    {"id":2834,"date":"2022-06-29T20:34:43","date_gmt":"2022-06-29T13:34:43","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/?p=2834"},"modified":"2022-06-29T20:34:43","modified_gmt":"2022-06-29T13:34:43","slug":"quantum-computer-teknologi-apa-itu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/2022\/06\/29\/quantum-computer-teknologi-apa-itu\/","title":{"rendered":"Quantum Computer? Teknologi Apa itu?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kita semua sudah mengenal teknologi komputer sejak pertama kali dibuat oleh Bill Gates lebih dari dua dekade yang lalu. Teknologi tersebut telah <\/span><span style=\"font-weight: 400\">mengubah <\/span><span style=\"font-weight: 400\">kehidupan banyak orang secara pribadi dan kelompok. Teknologi tersebut membawa kemajuan pesat pada dunia dan menjadi sumber banyak hal positif maupun negatif. Pada tahun 2020 silam, baru-baru saja timbul teknologi baru lagi yang dikenal dengan nama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">quantum computer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Komputer kuantum merupakan teknologi mesin yang menggunakan sifat fisik kuantum untuk menyimpan data dan melakukan perhitungan. Dikarenakan komputer kuantum menggunakan sifat fisik kuantum, tentunya hal ini berbeda dengan komputer biasa pada umumnya. Perbedaan paling besar dilihat dari peraturan paling dasar yang di mana komputer klasik menggunakan angka 0 dan 1 dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">bit <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">bytes <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sedangkan komputer kuantum menggunakan qubit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Qubit <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">kepanjangannya adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">quantum bit <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dapat menjadi 0 dan 1 secara bersamaan. Bila komputer klasik bekerja seperti saklar lampu yang hanya dapat dimatikan dan dinyalakan, komputer kuantum dapat dimatikan dan dinyalakan pada waktu yang bersamaan. Hal ini dijelaskan sebagai sifat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">superposition<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dalam teori mekanika kuantum yang mana <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">matter <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dapat berada di satu atau lain tempat pada waktu yang bersamaan. Hal ini disebabkan karena sifat superposisi tersebut, komputer kuantum mampu menjalankan banyak hal dalam waktu yang bersamaan, misalnya, ada seorang yang bekerja dalam bidang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">finance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan harus memeriksa berbagai portofolio untuk mencari mana yang paling menguntungkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Menggunakan komputer klasik akan membutuhkan banyak waktu untuk mencari mana portofolio yang paling menguntungkan secara satu per satu dan harus dibandingkan satu sama lain. Sedangkan menggunakan komputer kuantum, orang tersebut dapat mengecek banyak portofolio sekaligus. Berapa banyak waktu yang dapat dijagabila kita menggunakan teknologi ini dalam banyak hal? Maka dari itu, komputer kuantum tidak hanya mengalahkan komputer klasik, tetapi juga komputer paling canggih. Komputer kuantum yang dibahas pada artikel ini merupakan komputer kuantum produksi IBM.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada Senin, 15 November 2016, IBM mengatakan telah merancang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">chip<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> komputasi kuantum baru yang diyakini akan mengungguli komputer klasik dalam dua tahun kedepan. Hal tersebut didukung dengan dirilisnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">chip<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> komputasi \u201cEagle\u201d yang memiliki 127 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">qubit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sehingga dapat mewakili informasi dalam bentuk kuantum.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tidak berhenti disitu, University of Tokyo dan IBM telah memulai operasional komputer kuantum pertamanya di Jepang pada tahun 2021. IBM mengatakan komputer kuantum yang dikenal dengan nama \u201cQuantum System One\u201d merupakan komputer kuantum kedua yang telah dibangun IBM di luar Amerika Serikat. Kemampuan komputer tersebut dalam memecahkan masalah yang kompleks dan diharapkan dapat menandingi superkomputer yang dapat digunakan untuk menciptakan model keuangan hingga mengoptimalkan logistik dan kriptografi. Namun, tercatat masih banyak tantangan teknis dalam pengoperasian komputer kuantum, belum lagi dari segi pengembangannya yang semakin intensif hingga pemeliharaan sistem tersebut.<\/span><\/p>\n<h3>DAFTAR PUSTAKA<\/h3>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><a href=\"https:\/\/ec.europa.eu\/research-and-innovation\/en\/horizon-magazine\/quantum-computers-will-soon-outperform-classical-machines#:~:text='The%20big%20difference%20compared%20to,work%20with%20something%20called%20qubits\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/ec.europa.eu\/research-and-innovation\/en\/horizon-magazine\/quantum-computers-will-soon-outperform-classical-machines#:~:text=&#8217;The%20big%20difference%20compared%20to,work%20with%20something%20called%20qubits<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><a href=\"https:\/\/www.newscientist.com\/question\/what-is-a-quantum-computer\/#:~:text=Quantum%20computers%20are%20machines%20that,outperform%20even%20our%20best%20supercomputers\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.newscientist.com\/question\/what-is-a-quantum-computer\/#:~:text=Quantum%20computers%20are%20machines%20that,outperform%20even%20our%20best%20supercomputers<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><a href=\"https:\/\/tekno.tempo.co\/read\/1489955\/gandeng-ibm-komputer-kuantum-komersial-pertama-di-jepang-mulai-beroperasi\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/tekno.tempo.co\/read\/1489955\/gandeng-ibm-komputer-kuantum-komersial-pertama-di-jepang-mulai-beroperasi<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><a href=\"https:\/\/voi.id\/teknologi\/104564\/ibm-klaim-komputer-kuantum-produksinya-lebih-unggul-dari-komputer-klasik-ini-penjelasannya\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/voi.id\/teknologi\/104564\/ibm-klaim-komputer-kuantum-produksinya-lebih-unggul-dari-komputer-klasik-ini-penjelasannya<\/span><\/a><\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<ul>\n<li>Penulis : Filippo Jonathan, Ario Rahmat<\/li>\n<li>Editor : Fisalma Maradita<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kita semua sudah mengenal teknologi komputer sejak pertama kali dibuat oleh Bill Gates lebih dari dua dekade yang lalu. Teknologi tersebut telah mengubah kehidupan banyak orang secara pribadi dan kelompok. Teknologi tersebut membawa kemajuan pesat pada dunia dan menjadi sumber banyak hal positif maupun negatif. Pada tahun 2020 silam, baru-baru saja timbul teknologi baru lagi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":2840,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[106,79],"class_list":["post-2834","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","tag-quantum-computer","tag-teknologi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2834","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2834"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2834\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2841,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2834\/revisions\/2841"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2840"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2834"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2834"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2834"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}