Jakarta, Oktober 2026 – Himpunan Mahasiswa Statistika (HIMSTAT) BINUS University sukses menyelenggarakan Statistical Program for Smart Students (SPSS) 2026 pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Sebagai salah satu program unggulan HIMSTAT yang berskala nasional, SPSS 2026 menghadirkan rangkaian kegiatan berupa kompetisi statistika, kompetisi infografis, serta talkshow yang terbuka bagi mahasiswa dari berbagai universitas. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik, menunjukkan kompetensi dan inovasi, serta memperluas wawasan dan jejaring di bidang statistika dan data.
Mengusung tema besar “Sentinomics: Profiting from Engineered Chaos” dan tema talkshow “Profiting from Chaos: Finding Signal in a Synthetic Reality”, SPSS 2026 mengangkat fenomena bagaimana algoritma, media sosial, dan manipulasi digital dapat membentuk persepsi publik hingga menciptakan realitas sintetis di era modern. Di tengah derasnya arus informasi yang dipenuhi noise, bias, dan distraksi buatan, mahasiswa ditantang untuk tidak hanya memahami data, tetapi juga mampu membedakan informasi yang bermakna dari informasi yang menyesatkan. Melalui kompetisi dan sesi talkshow, SPSS 2026 diharapkan dapat mendorong peserta untuk berpikir kritis, mengolah informasi secara tepat, serta menghasilkan insight yang dapat mendukung pengambilan keputusan secara akurat dan strategis.
SMILE & GLANCE COMPETITION SPSS 2026
Sabtu, 10 Oktober 2026
Rangkaian SPSS 2026 diawali dengan pelaksanaan dua kompetisi utama pada pagi hari, yaitu SMILE Competition dan GLANCE Competition. Kedua kompetisi ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta pemahaman mereka dalam mengolah dan menyajikan informasi melalui pendekatan yang berbeda. SMILE Competition berfokus pada bidang Machine Learning, sedangkan GLANCE Competition berfokus pada bidang infografis. Melalui kedua kompetisi tersebut, peserta didorong untuk mengembangkan solusi dan menyampaikan informasi secara efektif berdasarkan kemampuan serta pendekatan yang mereka kuasai.
Rangkaian kompetisi dimulai dengan berkumpulnya para peserta sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia. Setelah seluruh peserta hadir dan persiapan selesai dilakukan, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan sebagai tanda dimulainya rangkaian kompetisi SMILE dan GLANCE. Pembukaan ini menjadi awal bagi para peserta untuk mempersiapkan diri dalam mempresentasikan hasil karya dan pekerjaan yang telah mereka kembangkan di hadapan dewan juri.
Pada sesi penilaian, setiap peserta mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan hasil pekerjaan masing-masing di hadapan tiga orang juri. Dalam SMILE Competition, peserta memaparkan hasil pengembangan proyek Machine Learning yang menjadi bagian dari kompetisi. Melalui presentasi tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk menjelaskan pendekatan yang digunakan, proses pengolahan data, serta hasil yang diperoleh dari proyek yang dikembangkan. Sesi ini juga menjadi wadah bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menerapkan metode dan pendekatan berbasis data terhadap permasalahan yang diangkat dalam kompetisi.
Dewan juri SMILE Competition terdiri atas Jeffrey Junior Tedjasulaksana, S.Kom., M.Kom., Dr. Wisnowan Hendy Saputra, S.Aktr., M.Stat., serta Lili Ayu Wulandhari, S.Si., M.Sc., Ph.D. Ketiga juri tersebut bertugas menilai hasil pekerjaan yang dipresentasikan oleh para peserta sesuai dengan bidang kompetisi yang diikuti.
Sementara itu, GLANCE Competition memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan hasil karya infografis yang telah dipersiapkan. Dalam sesi presentasi, peserta menjelaskan informasi yang disajikan, konsep visual yang digunakan, serta bagaimana pesan utama dapat dikomunikasikan secara jelas dan efektif melalui infografis. Melalui kompetisi ini, peserta tidak hanya ditantang untuk menyampaikan informasi secara menarik, tetapi juga untuk menyusun dan menyajikan informasi agar mudah dipahami oleh audiens.
Dewan juri GLANCE Competition terdiri atas Rinda Nariswari,S.Si., M.Si, Fabian Surya Pramudya, S.T., M.T., Ph.D., serta Erna Francisca Angela Sihotang, S.Stat., M.Kom. Para juri memberikan penilaian terhadap karya yang dipresentasikan oleh peserta dalam kompetisi infografis tersebut.
Selama proses presentasi berlangsung, peserta yang telah menyelesaikan gilirannya diarahkan untuk kembali ke ruang tunggu, sementara peserta berikutnya melanjutkan sesi presentasi sesuai dengan urutan yang telah ditentukan. Proses ini berlangsung hingga seluruh peserta dari kedua kompetisi menyelesaikan presentasi masing-masing. Setelah seluruh rangkaian presentasi selesai, sesi kompetisi pagi hari berakhir dan kegiatan dilanjutkan dengan persiapan menuju acara utama SPSS 2026 pada siang hari.
Melalui SMILE dan GLANCE Competition, SPSS 2026 memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan analitis, kreativitas, serta keterampilan komunikasi dalam menyampaikan hasil pekerjaan mereka. Kedua kompetisi ini juga menjadi bagian dari upaya HIMSTAT BINUS University untuk mendorong mahasiswa agar mampu mengembangkan potensi akademik dan menerapkan ilmu yang dimiliki dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital.
TALKSHOW SPSS 2026
Sabtu, 10 Oktober 2026
Setelah rangkaian kompetisi pada pagi hari, SPSS 2026 dilanjutkan dengan sesi talkshow pada siang hingga sore hari. Mengangkat tema “Profiting from Chaos: Finding Signal in a Synthetic Reality”, talkshow ini menjadi salah satu rangkaian utama yang mengajak peserta untuk memahami lebih jauh hubungan antara data, algoritma, dan pembentukan realitas digital. Di tengah banyaknya informasi yang beredar melalui berbagai platform digital, kemampuan untuk mengenali informasi yang dapat dipercaya, mengidentifikasi informasi palsu, serta mengolah data menjadi insight yang bernilai menjadi semakin penting.
Rangkaian talkshow diawali dengan pembukaan gerbang atau open gate, yang memberikan kesempatan kepada para peserta untuk memasuki area kegiatan dan mempersiapkan diri sebelum acara dimulai. Setelah proses registrasi dan persiapan peserta, acara secara resmi dibuka oleh Master of Ceremony (MC). Pembukaan ini menjadi awal dari rangkaian talkshow yang dirancang untuk memberikan wawasan akademik sekaligus mendorong peserta memahami pentingnya pengambilan keputusan berbasis data di tengah ketidakpastian informasi.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian sambutan dari empat perwakilan yang memiliki peran dalam penyelenggaraan dan pengembangan kegiatan akademik di lingkungan BINUS University dan HIMSTAT. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Acara SPSS 2026, Karina Widyawati, yang menyampaikan pengantar mengenai pelaksanaan kegiatan serta harapan agar SPSS dapat menjadi wadah yang bermanfaat bagi seluruh peserta. Selanjutnya, Ketua HIMSTAT periode 2026/2027, Josua Edward Budianto, menyampaikan sambutan mengenai peran kegiatan ini dalam mendukung pengembangan mahasiswa, khususnya dalam bidang statistika dan data.
Rangkaian sambutan kemudian dilanjutkan oleh Student Organization Advisor (SOA), Dr. Margaretha Ohyver S.Si., M.Si., yang memberikan pandangan mengenai pentingnya kegiatan organisasi dan akademik dalam mendukung proses pembelajaran mahasiswa. Setelah itu, Head of Mathematics and Statistics Department BINUS University, Fabian Surya Pramudya, S.T., M.T., Ph.D., menyampaikan sambutan terkait peran statistika dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan berbagai tantangan di era digital. Rangkaian sambutan ini menjadi bagian dari pembukaan resmi kegiatan sebelum peserta memasuki sesi utama talkshow.
Setelah seluruh rangkaian sambutan selesai, acara memasuki sesi utama, yaitu talkshow yang menghadirkan dua pembicara, Afifa Ayu Widhiyanthi dan Meitilda Yaung. Keduanya membawakan pembahasan yang berkaitan dengan tema “Profiting from Chaos: Finding Signal in a Synthetic Reality”, dengan fokus pada bagaimana individu dapat memahami informasi di tengah kompleksitas realitas digital serta mengolah data untuk menghasilkan nilai dan manfaat.
Dalam sesi ini, pembahasan diarahkan pada fenomena penyebaran informasi palsu dan bagaimana informasi tersebut dapat memengaruhi cara seseorang memahami suatu peristiwa atau mengambil keputusan. Peserta diajak untuk melihat bahwa tidak semua informasi yang beredar di ruang digital dapat diterima begitu saja. Oleh karena itu, kemampuan untuk membedakan informasi yang valid dari informasi yang menyesatkan, menilai relevansi sumber, serta memahami konteks di balik data menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan informasi modern.
Selain membahas proses identifikasi informasi, sesi talkshow juga mengangkat bagaimana data yang telah dikumpulkan dan disaring dapat diproses lebih lanjut untuk menghasilkan insight yang bernilai. Informasi yang awalnya terlihat tidak terstruktur atau dipenuhi noise dapat memberikan manfaat apabila dianalisis dengan pendekatan yang tepat. Melalui pemahaman tersebut, peserta diajak untuk melihat bagaimana pengolahan data dapat membantu menemukan pola, memahami peluang, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih strategis, termasuk dalam mengidentifikasi potensi keuntungan di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian.
Pembahasan ini sejalan dengan tema SPSS 2026 yang menekankan pentingnya kemampuan untuk menemukan sinyal bermakna di tengah realitas yang telah dipengaruhi oleh algoritma, bias, dan manipulasi digital. Peserta tidak hanya diajak untuk menjadi lebih kritis terhadap informasi yang diterima, tetapi juga untuk memahami bagaimana informasi tersebut dapat diolah menjadi dasar bagi keputusan yang lebih tepat. Dengan demikian, sesi talkshow diharapkan dapat memberikan perspektif baru mengenai peran statistika dan analisis data dalam memahami fenomena digital serta menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Setelah penyampaian materi dari kedua pembicara, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang melibatkan peserta, kedua pembicara, serta moderator. Pada sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, mendiskusikan materi yang telah dipaparkan, dan menggali lebih dalam berbagai hal yang berkaitan dengan identifikasi informasi palsu, pengolahan data, serta pemanfaatan insight dalam proses pengambilan keputusan. Interaksi ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperoleh penjelasan secara langsung sekaligus memperluas pemahaman melalui perspektif yang disampaikan oleh para pembicara.
Usai sesi tanya jawab, acara dilanjutkan dengan penyerahan plakat kepada kedua pembicara sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi, waktu, dan wawasan yang telah dibagikan selama talkshow berlangsung. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama sebagai bentuk penghargaan terhadap partisipasi para pembicara dan pihak yang terlibat dalam sesi tersebut. Penyerahan plakat dan dokumentasi ini menjadi bagian dari rangkaian apresiasi sekaligus mengabadikan momen berbagi pengetahuan dalam SPSS 2026.
Setelah sesi talkshow selesai, rangkaian acara memasuki pengumuman pemenang SMILE dan GLANCE Competition yang telah dilaksanakan pada pagi hari. Pada sesi ini, para peserta kembali mendapatkan kesempatan untuk mengetahui hasil kompetisi yang telah mereka ikuti. Pengumuman pemenang menjadi momen penting untuk mengapresiasi usaha, kemampuan, kreativitas, serta kerja keras para peserta dalam menyelesaikan dan mempresentasikan karya masing-masing. Selain menjadi bentuk penghargaan bagi para pemenang, sesi ini juga menjadi penutup rangkaian kompetisi yang merupakan bagian utama dari SPSS 2026.
Suasana kemudian dilanjutkan dengan sesi permainan Bingo yang menjadi salah satu aktivitas interaktif pada penghujung acara. Melalui permainan ini, peserta diajak untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang lebih santai setelah mengikuti rangkaian kompetisi dan talkshow. Sesi Bingo juga disertai dengan pembagian doorprize bagi peserta yang beruntung, sehingga menciptakan suasana yang lebih meriah dan memberikan kesempatan bagi peserta untuk menikmati pengalaman bersama di luar rangkaian kegiatan akademik.
Sebagai bagian dari rangkaian akhir kegiatan, acara dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama yang melibatkan peserta, panitia, serta pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan SPSS 2026. Sesi ini menjadi kesempatan untuk mengabadikan kebersamaan dan berbagai momen yang telah dilalui sepanjang kegiatan. Setelah seluruh rangkaian acara selesai, talkshow SPSS 2026 resmi ditutup.
Melalui penyelenggaraan SPSS 2026, HIMSTAT BINUS University berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan, serta membangun jejaring akademik dengan mahasiswa dari berbagai universitas. SMILE dan GLANCE Competition memberikan kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan dalam bidang Machine Learning dan infografis, sedangkan sesi talkshow menghadirkan ruang pembelajaran untuk memahami bagaimana data dan algoritma dapat membentuk realitas digital serta bagaimana informasi dapat diolah menjadi insight yang bermanfaat.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian SPSS 2026, diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman melalui kompetisi dan talkshow, tetapi juga membawa pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya berpikir kritis, memvalidasi informasi, dan mengambil keputusan berdasarkan data. Sejalan dengan tema yang diangkat, SPSS 2026 menjadi pengingat bahwa di tengah dunia yang dipenuhi noise dan ketidakpastian, kemampuan untuk menemukan sinyal yang bermakna merupakan langkah penting dalam menghasilkan insight yang tajam, akurat, dan strategis.
