    {"id":1605,"date":"2023-08-16T20:25:32","date_gmt":"2023-08-16T13:25:32","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himslaw\/?p=1605"},"modified":"2023-08-16T20:25:32","modified_gmt":"2023-08-16T13:25:32","slug":"kajipost-agustus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himslaw\/2023\/08\/kajipost-agustus\/","title":{"rendered":"KAJIPOST AGUSTUS"},"content":{"rendered":"<p><b>Indonesia, Negara Pertama Asia Tenggara yang Menjadi Anggota OECD<\/b><\/p>\n<p><b>Subtopic :\u00a0<\/b><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Apa itu OECD?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Alasan Indonesia Layak Menjadi Anggota OECD<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Lampu Hijau Indonesia Resmi Menjadi Anggota OECD<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><b>Apa itu OECD?<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">OECD atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Organization for Economic Co-operation and Development<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah organisasi internasional yang bekerja mengembangkan kebijakan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. Organisasi ini didirikan pada tahun 1960 oleh 18 negara Eropa serta Amerika Serikat dan Kanada dengan tujuan meningkatkan kerja sama ekonomi dan pembangunan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">OECD adalah inter-governmental organisasi yang misinya adalah menciptakan ekonomi dunia yang lebih kuat, lebih bersih, dan lebih adil. Dalam prosesnya, OECD membantu pembuat kebijakan dalam mengatasi isu-isu global terkini dan berupaya mengidentifikasi solusi kebijakan yang dapat diterapkan untuk mencapai manfaat optimal dari globalisasi, sekaligus mengatasi berbagai tantangan dan mengatasi masalah ekonomi, sosial, dan tata kelola yang baik (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">good governance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">).<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai global <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">standard-setter<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> di berbagai bidang, OECD telah menghasilkan berbagai analisis, laporan, dan rekomendasi yang telah dijadikan referensi utama, panduan, serta benchmark yang tidak hanya dimanfaatkan oleh negara-negara anggota, tetapi juga oleh negara non-anggota serta berbagai lembaga dunia. Dengan kualitas analitis yang diakui dan didukung oleh data yang komprehensif, OECD telah berkontribusi dan memainkan peran penting dalam mengatasi berbagai masalah ekonomi dan pembangunan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Mayoritas anggota OECD adalah negara dengan tingkat ekonomi yang sangat tinggi pada Indeks Pembangunan Manusia dan karena itu umumnya dianggap sebagai negara maju. Mengutip situs OECD, organisasi tersebut saat ini beranggotakan 38 orang, termasuk AS, Inggris, Selandia Baru, Italia, Jepang, Jerman, dan Prancis.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Diawali dengan keikutsertaan Indonesia dalam berbagai pertemuan OECD dan melakukan berbagai kajian dan penilaian terhadap berbagai kebijakan Pemerintah Republik Indonesia, sehingga Indonesia saat ini menjadi anggota OECD <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Development Center<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (DC). DC diciptakan untuk membantu pembuat kebijakan menemukan solusi kebijakan yang dapat mendorong pertumbuhan dan meningkatkan standar hidup di negara berkembang dan ekonomi yang bertumbuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kerja sama Indonesia dengan OECD antara lain mencakup kebijakan perpajakan yang memberikan kepastian korporasi yang lebih besar, kebijakan ekonomi makro yang lebih kuat, dan tata kelola yang lebih baik. Indonesia menjadi negara mitra strategis pertama OECD yang menandatangani <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Framework Cooperation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Agreement pada tahun 2012. Kemitraan antara OECD dan Indonesia yang telah terjalin selama ini berperan penting dalam peningkatan peningkatan kerjasama, termasuk di dalamnya peluncuran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Southeast Asia Regional Program<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tahun 2014 untuk mendukung kawasan ASEAN dalam prioritas nasional, reformasi kebijakan, dan upaya integrasi kawasan, pada akhirnya memunculkan Cetak Biru Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Economic Blueprint<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">).<\/span><\/p>\n<p><b>Alasan Indonesia layak menjadi anggota OECD<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Indonesia sangat pantas untuk menjadi anggota OECD dikarenakan Organisasi tersebut dikenal menerapkan standar yang tinggi dalam proses manajemennya, baik dalam pengembangan legislasi maupun dalam penerapan standar. Penerapan standar inilah tergolong dalam suatu proses pembentukan perundangan sampai jenis regulasi serta standar yang dilaksanakan pada Kementrian dan Lembaga. Selain itu, Indonesia telah dinilai berhasil dalam memimpin KTT G20 serta memimpin Asean pada saat sekarang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menurut Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, keanggotaan OECD penting untuk mendorong Indonesia melaksanakan program yang memenuhi standar negara maju. \u201cTentu<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">kita<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">berharap<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">dalam<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">proses<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">menjadi<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">negara<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">maju,<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">keanggotaan<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">OECD<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">menjadi<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">sangat<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">penting,\u201d<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">ujar<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">Menko<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">Airlangga.<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> Hingga saat ini, negara-negara Asia yang telah menjadi anggota OECD hanya Jepang dan Korea Selatan.<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Indonesia Dapat Lampu Hijau Jadi Anggota OECD<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> Menko Airlangga optimis Indonesia akan menjadi anggota OECD dalam 3-4 tahun. Jika berhasil, Indonesia akan menjadi negara ketiga di Asia. Ia mengatakan <\/span><span style=\"font-weight: 400\">&#8220;<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Indonesia saat ini sedang belajar untuk menjadi anggota OECD. Responsnya sangat positif dan Indonesia kini menjadi key partner, artinya kita diundang ke setiap pertemuan OECD.\u201d<\/span><\/p>\n<p><b>Lampu Hijau Indonesia resmi menjadi anggota OECD<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pemerintah mengatakan bahwa partisipasi indonesia sebagai anggota OECD dapat sangat membantu Indonesia dalam merealisasikan mimpinya menjadi negara maju. Maka dari itu Pemerintah menyatakan rencananya\u00a0 untuk menjadi anggota Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD. Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan pembahasan dengan Sekretaris Jendral OECD, Mathias Cormann, mengenai rencana tersebut. Pasalnya, perekonomian indonesia tetap berjalan dan berlanjut di tengah berbagai ketidakpastian global yang terjadi selain itu keberhasilan Indonesia dalam memimpin G20 memberikan kesan yang baik pada OECD sehingga keanggotaan indonesia dalam organisasi tersebut disambut dengan baik oleh seluruh anggota sehingga lampu hijau telah tampak untuk indonesia menjadi anggota OECD, dengan masuknya indonesia sebagai anggota OECD diyakini dapat sangat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Karena, OECD nantinya dapat membantu Indonesia merumuskan kebijakan-kebijakan yang tepat berkaitan dengan ekonomi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Akan tetapi rencana untuk menjadi negara anggota OECD belum akan terealisasi dalam waktu dekat. Airlangga menyebutkan, setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 4-5 tahun untuk menjadi anggota organisasi tersebut, dalam waktu dekat OECD akan membuat roadmap untuk segera menjadikan Indonesia sebagai anggota tetap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><strong>Referensi :<\/strong>\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Detikfinance. \u201c<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Ekonomi Bangkit, RI Segera Jadi Anggota OECD Pertama di Asia Tenggara\u201d. <\/span><a href=\"https:\/\/finance.detik.com\/berita-ekonomi-bisnis\/d-6843223\/ekonomi-bangkit-ri-segera-jadi-anggota-oecd-pertama-di-asia-tenggara\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/finance.detik.com\/berita-ekonomi-bisnis\/d-6843223\/ekonomi-bangkit-ri-segera-jadi-anggota-oecd-pertama-di-asia-tenggara<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Cnnindonesia. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">\u201c<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400\">Indonesia Bakal Jadi Anggota OECD Pertama dari ASEAN\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/ekonomi\/20230726182220-92-978237\/indonesia-bakal-jadi-anggota-oecd-pertama-dari-asean\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.cnnindonesia.com\/ekonomi\/20230726182220-92-978237\/indonesia-bakal-jadi-anggota-oecd-pertama-dari-asean<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Fiskal.kemenkeu. \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Indonesia-OECD Perbarui Kerja Sama untuk Ekonomi yang Lebih Tangguh, Berkelanjutan, dan Inklusif\u201d. <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/fiskal.kemenkeu.go.id\/publikasi\/siaran-pers-detil\/418\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/fiskal.kemenkeu.go.id\/publikasi\/siaran-pers-detil\/418<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Fiskal.kemenkeu. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">\u201c<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400\">Pemetaan Kerja Sama RI &#8211; OECD\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><a href=\"https:\/\/fiskal.kemenkeu.go.id\/kajian\/2015\/12\/29\/150104299718522-pemetaan-kerja-sama-ri-oecd#:~:text=Organization%20of%20Economic%20Co%2Doperation,cleaner%2C%20fairer%20world%20economy\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/fiskal.kemenkeu.go.id\/kajian\/2015\/12\/29\/150104299718522-pemetaan-kerja-sama-ri-oecd#:~:text=Organization%20of%20Economic%20Co%2Doperation,cleaner%2C%20fairer%20world%20economy<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">).\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">ekon.go.id . <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">\u201c<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400\">Menko Airlangga: Indonesia Siap Menuju Negara Maju Berpenghasilan Tinggi dengan Manfaatkan Bonus Demografi\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><a href=\"https:\/\/www.ekon.go.id\/publikasi\/detail\/5283\/menko-airlangga-indonesia-siap-menuju-negara-maju-berpenghasilan-tinggi-dengan-manfaatkan-bonus-demografi\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.ekon.go.id\/publikasi\/detail\/5283\/menko-airlangga-indonesia-siap-menuju-negara-maju-berpenghasilan-tinggi-dengan-manfaatkan-bonus-demografi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Money.kompas. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">\u201c<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400\">Indonesia Dapat Lampu Hijau Jadi Anggota OECD\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><a href=\"https:\/\/money.kompas.com\/read\/2023\/07\/20\/130900226\/indonesia-dapat-lampu-hijau-jadi-anggota-oecd\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/money.kompas.com\/read\/2023\/07\/20\/130900226\/indonesia-dapat-lampu-hijau-jadi-anggota-oecd<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Ekonomi.bisnis. : <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">\u201c<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400\">Indonesia Bersiap Jadi Anggota OECD, Menko Airlangga Beberkan Keuntungannya\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><a href=\"https:\/\/ekonomi.bisnis.com\/read\/20230720\/9\/1676463\/indonesia-bersiap-jadi-anggota-oecd-menko-airlangga-beberkan-keuntungannya\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/ekonomi.bisnis.com\/read\/20230720\/9\/1676463\/indonesia-bersiap-jadi-anggota-oecd-menko-airlangga-beberkan-keuntungannya<\/span><\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Rmol.id. : \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Naik Kelas jadi Negara Maju, Airlangga Bicara Pentingnya Indonesia Masuk OECD<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u201d. <\/span><a href=\"https:\/\/politik.rmol.id\/read\/2023\/07\/20\/582129\/naik-kelas-jadi-negara-maju-airlangga-bicara-pentingnya-indonesia-masuk-oecd\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/politik.rmol.id\/read\/2023\/07\/20\/582129\/naik-kelas-jadi-negara-maju-airlangga-bicara-pentingnya-indonesia-masuk-oecd<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia, Negara Pertama Asia Tenggara yang Menjadi Anggota OECD Subtopic :\u00a0 Apa itu OECD? Alasan Indonesia Layak Menjadi Anggota OECD Lampu Hijau Indonesia Resmi Menjadi Anggota OECD Apa itu OECD? OECD atau Organization for Economic Co-operation and Development adalah organisasi internasional yang bekerja mengembangkan kebijakan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. Organisasi ini didirikan pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-1605","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-himslaw-rubric"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himslaw\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1605","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himslaw\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himslaw\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himslaw\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himslaw\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1605"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himslaw\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1605\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1606,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himslaw\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1605\/revisions\/1606"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himslaw\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1605"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himslaw\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1605"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himslaw\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1605"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}