    {"id":1789,"date":"2024-07-29T10:00:16","date_gmt":"2024-07-29T03:00:16","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himslaw\/?p=1789"},"modified":"2024-09-05T00:05:43","modified_gmt":"2024-09-04T17:05:43","slug":"kajipost-juli-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himslaw\/2024\/07\/kajipost-juli-2024\/","title":{"rendered":"KAJIPOST JULI (2024)"},"content":{"rendered":"<p><b>Tapera Disahkan, Pekerja dan Pengusaha Menyatakan Gugatan<\/b><\/p>\n<p><b>Sub bab:<\/b><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Apa itu tabungan perumahan rakyat (TAPERA)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Alasan masyarakat menggugat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Dampak TAPERA bagi rakyat yang sudah memiliki rumah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tanggapan pemerintah atas gugatan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li><b>Apa itu Tabungan Perumahan Rakyat (TAPERA)<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tapera, singkatan dari Tabungan Perumahan Rakyat, merupakan program pemerintah yang diatur dalam<\/span><b> Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024<\/b><span style=\"font-weight: 400\">. Program ini mewajibkan setiap warga negara Indonesia dan warga negara asing yang bekerja di Indonesia selama minimal 6 bulan untuk menabung secara berkala untuk dana perumahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dana Tapera hanya dapat digunakan untuk pembiayaan perumahan atau dikembalikan beserta keuntungannya setelah masa kepesertaan berakhir. Dana ini dikelola secara bersama dan saling membantu antar peserta untuk menyediakan dana murah jangka panjang yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan rumah yang layak dan terjangkau bagi pesertanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Peserta Tapera wajib memenuhi beberapa syarat, yaitu:<\/b><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Warga Negara Indonesia <\/span><b>(\u201cWNI\u201d)<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> atau Warga Negara Asing <\/span><b>(\u201cWNA\u201d)<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> pemegang visa kerja di Indonesia minimal 6 bulan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Berusia minimal 20 tahun atau sudah menikah saat mendaftar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Memiliki penghasilan minimal sebesar Upah Minimum <\/span><b>(\u201cUM\u201d)<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> untuk Pekerja, dan di bawah UM untuk Pekerja Mandiri.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><b>Manfaat Tapera bagi peserta:<\/b><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Membantu memiliki rumah yang layak dan terjangkau.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Meningkatkan akses terhadap pembiayaan perumahan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mendapatkan keuntungan dari investasi dana Tapera.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tapera merupakan program yang diharapkan dapat membantu masyarakat Indonesia untuk memiliki rumah yang layak dan terjangkau.<\/span><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Alasan Masyarakat Menggugat<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Masyarakat di Indonesia menggugat program Tabungan Perumahan Rakyat <\/span><b>(\u201cTapera\u201d)<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> ke Mahkamah Konstitusi (MK) dengan beberapa alasan yang signifikan. Para pemohon mengkritik keberlakuan Pasal 7 ayat (1) UU Tapera karena dianggap menguras pendapatan masyarakat rendah, terutama karena biaya hidup semakin tinggi dan adanya potongan BPJS serta biaya lainnya. Adanya kebijakan dan implementasi yang tidak jelas, muncul kekhawatiran dalam masyarakat bahwa implementasi program Tapera tidak transparan dan kebijakan yang terkait belum terdefinisi dengan jelas, termasuk mengenai manfaat yang akan diterima peserta. Gugatan ini mencerminkan resistensi dari sebagian besar masyarakat terhadap program Tapera.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, beberapa pihak, termasuk Asosiasi Pengusaha Indonesia <\/span><b>(\u201cApindo\u201d)<\/b><span style=\"font-weight: 400\">, juga menolak program Tapera karena dianggap menambah beban baik bagi pemberi kerja maupun pekerja. Upaya ini menunjukkan perdebatan yang sedang berlangsung mengenai kebijakan ini di Indonesia.\u00a0<\/span><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Dampak TAPERA Bagi Rakyat yang Sudah Memiliki Rumah<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Komisioner Badan Pengelolaan Tapera (<\/span><b>\u201cBP Tapera\u201d<\/b><span style=\"font-weight: 400\">), Heru Pudyo Nugroho, dalam wawancaranya menyatakan bahwa subsidi dan fasilitas pembiayaan perumahan yang diadakan oleh pemerintah kurang lebih dalam setahun hanya 250.000 unit, sedangkan keluarga yang belum memiliki rumah berkisar 700.000 hingga 800.000 per tahun. Dengan diterapkannya tabungan Tapera, masyarakat yang sudah memiliki rumah dapat terlibat aktif membantu pemerintah dengan memberikan sebagian tabungannya sebagai subsidi biaya Kredit Pemilikan Rumah (<\/span><b>\u201cKPR\u201d<\/b><span style=\"font-weight: 400\">) masyarakat yang belum memiliki rumah. Hal ini sejalan dengan prinsip Tapera yaitu gotong royong.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Masyarakat yang sudah memiliki rumah juga akan menikmati tabungannya, karena uang yang ditabung (pokok simpanan) dan hasil pemupukannya akan dikembalikan paling lama 3 bulan setelah berakhirnya masa kepesertaan yaitu ketika peserta pensiun, berumur 58 tahun, meninggal dunia, dan peserta tidak memenuhi kriteria sebagai peserta selama lima tahun berturut-turut.\u00a0<\/span><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Tanggapan Pemerintah atas Gugatan<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pemerintah memiliki argumen dan pembelaan mengenai urgensi pelaksanaan program Tapera yang akan diterapkan tercepat pada 2027.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Tapera bukanlah uang yang hilang, melainkan tabungan yang dapat digunakan untuk memiliki rumah. Mereka mengatakan bahwa aturan harus dipahami terlebih dahulu sebelum menolaknya. Pemerintah menekankan pentingnya pengelolaan dana Tapera yang transparan dan tidak ada penyelewengan. Mereka juga menekankan bahwa pilihannya untuk pengembang atau developer harus berlandaskan legalitas perusahaan dan perizinan yang jelas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pro dan kontra terkait rencana pelaksanaan program Tapera adalah hal yang wajar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cDalam kebijakan baru itu, masyarakat juga ikut berhitung, baik mereka mampu atau tidak, berat atau tidak berat. Seperti dulu BPJS, di luar yang BPI (bantuan penerima iuran) yang gratis 96 juta orang, juga ramai, tapi setelah berjalan, saya kira mereka merasakan manfaatnya, seperti rumah sakit yang tidak dipungut biaya. Hal-hal seperti itu yang akan dirasakan setelah berjalan. Kalau belum, biasanya pro dan kontra,\u201d katanya.<\/span><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Kesimpulan<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) adalah program pemerintah Indonesia yang mewajibkan warga negara dan warga asing yang bekerja minimal 6 bulan di Indonesia untuk menabung secara berkala guna pembiayaan perumahan. Tujuannya adalah meningkatkan akses terhadap perumahan terjangkau. Meskipun Tapera memberikan manfaat seperti kepemilikan rumah yang terjangkau, program ini juga menuai kritik terkait potongan penghasilan yang dianggap memberatkan masyarakat rendah dan ketidakjelasan implementasi. Pemerintah mempertahankan program ini sebagai langkah gotong royong untuk mendukung pemilikan rumah, meskipun menghadapi perdebatan dan gugatan di Mahkamah Konstitusi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Brilian, A. P. (2024, May 31). Kalau Pekerja Sudah Punya Rumah, Tapera untuk Apa?. Retrieved July 12, 2024, from Detik Properti website: <\/span><a href=\"https:\/\/www.detik.com\/properti\/berita\/d-7366801\/kalau-pekerja-sudah-punya-rumah-tapera-untuk-apa\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.detik.com\/properti\/berita\/d-7366801\/kalau-pekerja-sudah-punya-rumah-tapera-untuk-apa<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">CNN Indonesia. (2024, June 1). Kapan Dana Tapera Bisa Dicairkan?. Retrieved July 12, 2024, from CNNIndonesia.com website: <\/span><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/ekonomi\/20240530144026-78-1103809\/kapan-dana-tapera-bisa-dicairkan#:~:text=CNN%20Indonesia%20%2D%2D-,Dana%20Tabungan%20Perumahan%20Rakyat%20(Tapera)%20bisa%20dicairkan%20jika%20kepesertaan%20sudah,Tahun%202020%20tentang%20Penyelenggaraan%20Tapera\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.cnnindonesia.com\/ekonomi\/20240530144026-78-1103809\/kapan-dana-tapera-bisa-dicairkan#:~:text=CNN%20Indonesia%20%2D%2D-,Dana%20Tabungan%20Perumahan%20Rakyat%20(Tapera)%20bisa%20dicairkan%20jika%20kepesertaan%20sudah,Tahun%202020%20tentang%20Penyelenggaraan%20Tapera<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Laksono, M. Y. (2024 May 31). Ini Alasan Pekerja Sudah Punya Rumah Tetap Wajib Jadi Peserta Tapera. Retrieved July 12, 2024, from Kompas.com website: <\/span><a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/properti\/read\/2024\/05\/31\/174453021\/ini-alasan-pekerja-sudah-punya-rumah-tetap-wajib-jadi-peserta-tapera\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.kompas.com\/properti\/read\/2024\/05\/31\/174453021\/ini-alasan-pekerja-sudah-punya-rumah-tetap-wajib-jadi-peserta-tapera<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Luthfiana, H. (2024, May 31). Jusuf Kalla hingga Himperra Dukung Tapera di Tengah Ramainya Kritik, Ini Alasannya. Retrieved July 11, 2024, from Tempo website: <\/span><a href=\"https:\/\/nasional.tempo.co\/read\/1874257\/jusuf-kalla-hingga-himperra-dukung-tapera-di-tengah-ramainya-kritik-ini-alasannya\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/nasional.tempo.co\/read\/1874257\/jusuf-kalla-hingga-himperra-dukung-tapera-di-tengah-ramainya-kritik-ini-alasannya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Nugraha, D. W. (2024, June 1). Komentar soal Tapera: dari Presiden Jokowi, Iwan Fals, hingga Soleh Solihun. Retrieved July 11, 2024, from kompas.id website: <\/span><a href=\"https:\/\/www.kompas.id\/baca\/ekonomi\/2024\/06\/01\/dari-presiden-sampai-iwan-fals-mereka-tanggapi-dan-singgung-polemik-tapera\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.kompas.id\/baca\/ekonomi\/2024\/06\/01\/dari-presiden-sampai-iwan-fals-mereka-tanggapi-dan-singgung-polemik-tapera<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Wibawana, Widhia Arum. (2024, 28 Mei). Apa Itu Tapera? Simak Penjelasan Aturan hingga Besaran Iurannya, from detiknews website: <\/span><a href=\"https:\/\/news.detik.com\/berita\/d-7361181\/apa-itu-tapera-simak-penjelasan-aturan-hingga-besaran-iurannya\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/news.detik.com\/berita\/d-7361181\/apa-itu-tapera-simak-penjelasan-aturan-hingga-besaran-iurannya<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tapera Disahkan, Pekerja dan Pengusaha Menyatakan Gugatan Sub bab: Apa itu tabungan perumahan rakyat (TAPERA) Alasan masyarakat menggugat Dampak TAPERA bagi rakyat yang sudah memiliki rumah Tanggapan pemerintah atas gugatan Apa itu Tabungan Perumahan Rakyat (TAPERA) Tapera, singkatan dari Tabungan Perumahan Rakyat, merupakan program pemerintah yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,12],"tags":[],"class_list":["post-1789","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-himslaw-rubric","category-himslaw-kajipost"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himslaw\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1789","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himslaw\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himslaw\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himslaw\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himslaw\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1789"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himslaw\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1789\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1795,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himslaw\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1789\/revisions\/1795"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himslaw\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1789"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himslaw\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1789"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himslaw\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1789"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}