    {"id":2333,"date":"2021-12-14T08:55:30","date_gmt":"2021-12-14T01:55:30","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/?p=2333"},"modified":"2021-12-15T22:48:57","modified_gmt":"2021-12-15T15:48:57","slug":"pengaruh-algoritma-media-sosial-terhadap-pengguna-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/2021\/12\/14\/pengaruh-algoritma-media-sosial-terhadap-pengguna-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Pengaruh Algoritma Media Sosial Terhadap Pengguna di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Semenjak pandemi ini, banyak orang di Indonesia terutama para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">netizen<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> mulai berbicara mengenai algoritma, terutama algoritma dalam bersosial media. Akan tetapi, apakah orang-orang tersebut paham mengenai algoritma dalam media sosial?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Algoritma dalam media sosial adalah sekumpulan aturan-aturan matematis yang menentukan sebuah data perilaku. Nah, sistem dari algoritma media sosial ini adalah \u201cmemantau\u201d segala hal yang kita lakukan dalam bersosial media yang kemudian dapat memberikan timbal balik berupa suatu tayangan yang kita sukai. Algoritma juga berperan dalam menyaring konten agar tetap relevan dan tidak mengganggu kenyamanan pengguna dalam bermedia sosial. Biasanya, algoritma dalam media sosial membantu menertibkan dan meningkatkan kualitas konten. Hasil data dari analisis sistem algoritma akan disajikan kepada penggunanya berdasarkan kesukaan masing-masing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hasil dari algoritma tiap akun media sosial tentu berbeda tiap orangnya, tergantung dengan apa yang akun\/orang tersebut sukai. Apabila seorang pengguna media sosial menyukai berita tentang hiburan, maka pengguna tersebut hanya akan didominasi dengan segala macam konten berita yang bertema hiburan. Begitu pun dengan pengguna lainnya yang menyukai suatu hal. Jika kita meninjau media sosial Instagram, algoritmanya berfokus pada setiap aspek dari korelasi, relevansi, hingga koneksi demi menunjang kualitas konten yang ditampilkan untuk pengguna. Dari algoritma tersebut, maka Instagram akan mendorong munculnya jumlah like, komen, dan juga share yang pada akhirnya akan memberikan antara kabar positif dan negatif.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2>Dampak-Dampak Positif<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Algoritma yang diterapkan pada sosial media tentu saja memiliki dampak positif dan negatif baik bagi pengguna maupun bagi perusahaan sosial media yang menerapkan algoritma. Pertama, mari kita bahas soal dampak positif dari penggunaan algoritma pada sosial media.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400\">1. Home page dari seorang user akan menjadi lebih berbobot<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hal ini terjadi dikarenakan terdapat algoritma yang diterapkan dalam sosial media yang digunakan oleh seorang user. Algoritma tersebut akan menyusun dan menampilkan isi dari homepage user tersebut sesuai dengan hal-hal yang berhubungan dengan kesukaan user ketika menggunakan sosial media.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400\">2. Perusahaan sosial media mendapat data user<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan algoritma yang diterapkan pada sosial media, sebuah perusahaan dapat mengumpulkan data-data tentang seorang user. Misalnya, sebuah perusahaan dapat mengumpulkan data mengenai barang-barang apa saja yang disukai oleh seorang user. Kemudian nantinya data tersebut dapat digunakan oleh perusahaan untuk hal marketing dan lainnya.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400\">3. Munculnya strategi-strategi marketing melalui media sosial yang baik<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kemudahan yang ditawarkan oleh media sosial kepada penggunanya tentunya juga berbanding lurus dengan kenyamanan yang diberikan pada advertiser. Salah satunya adalah memastikan iklan muncul pada pengguna yang tepat. Satu-satunya yang perlu diperhatikan adalah bagaimana memastikan sebuah topik yang relevan kepada calon customer agar mereka tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan mengiklankan sebuah sepatu, dengan bantuan algoritma di media sosial, iklan tersebut dipastikan bisa sampai pada orang hobby dengan sepatu. Sehingga, peluang untuk mencapai konversi pada iklan yang dibuat akan jauh lebih besar dibanding jika semua post harus tampil pada semua user.<\/span><\/p>\n<h2>Dampak-Dampak Buruk<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jadi, poin-poin di atas merupakan keuntungan yang bisa didapat dari penerapan algoritma pada sosial media. Namun, dibalik sebuah keuntungan pasti ada kerugian yang dapat terjadi. Berikut adalah kerugian-kerugian yang bisa terjadi ketika menerapkan algoritma pada sosial media.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400\">1. Tidak bebas mengeksplor<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Karena adanya algoritma yang diterapkan pada sosial media, homepage dari seorang user hanya akan didominasi oleh hal-hal yang disukai atau pernah dilihat oleh user. Jadi kesempatan untuk mengeksplor banyak hal yang diluar dari favorite seorang user akan sulit di eksplor dan tidak ditampilkan oleh sosial media yang digunakan oleh user.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400\">2. Data pribadi diketahui<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Algoritma yang diterapkan oleh sosial media dapat mengumpulkan data-data seorang user termasuk data pribadi seorang user. Jika perlu, sosial media juga dapat mengetahui data pribadi seorang user yang paling detail.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Contohnya <\/span><a href=\"https:\/\/databoks.katadata.co.id\/tags\/facebook\"><span style=\"font-weight: 400\">Facebook<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> mengambil sekitar 70,6% data dari setiap pengguna, mulai dari email, nama, usia, jenis kelamin, nomor telepon, tempat tinggal, pekerjaan, hobi dan minat, hingga agama. Angka tersebut juga menjadi yang tertinggi di antara perusahaan lainnya.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400\">3. Resiko kebocoran data yang semakin besar<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dari data-data yang sudah dikumpulkan, jika sebuah media sosial media diretas atau mengalami kebocoran maka data-data pribadi seorang user dapat tersebar luas maupun jadi diperjual belikan oleh oknum tidak bertanggung jawab.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Contohnya Pada Mei 2021, data sejumlah peserta BPJS dijual di Raid Forums seharga 0,15 Bitcoin. Pengamat keamanan siber Alfons Tanujaya melakukan pengecekan terhadap kabar bocornya data BPJS Kesehatan tersebut. &#8220;Kelihatannya benar,&#8221; kata dia kepada Tempo. Tak lama setelah itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengakui sebagian data yang diperjualbelikan di internet mirip dengan data milik BPJS. Akan tetapi, saat itu BPJS belum bisa memastikan apakah kebocoran tersebut memang berasal dari mereka atau bukan.<\/span><\/p>\n<h2>Penutup<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jadi, sebuah algoritma yang diterapkan oleh setiap perusahaan sosial media memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Sebagai user dari sosial media, kita juga wajib untuk berhati-hati karena algoritma dari sosial media yang kita pakai bisa saja memberikan dampak yang buruk untuk kita. Namun, dibalik kekurangannya, algoritma sosial media sangat membantu perusahaan itu sendiri maupun perusahaan yang sedang bekerja sama dengan perusahaan sosial media tersebut dari segi keuntungan yang didapat.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>Penulis: Marcello Yoel Christianus, Reyhan Suisanto<\/li>\n<li>Editor: Vangelia Peace Palijama<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semenjak pandemi ini, banyak orang di Indonesia terutama para netizen mulai berbicara mengenai algoritma, terutama algoritma dalam bersosial media. Akan tetapi, apakah orang-orang tersebut paham mengenai algoritma dalam media sosial?\u00a0 Algoritma dalam media sosial adalah sekumpulan aturan-aturan matematis yang menentukan sebuah data perilaku. Nah, sistem dari algoritma media sosial ini adalah \u201cmemantau\u201d segala hal yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":2384,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[70,71],"class_list":["post-2333","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","tag-algoritma","tag-media-sosial"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2333","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2333"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2333\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2334,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2333\/revisions\/2334"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2384"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2333"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2333"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2333"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}