Pada hari Minggu, 19 Juli 2026, Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HIMTI) melalui Komisi Satu, Academic Events, menyelenggarakan webinar bertema “Digital Privacy in the Modern Era: How Your Data is Collected and Tracked”. Kegiatan ini merupakan bagian dari program edukatif HIMTI yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap isu privasi digital di tengah derasnya pengumpulan dan pelacakan data pada era digital saat ini.
Webinar ini diikuti oleh peserta dari kalangan mahasiswa BINUS maupun masyarakat umum yang tertarik pada isu keamanan siber dan privasi data. Acara diisi sepenuhnya oleh Bapak Muhammad Hafiz Hawarizmi, selaku Senior IT Security Executive di Everbest, yang membuka sesi dengan memaparkan gambaran umum kondisi digital saat ini. Pembicara menjelaskan bahwa smartphone kini menjadi perangkat utama akses internet dengan tingkat penetrasi 96,3%, sementara rata-rata waktu penggunaan internet mencapai 6 jam 38 menit per hari. Data ini menjadi pengantar untuk menunjukkan betapa besarnya jejak digital yang ditinggalkan setiap individu dalam aktivitas online sehari-hari.
Dalam pemaparannya, pembicara menjelaskan konsep dasar digital privacy sebagai hak individu untuk mengontrol informasi pribadinya di ranah online, mencakup data identitas, informasi finansial, data biometrik, hingga aktivitas daring. Beliau juga mengupas konsep digital footprint, yakni jejak data yang ditinggalkan pengguna baik secara aktif (seperti unggahan media sosial) maupun pasif (seperti pelacakan cookies dan alamat IP), lengkap dengan studi kasus nyata dari tokoh publik di media sosial.
Materi kemudian berlanjut pada penjelasan mengenai data collection ecosystem, yang menggambarkan bagaimana data pengguna bergerak dari website, analytics, advertiser, hingga data broker dan pihak ketiga, di mana semakin jauh data bergerak, semakin kecil kontrol yang dimiliki pemilik data. Peserta juga diperkenalkan pada berbagai metode pengumpulan data seperti cookies, browser fingerprinting, tracking pixels, SDK (Software Development Kit) pada aplikasi mobile, dan social media tracking, beserta cara kerja dan jenis data yang dikumpulkan pada masing-masing metode tersebut.
Untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap risiko nyata di dunia industri, pembicara turut memaparkan sejumlah studi kasus kebocoran data (data breach), termasuk kasus yang pernah terjadi di Indonesia maupun secara global, serta membahas industri data broker dan potensi risiko penyalahgunaan data bagi individu, baik secara finansial maupun reputasi. Sesi materi ditutup dengan pembahasan mengenai langkah-langkah menjaga privasi digital serta gambaran arah perkembangan privasi digital ke depan.
Pada acara ini, kami menghadirkan sesi interaktif berupa tanya jawab (Q&A) serta games kuis berbasis materi menggunakan platform Kahoot, yang disambut antusias oleh peserta. Sesi ini tidak hanya menguji pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan, tetapi juga menciptakan suasana yang santai dan menyenangkan di sepanjang acara.
Secara keseluruhan, webinar ini berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari para peserta. Melalui kegiatan ini, HIMTI berharap dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa BINUS maupun masyarakat umum akan pentingnya menjaga privasi digital, sekaligus mendorong perilaku yang lebih aman dan bijak dalam beraktivitas di dunia maya.


