    {"id":3361,"date":"2022-12-13T21:09:32","date_gmt":"2022-12-13T14:09:32","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/?p=3361"},"modified":"2022-12-13T21:09:32","modified_gmt":"2022-12-13T14:09:32","slug":"22a48","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/2022\/12\/22a48\/","title":{"rendered":"Program Study Abroad Kembali Berjalan!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Seperti yang telah kita ketahui, selama kurang lebih 2 tahun ini dunia dilanda oleh pandemi COVID-19 yang berpengaruh kepada banyak bidang. Salah satunya adalah edukasi. <\/span><b>The International Association of Universities<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> (IAU) melaporkan bahwa karenakan kebijakan menutup pintu perbatasan di berbagai negara, 89% institusi terdampak kegiatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">study abroad<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Namun dari angka tersebut hanya <\/span><b>33% institusi yang membatalkan semua kegiatan <\/b><b><i>study abroad<\/i><\/b><b>-nya<\/b><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2022\/12\/image1-4.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-3362 aligncenter\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2022\/12\/image1-4.png\" alt=\"\" width=\"822\" height=\"670\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Grafik 1: Laporan Survei Global IAU mengenai dampak COVID-19 terhadap perguruan tinggi.<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Di tengah kondisi dunia yang saat ini sedang berada dalam proses pemulihan dari COVID-19, ada banyak institusi yang kembali membuka kembali program <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">study abroad<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Tentunya dalam jumlah yang lebih sedikit dan persyaratannya kerap berganti sesuai dengan keadaan kasus COVID-19 di negara institusi tersebut. Namun apakah semuanya dapat kembali seperti semula?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sebuah studi yang dilaksanakan di China dan Hong Kong mengenai program <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">study abroad<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menunjukkan bahwa dari 2739 responden, <\/span><b>84% mengatakan bahwa mereka tidak memiliki ketertarikan untuk mengikuti program <\/b><b><i>study abroad<\/i><\/b><b> setelah pandemi<\/b><span style=\"font-weight: 400\">. Hal ini dapat mempengaruhi sumber daya ekonomi perguruan tinggi. Dimana sebelum pandemi, program <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">study abroad<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> merupakan salah satu cara utama bagi banyak institusi mendapatkan uang lebih. Karena mahasiswa\/i internasional biasanya membayar biaya yang lebih besar dibandingan dengan mahasiswa\/i domestik. Sehingga ada beberapa pihak yang bersuara bahwa dengan membuka program <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">study abroad<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, institusi malah mengeluarkan uang, bukan mendapatkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Mengingat bahwa selama pandemi kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara virtual, dengan lebih dari <\/span><b>60% perguruan tinggi di dunia mengalami peningkatan dalam penggunaan platform virtual<\/b><span style=\"font-weight: 400\">, apakah kedepannya program <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">study abroad<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> akan dilaksanakan secara virtual? Jawabannya adalah tidak. Karena program <\/span><b><i>study abroad<\/i><\/b><b> tidak hanya tentang &#8220;belajar&#8221; di negara lain, namun juga tentang &#8220;hidup&#8221; di negara lain<\/b><span style=\"font-weight: 400\">. Kelas online tidak akan bisa menggantikan tujuan &#8220;klasik&#8221; dari program <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">study abroad<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, yaitu: hidup dan beradaptasi di lingkungan baru, mengenal budaya lain, dan menjadi lebih mandiri. Selain itu, mahasiswa\/i yang ingin mengikuti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">study abroad<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> biasanya telah menyiapkan dirinya semaksimal mungkin untuk diterima, namun jika kegiatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">study abroad<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tersebut dilaksanakan secara online, ada kemungkinan bahwa mereka akan merasa tidak puas dengan hasil yang didapatkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sumber:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.right-to-education.org\/es\/node\/1368\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.right-to-education.org\/es\/node\/1368<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.universityworldnews.com\/post.php?story=20220107151037200\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.universityworldnews.com\/post.php?story=20220107151037200<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.highereducationdigest.com\/impact-of-covid-on-student-exchange-programmes\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.highereducationdigest.com\/impact-of-covid-on-student-exchange-programmes\/<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seperti yang telah kita ketahui, selama kurang lebih 2 tahun ini dunia dilanda oleh pandemi COVID-19 yang berpengaruh kepada banyak bidang. Salah satunya adalah edukasi. The International Association of Universities (IAU) melaporkan bahwa karenakan kebijakan menutup pintu perbatasan di berbagai negara, 89% institusi terdampak kegiatan study abroad. Namun dari angka tersebut hanya 33% institusi yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":3363,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-3361","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3361","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3361"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3361\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3364,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3361\/revisions\/3364"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3363"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3361"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3361"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3361"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}