    {"id":107,"date":"2016-04-08T15:08:25","date_gmt":"2016-04-08T08:08:25","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/?p=107"},"modified":"2016-04-08T19:14:38","modified_gmt":"2016-04-08T12:14:38","slug":"baterai-smartphone","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/2016\/04\/08\/baterai-smartphone\/","title":{"rendered":"Baterai Smartphone"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\">Oleh: Brandon Christian T<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Baterai\u00a0<em>lithium-ion<\/em>\u00a0tak selalu cepat menyerap daya saat diisi. Ada kondisi tertentu yang memungkinkan listrik bisa lekas tersimpan, tepatnya ketika baterai sudah hampir kosong saat mulai diisi kembali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Baterai menerima charging rate yang lebih banyak ketika berada pada posisi power yang lebih rendah (10-20% akan lebih cepat dibandingkan dengan 50% keatas). Mengapa demikian? Mari kita bahas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Baterai\u00a0<em>lithium-ion<\/em>\u00a0pada\u00a0<em>gadget<\/em>\u00a0sekarang dibekali mekanisme perlindungan terhadap\u00a0<em>over charge\u00a0<\/em>atau kelebihan pengisian. Sehingga, pada baterai yang power nya sudah mencapai tinggal 10-20%, mekanisme perlindungan tersebut akan menjadi tidak \u00a0aktif. Lantas, kapankah mekanisme perlindungan tersebut akan berjalan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mekanisme perlindungan ini akan berjalan ketika power dari baterai telah mencapai titik tertentu. Semakin power mendekati titik 100%, maka kecepatan charging akan semakin melambat, namun tetap mungkin untuk mengisi power baterai hingga 100%. Mari kita lakukan tes kecil untuk membuktikan kebenarannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Fenomena di atas bisa diamati ketika baterai sudah hampir\u00a0<em>full<\/em>. Ketika kapasitas sudah berada di kisaran 90%, penambahan persentase bakal berlangsung lebih lambat ketimbang sebelumnya. Untuk melakukan tes, charge smartphone anda pada batas 10% dan terus charge selama 10-20 menit, ingat pertambahan dari power awal ke power setelah tes. Kemudian tes lagi pada smartphone anda yang sama, pada batas 90% charge selama 10-20 menit, lalu ingat lagi pertambahan yang terjadi. Bila ternyata tes pertama menghasilkan pertambahan nilai lebih banyak, maka baterai smartphone anda dilengkapi dengan mekanisme perlindungan dari\u00a0<em>overcharge<\/em>. Bila tidak, maka smartphone anda bisa saja tidak dilengkapi dengan mekanisme\u00a0<em>overcharge\u00a0<\/em>atau baterai anda sudah bocor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kecepatan pengisian baterai juga bergantung pada beberapa faktor yang lain, seperti jenis\u00a0<em>smartphone<\/em>\u00a0dan kemampuan\u00a0<em>charger<\/em>\u00a0yang dipakai. Tentu saja\u00a0<em>charger <\/em>asli yang didapat dari paket\u00a0<em>smartphone <\/em>awal akan memberikan pengisian yang lebih cepat dibandingkan dengan\u00a0<em>charger <\/em>yang \u201cASLI\u201d (ngertikan mksdnya? :P)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebuah\u00a0<em>smartphone\u00a0<\/em>dengan fitur\u00a0<em>quick charge<\/em>, misalnya, bakal kesulitan mengisi baterai dengan cepat apabila dipasangkan dengan\u00a0<em>charger<\/em>\u00a0yang tidak mendukung fitur serupa. Dan sebaliknya juga, <em>smartphone<\/em> yang tidak memiliki kemampuan\u00a0<em>quick charge, <\/em>akan kesulitan mengisi baterai dengan cepat bila menggunakan\u00a0<em>charger<\/em> yang memiliki fitur\u00a0<em>fast charging.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Source:\u00a0<\/em><em>http:\/\/tekno.kompas.com\/read\/2016\/03\/29\/19430037\/Kapan.Waktu.Paling.Pas.untuk.Nge-charge.Gadget.?utm_source=RD&amp;utm_medium=box&amp;utm_campaign=kpoprd<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Brandon Christian T Baterai\u00a0lithium-ion\u00a0tak selalu cepat menyerap daya saat diisi. Ada kondisi tertentu yang memungkinkan listrik bisa lekas tersimpan, tepatnya ketika baterai sudah hampir kosong saat mulai diisi kembali. Baterai menerima charging rate yang lebih banyak ketika berada pada posisi power yang lebih rendah (10-20% akan lebih cepat dibandingkan dengan 50% keatas). Mengapa demikian? [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-107","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":120,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107\/revisions\/120"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himti\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}