    {"id":2942,"date":"2022-05-03T21:58:50","date_gmt":"2022-05-03T14:58:50","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/?p=2942"},"modified":"2022-05-03T22:01:22","modified_gmt":"2022-05-03T15:01:22","slug":"22a11","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/2022\/05\/22a11\/","title":{"rendered":"KRISIS LAUT GLOBAL"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Laut merupakan salah satu hal yang paling misterius di bumi. Bagaimana tidak? Walaupun laut menutupi 70% permukaan bumi, menurut worldwideboat, lebih dari 95% laut belum terjamah, terjelajahi, ataupun terpetakan oleh manusia. Bahkan bagian laut terdalam, Palung Mariana, memiliki kedalaman 11,034 meter! Ketinggian Pegunungan Everest saja masih tertinggal jauh dari kedalaman Palung Mariana! Tidak hanya itu saja, walaupun asal usul kehidupan pertama masih menjadi tanda tanya, laut juga merupakan sumber kehidupan pertama di bumi,<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> lho<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Namun, dibalik kemisteriusan laut, ia memiliki peran yang sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan makhluk di bumi. Sebagai tempat hidup bagi lebih dari 2.2 juta spesies maritim, laut ternyata menyumbangkan sebanyak 50% dari keanekaragaman hayati di planet ini serta 80% dari keseluruhan oksigen di bumi! Laut juga memegang kunci dalam siklus air, siklus karbon, dan siklus nitrogen yang mengatur\u00a0 iklim dan cuaca di bumi dengan mengendalikan perpindahan panas di seluruh dunia. Selain dari itu, laut kerap kali dijadikan tempat\u00a0 sumber penghasilan bagi orang-orang seperti nelayan, nahkoda, anak buah kapal, serta penggiat pariwisata.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Jika diartikan secara terminologi, laut adalah sebuah perairan asin besar yang dikelilingi secara menyeluruh atau sebagian oleh daratan. Dalam arti yang lebih luas, laut adalah sistem perairan samudra berair asin yang saling terhubung di Bumi yang dianggap sebagai satu samudra global atau sebagai beberapa samudra utama. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, laut memiliki berbagai macam fungsi dan peran bagi kelangsungan kehidupan di planet kita. Tanpanya, kita tidak dapat menjalankan kehidupan kita seperti biasanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tetapi sayangnya laut yang dulu bukanlah laut yang sekarang. Ia bukanlah laut yang ada di benak kita dahulu. Ia tidak biru, indah, dan bersih lagi. Walaupun mengemban tugas yang krusial, laut sekarang malah dijadikan sebuah \u2018tempat sampah\u2019 raksasa bagi umat manusia. Semua ini diakibatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dalam mengeksploitasi sumber daya alam. Mereka telah lupa bahwa mereka harus membalas budi karena alam telah menyediakan segala sesuatunya dengan cara senantiasa menjaga dan melestarikan bumi. Laut yang dahulunya menjadi sumber dari kehidupan di bumi, sekarang malah dijadikan tempat untuk limbah kehidupan berlabuh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2022\/05\/image1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2943\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2022\/05\/image1.png\" alt=\"\" width=\"521\" height=\"391\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Foto pantai di Bali yang terkubur sampah<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Berbagai macam polutan telah menjejakkan dirinya di lautan. Namun, kali ini kita akan membahas beberapa yang perlu menjadi perhatian khusus bagi kita.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">1) <\/span> <span style=\"font-weight: 400\">Pengasaman laut\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pengasaman laut terjadi karena permukaan laut di bumi bertindak seperti spons di mana laut menyerap karbon dioksida yang ada di atmosfer bumi. Hal ini berdampak positif bagi pemanasan global karena kadar karbon dioksida di atmosfer dapat berkurang. Namun, terlalu banyak karbon dioksida dapat menyebabkan naiknya derajat keasaman (pH) air laut. Hal ini berpotensi mengubah seluruh ekosistem laut karena air laut yang terlalu asam dapat mengikis terumbu karang yang merupakan rumah dari 25% kehidupan makhluk laut. Berdasarkan data yang kami lansir dari oceanacidification-icc.org, pada era pra-revolusi industri, pH air laut telah turun sebesar 0.1 unit dari 8.2 menjadi 8.1 dan perubahannya menjadi 0.1 sampai 0.3 unit pada akhir abad ke-20.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">2)\u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400\">Sampah plastik\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sampah plastik tentunya menjadi salah satu masalah terbesar yang mengancam laut kita. Diperkirakan 8 juta ton sampah plastik mengalir ke laut setiap tahunnya, sedangkan saat ini, ada sekitar 5.25 triliun sampah plastik berada di laut kita. Sebanyak 269.000 ton mengambang dan 4 miliar microfiber\/km<\/span><span style=\"font-weight: 400\">2<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> bersembunyi di bawah permukaan. Salah satu hal yang patut disayangkan adalah Indonesia merupakan negara kedua penyumbang sampah plastik terbanyak dengan 3.2 metrik ton limbah plastik dibuang ke laut setiap tahunnya. Hal ini tentunya sangat mengganggu ekosistem laut. Tak jarang hewan laut ditemukan terdampar di pantai dengan kondisi terjerat jaring pancing atau dengan kondisi perut yang dipenuhi sampah plastik. Selain itu, menumpuknya sampah plastik di permukaan air laut juga dapat mengakibatkan matinya fitoplankton yang menjadi makanan udang dan ikan-ikan kecil karena terhalangnya sinar matahari. Menurut studi yang dilakukan oleh Plymouth University, sebanyak 700 juta makhluk laut terancam oleh sampah plastik dan sekitar 100 juta hewan laut telah mati karena limbah plastik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2022\/05\/image2-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2945\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2022\/05\/image2-1.png\" alt=\"\" width=\"1272\" height=\"848\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Seekor elang laut yang mati dengan kondisi perut penuh plastik<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">3) <\/span> <span style=\"font-weight: 400\">Eutrofikasi\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Eutrofikasi adalah kejadian di mana sebuah danau, sungai, atau laut sangat kaya akan mineral sehingga tanaman-tanaman air tumbuh subur di atas permukaannya. Hal ini dapat disebabkan oleh sisa pupuk tani yang terbawa arus air sehingga mengakibatkan naiknya pertumbuhan tanaman air. Eutrofikasi dapat membahayakan ekosistem bawah air karena kadar oksigen akan turun secara drastis dan menyebabkan kematian masal pada ekosistem bawah air.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">4)<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">Tumpahan minyak\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tumpahan minyak sering kali disebabkan oleh hasil operasi kapal tanker, perbaikan kapal tanker, tabrakan kapal tanker, serta perusahaan pengeboran minyak di laut. Sejak 1990 hingga 2020, ada sekitar 602 tumpahan minyak yang lebih dari 7 ton mencemari laut. Tumpahan minyak sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian organisme karena dapat mengurangi kadar oksigen di dalam air. Selain itu minyak dapat menutupi insang ikan dan menyebabkan iritasi pada kulit dan mata hewan laut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Hal-hal di atas merupakan akibat dari ulah manusia yang serakah dan acuh terhadap kondisi sekitarnya. Manusia terus mengeksploitasi sumber daya alam tanpa mempedulikan akibat dari perbuatannya. Tanpa disadari hal-hal di atas juga akan berdampak pada manusia seperti hukum karma. Apa yang mereka sebabkan pada alam pada akhirnya berbalik ke diri mereka sendiri. Ikan-ikan yang terpapar polusi, zat-zat berbahaya, ataupun tumpahan minyak akhirnya akan dimakan manusia sehingga dapat mengakibatkan masalah kesehatan seperti masalah hormonal, ginjal, saraf, dan sistem reproduksi. Terjadinya eutrofikasi juga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem bawah air dan dapat merugikan nelayan dan pekerja di bidang maritim lainnya sehingga menimbulkan kerugian yang cukup besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tingkat pencemaran laut di dunia sudah cukup mengkhawatirkan. Berbagai macam polutan telah mencemari laut kita. Jika hal-hal ini terus menerus terjadi, kita tidak merusak laut kita serta biota lautnya saja, tetapi juga akan memperparah akibat dari\u00a0 perubahan iklim.\u00a0 Oleh karena itu, kita harus menjaga lautan kita sebaik mungkin. Tetapi, bagaimana cara kita menjaga laut kita? Apa yang kita dapat lakukan? Ada beberapa hal terkait hal tersebut, yakni<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">1) menerapkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">reduce-reuse-recycle<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Untuk dapat berkontribusi dalam mengurangi polusi di laut, kita harus dapat menerapkan konsep <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">reduce-reuse-recycle<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Reduce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">:<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">mengurangi penggunaan kantong plastik, serta mengurangi penggunaan sedotan plastik dan menggantinya dengan sedotan kayu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Reuse<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">: menggunakan tas yang dapat digunakan kembali saat berbelanja, lebih memilih menggunakan kotak makan daripada styrofoam atau kertas nasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Recycle<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">: memisahkan plastik yang dapat didaur ulang serta mendaur ulang limbah menjadi barang-barang berguna<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">2) mengurangi penggunaan barang yang mengandung <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">microbeads<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Microbeads<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah plastik berwujud padat yang berukuran kurang dari 1 milimeter. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Microbeads <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ini<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">biasanya terdapat pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">hand sanitizer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, pasta gigi, pembersih wajah, dan lain-lain. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Microbeads<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tidak dapat terurai maupun larut di dalam air. Maka dari itu, jika <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">microbeads <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">mengalir ke sungai maupun laut,<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">hewan-hewan air dapat dengan mudah memakannya karena ukurannya yang sangat kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">3) mengurangi penggunaan pestisida, herbisida, dan insektisida<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Penggunaan pestisida, herbisida, ataupun insektisida yang berlebihan dapat mengakibatkan terjadinya eutrofikasi. Maka dari itu, kita harus meminimalisir penggunaannya atau menggantinya dengan insektisida yang ramah lingkungan dengan bahan baku organik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">4) mengikuti aksi sosial membersihkan pantai<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Ada banyak kegiatan yang bertemakan peduli lingkungan. Kita bisa ikut serta dalam kegiatan tersebut dan memberikan contoh nyata dalam menjaga laut dan pantai kita. Secara tidak langsung, kita juga dapat memberikan contoh kepada orang lain tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">5) speak-up <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tentang pentingnya kepedulian lingkungan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Untuk dapat membawa perubahan besar dari hal-hal kecil, dibutuhkan banyak pihak untuk dapat terlibat di dalamnya. Maka dari itu, kita harus dapat melakukan persuasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Seperti contohnya membuat poster tentang pentingnya menjaga lingkungan, atau mempromosikan untuk stop penggunaan sedotan plastik, dan lain-lain. Alhasil, semakin banyak orang yang melakukan hal kecil tersebut, akan semakin besar dampaknya bagi bumi kita.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Mungkin beberapa dari kita masih bertanya-tanya, \u201cMengapa sih kita harus menjaga laut?\u201d Ada beberapa alasan di antaranya<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">1) menjaga ketersediaan oksigen agar tetap seimbang<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Laut merupakan salah satu hal yang menopang kehidupan di bumi. Banyak peristiwa biologis yang memegang peran penting atas keberlangsungan kehidupan di bumi. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ganggang laut memproduksi kira-kira 80% oksigen yang ada di bumi. Jika laut kita rusak, ketersediaan oksigen kita juga akan terganggu dan dapat berdampak pada keseimbangan ekosistem kita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">2) membantu permasalahan perubahan iklim<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Seperti yang kita tahu, bumi kita sedang menghadapi masalah serius terkait dengan perubahan iklim. Namun ternyata, laut berkontribusi dalam mengatasi hal ini. Hal ini dikarenakan laut membantu panas berpindah ke kutub utara dan selatan sehingga meregulasi cuaca dan iklim kita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">3) menopang keberlangsungan ekonomi<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Menurut OECD, laut merupakan sumber mata pencaharian bagi 3 miliar orang di bumi. Selain itu, Menurut OECD, sekitar 90% barang-barang logistik dikirim melalui jalur laut. Hal ini pastinya membuat laut menjadi suatu hal yang penting dalam keberlangsungan seluruh bidang kehidupan di dunia. Tak hanya itu, laut juga merupakan salah satu objek wisata pilihan hampir seluruh orang di dunia, sehingga bidang pariwisata juga bergantung besar terhadap terjaganya laut kita. Beberapa contoh tersebut memberi kita gambaran akan pentingnya laut bagi kehidupan perekonomian dunia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">4) sumber bahan pangan dan sumber bahan obat-obatan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Laut kita merupakan sumber bahan pangan bagi seluruh makhluk hidup di bumi. Namun tidak hanya itu, banyak obat-obatan serta suplemen makanan yang mengandung vitamin dan mineral yang berguna bagi kesehatan. Misalnya omega 3, omega 6, dan omega 9 yang berguna bagi kesehatan jantung dan menurunkan kolesterol. Selain itu, rumput laut juga mengandung zat yang membantu melawan kanker usus besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Setelah tahu mengapa menjaga laut merupakan hal yang krusial dan mengetahui berbagai cara menjaga laut, kita harus dapat mengimplementasikan langkah-langkah tersebut dalam kehidupan nyata agar keseimbangan ekosistem seisi bumi dapat tetap lestari. Dengan terjaganya bumi kita, anak dan cucu kita kelak pun akan merasakan betapa indah dan asrinya bumi ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Referensi:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Laut\"><span style=\"font-weight: 400\">Laut &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.planetaid.org\/blog\/how-ocean-pollution-affects-humans#:~:text=Pollution%20does%20not%20only%20affect,environment%2C%20it%20also%20affects%20mankind.&amp;text=If%20humans%20are%20exposed%20to,our%20nervous%20systems%20and%20kidneys\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.planetaid.org\/blog\/how-ocean-pollution-affects-humans#:~:text=Pollution%20does%20not%20only%20affect,environment%2C%20it%20also%20affects%20mankind.&amp;text=If%20humans%20are%20exposed%20to,our%20nervous%20systems%20and%20kidneys.<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/plasticoceans.org\/the-facts\/#:~:text=We%20have%20developed%20a%20%E2%80%9Cdisposable,just%20once%20and%20thrown%20away.&amp;text=Annually%2C%20approximately%20500%20billion%20plastic,working%20life%E2%80%9D%20of%2015%20minutes.\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/plasticoceans.org\/the-facts\/#:~:text=We%20have%20developed%20a%20%E2%80%9Cdisposable,just%20once%20and%20thrown%20away.&amp;text=Annually%2C%20approximately%20500%20billion%20plastic,working%20life%E2%80%9D%20of%2015%20minutes.<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.oecd.org\/ocean\/topics\/ocean-shipping\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.oecd.org\/ocean\/topics\/ocean-shipping\/<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/news-oceanacidification-icc.org\/2021\/01\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/news-oceanacidification-icc.org\/2021\/01\/<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.greenqueen.com.hk\/plastic-pollution-balis-iconic-beaches-are-buried-in-plastic-with-60-tonnes-garbage-collected-each-day\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.greenqueen.com.hk\/plastic-pollution-balis-iconic-beaches-are-buried-in-plastic-with-60-tonnes-garbage-collected-each-day\/<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.itopf.org\/knowledge-resources\/data-statistics\/statistics\/#:~:text=The%20yearly%20average%20recorded%20in,spills%20were%20recorded%20in%202020.&amp;text=In%20the%202010s%20approximately%20164%2C000,95%25%20reduction%20since%20the%201970s\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.itopf.org\/knowledge-resources\/data-statistics\/statistics\/#:~:text=The%20yearly%20average%20recorded%20in,spills%20were%20recorded%20in%202020.&amp;text=In%20the%202010s%20approximately%20164%2C000,95%25%20reduction%20since%20the%201970s.<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.onegreenplanet.org\/animalsandnature\/marine-animals-are-dying-because-of-our-plastic-trash\/#:~:text=According%20to%20a%20study%20from,each%20year%20from%20plastic%20pollution\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.onegreenplanet.org\/animalsandnature\/marine-animals-are-dying-because-of-our-plastic-trash\/#:~:text=According%20to%20a%20study%20from,each%20year%20from%20plastic%20pollution.<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.condorferries.co.uk\/marine-ocean-pollution-statistics-facts\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.condorferries.co.uk\/marine-ocean-pollution-statistics-facts<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Laut merupakan salah satu hal yang paling misterius di bumi. Bagaimana tidak? Walaupun laut menutupi 70% permukaan bumi, menurut worldwideboat, lebih dari 95% laut belum terjamah, terjelajahi, ataupun terpetakan oleh manusia. Bahkan bagian laut terdalam, Palung Mariana, memiliki kedalaman 11,034 meter! Ketinggian Pegunungan Everest saja masih tertinggal jauh dari kedalaman Palung Mariana! Tidak hanya itu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":2944,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-2942","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2942","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2942"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2942\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2949,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2942\/revisions\/2949"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2944"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2942"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2942"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himstat\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2942"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}