT memiliki sejumlah komponen teknologi pendukung yang memungkinkannya bekerja secara maksimal. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Beberapa diantaranya adalah<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">A. Sensor<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sensor mampu mengubah perangkat IoT tepatnya pada segi jaringan dari yang sistemnya pasif berubah menjadi aktif dan terintegrasi dengan lingkungan sekitar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">B. Kecerdasan Buatan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu benang merah yang \u201cmenghidupkan\u201d IoT. Dengan AI, perangkat bisa berkomunikasi secara pintar. Lebih dari itu, perangkat IoT yang dibekali AI akan bisa melakukan kemampuan analisis yang lebih kompleks, seperti koleksi data, mengatur jaringan, bahkan mengembangkan algoritma. Dengan demikian, kehadiran AI pada perangkat IoT juga memungkinkan mereka dapat melakukan aktivitas sendiri tanpa harus menerima instruksi dari si pengguna.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">C. Koneksi Jaringan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Koneksi jaringan juga menjadi komponen pendukung sistem IoT untuk bisa berkomunikasi secara lancar. Konektivitas yang diperlukan sejatinya harus berjalan stabil, tetapi tidak perlu hadir dalam load ukuran besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">D. Perangkat Mikro<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kehadiran perangkat mikro atau berukuran kecil dapat meningkatkan ketepatan, skalabilitas, dan fleksibilitas performa IoT. Belum lagi, semakin kecilnya perangkat juga akan memiliki nilai biaya yang semakin sedikit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sederhananya, IoT bekerja dengan memanfaatkan instruksi pemrograman yang setiap perintahnya bisa menghasilkan interaksi ke sesama perangkat yang terhubung secara otomatis tanpa adanya intervensi pengguna, bahkan dalam jarak jauh sekali pun. Adapun faktor vital yang menjadi kelancaran perangkat IoT adalah jaringan internet yang menjadi connector antara sistem dan perangkat. Sementara, manusia dalam tahap ini hanya menjadi monitor untuk setiap perilaku perangkat saat mereka bekerja. IoT memiliki banyak contoh penerapan di keseharian kita. Bahkan beberapa di antaranya mungkin Anda baru sadari jika penggunaannya sangat berguna untuk membantu aktivitas. Apa saja? Berikut ulasannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">A. Transportasi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kendaraan otonomos menjadi salah satu bentuk perwujudan teknologi IoT di ranah transportasi. Dengan demikian, penggunanya akan bisa menjalankan mobil tanpa harus mengemudinya secara langsung. Adapun perusahaan otomotif yang kini telah menerapkan teknologi tersebut adalah Tesla milik Elon Musk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">B. Smart City<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Keberadaan IoT dapat membantu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Smart City<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, khususnya dalam memonitor dan mengelola keberadaan lingkungan sekitar secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">real-time<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, seperti memantau trafik lalu lintas, banjir, mengecek kondisi debit air di waduk, serta memantau kondisi laut untuk aksi mitigasi bencana ke pelaut dan nelayan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">C. Kesehatan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Industri kesehatan menjadi salah satu industri yang sangat identik dan ideal dengan penerapan IoT. Saat ini, sudah banyak inovasi baru yang memanfaatkan IoT untuk mendukung proses pengobatan yang efektif dan aman, seperti pengecekan detak jantung, mengukur kadar gula, melakukan MRI, bahkan bedah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">D. Energi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ada banyak kendala yang muncul di industri energi, seperti masalah polusi, pemborosan sumber daya, dan masih banyak lagi. Dengan kehadiran IoT, masalah-masalah tersebut diyakini dapat berkurang. Contohnya, IoT bisa menciptakan sensor cahaya yang bisa mengurangi penggunaan energi listrik. Selain itu, IoT juga mampu melakukan penjadwalan pada perangkat smart home seperti mesin cuci, microwave, kulkas, dan TV.<\/span><\/p>\n<h3>DAFTAR PUSTAKA<\/h3>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/apa-itu-internet-of-things\/\">https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/apa-itu-internet-of-things\/<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.niagahoster.co.id\/blog\/iot-adalah\/\">https:\/\/www.niagahoster.co.id\/blog\/iot-adalah\/<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/ofis.bluepowertechnology.com\/blog-detail\/kenali-apa-itu-internet-of-things-cara-kerja-manfaatnya\">https:\/\/ofis.bluepowertechnology.com\/blog-detail\/kenali-apa-itu-internet-of-things-cara-kerja-manfaatnya<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<ul>\n<li>Penulis : <span style=\"font-weight: 400\">Willard Tiocuardy, Muhammad Daffa Syach, dan Elang Uno Nugraha<\/span><\/li>\n<li>Editor : <span style=\"font-weight: 400\">Cecilia Valenda, Marcello Yoel Christianus<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Internet of Things selama beberapa tahun terakhir telah menjadi jargon spesial di ranah teknologi. Pada kenyataannya, teknologi yang juga sering disebut dengan singkatan \u201cIoT\u201d, tak cuma sekadar dianggap sebagai istilah keren saja. Lebih dari itu, keberadaan IoT di era transformasi digital seperti sekarang begitu diperlukan oleh bisnis di berbagai sektor industri. Berkat IoT, banyak bisnis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":2981,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[76,79],"class_list":["post-2980","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","tag-iot","tag-teknologi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2980","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2980"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2980\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2988,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2980\/revisions\/2988"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2981"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2980"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2980"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2980"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}