KAJIPOST SEPTEMBER

KTT Asean 2023: Indonesia Menjadi Tuan Rumah

Subtopik:

  1. Apa itu KTT ASEAN?
  2. Indonesia Resmi menjadi Tuan Rumah
  3. Bagaimana hasil KTT ASEAN?

Apa itu KTT ASEAN?

ASEAN atau Association of Southeast Asian Nations merupakan Perhimpunan Bangsa-bangsa di Asia Tenggara terbentuk pada 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Terdapat lima negara pendiri ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. 

Selama ASEAN terbentuk, banyak dampak positif yang dirasakan dari perhimpunan ini, sehingga pada tahun 2022 menyebabkan bertambahnya jumlah anggota ASEAN sebanyak 6 negara menjadi total 11 negara anggota, yaitu Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, Kamboja, dan Timor. Timur.

Indonesia sudah tiga kali berperan menjadi Keketuaan ASEAN pada tahun 1976, 2003, 2011, yang menghasilkan capaian yang terbukti mendorong kemajuan negara ASEAN. 

KTT ASEAN atau Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN adalah pertemuan tahunan para pemimpin negara anggota yang termasuk ke dalam anggota ASEAN. KTT ASEAN menjadi forum penting di mana para pemimpin negara anggota berkumpul untuk membahas isu-isu strategis, kerja sama regional, perkembangan ekonomi, dan masalah keamanan negara di kawasan Asia Tenggara. KTT ASEAN menjadi salah satu acara pertemuan bilateral antar negara yang sangat penting diselenggarakan sebanyak dua kali dalam satu tahun. Indonesia tahun ini akan kembali menggelar KTT ASEAN ke-43 di Jakarta.

Tujuan dari diadakannya KTT ASEAN adalah untuk menciptakan perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan di Asia Tenggara. Selain itu, KTT ASEAN juga untuk memperkuat integrasi ekonomi antar negara anggota dengan mengurangi hambatan perdagangan. 

Indonesia Resmi menjadi Tuan Rumah

Setelah sukses menggelar Presidensi G20 pada tahun 2022 kemarin, Indonesia tahun ini mendapat kepercayaan besar untuk menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2023, dipilih nya Indonesia sebagai tuan rumah KTT ASEAN tahun ini adalah bukti bahwa Indonesia memiliki peran serta potensi yang penting dalam mewujudkan tujuan pembentukan ASEAN, yaitu menciptakan kawasan Asia Tenggara yang damai, aman, stabil, dan sejahtera.  

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN ini adalah yang pertama dari dua KTT dibawah kepemimpinan Indonesia di ASEAN 2023. Pada KTT pertama yang telah terlaksana pada mei lalu, hal yang menjadi fokus utama pembahasan para pemimpin ASEAN adalah isu internal ASEAN serta isu penting lainnya di kawasan dan di luar kawasan ASEAN.

Sementara pada KKT ke-43 yang telah dilaksanakan pada September 2023 di Jakarta, para pemimpin ASEAN serta Pemimpin Negara Mitra ASEAN membahas perkembangan serta penguatan kerja sama ASEAN dengan mitra eksternal selain itu dalam KTT kali ini juga menghasilkan sejumlah keputusan dan deklarasi yang disepakati bersama pada bidang ekonomi, keamanan, dan kemanusiaan.

Presiden Joko Widodo yakin bahwa ASEAN mampu menghadapi berbagai tantangan global yang saat ini terjadi. “Saya yakin kita semuanya percaya ASEAN bisa , asalkan satu kuncinya persatuan, dengan persatuan ASEAN akan mampu menjadi pemain sentral dalam membawa perdamaian dan pertumbuhan,” ucapnya. Maka dari itu, dengan tegas Presiden Joko Widodo mengajak para Kepala Negara/Kepala Pemerintahan yang hadir untuk bersama-sama memperkuat persatuan negara negara ASEAN. 

Bagaimana hasil KTT ASEAN?

KTT ASEAN ke-43 menghasilkan sejumlah keputusan dan deklarasi yang disepakati bersama pada Kamis, 7 September 2023 di Jakarta. Mengutip Antara News, berikut beberapa keputusan yang disepakati para pemimpin dan mitra negara-negara ASEAN. yaitu sebagai berikut : 

Bidang Keamanan :

  • Menjaga stabilitas regional. Setiap negara ASEAN menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas kawasan dan menciptakan lingkungan yang aman bagi semua orang.
  • ASEAN telah mengimplementasikan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) untuk menanggapi permasalahan di kawasan Indo-Pasifik dan menciptakan landasan strategis yang kokoh untuk mengatasi tantangan kawasan.
  • Perdamaian di laut Timur, Para pihak sepakat untuk melaksanakan sepenuhnya Deklarasi Perilaku Para Pihak untuk menjaga perdamaian di Laut Timur dan menekankan pentingnya menghormati hukum internasional, termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut 1982 (UNCLOS).
  • Mekanisme troika untuk Myanmar Pembentukan mekanisme Troika digagas untuk mengatasi krisis di Myanmar, yang menunjukkan komitmen ASEAN dalam menangani situasi sulit.

Bidang Kemanusiaan : 

  • Memajukan dan melindungi hak asasi manusia. KTT ini menekankan pentingnya memperkuat pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia di kawasan melalui dialog konstruktif.
  • Berfokus pada akses anak terhadap pendidikan anak usia dini yang berkualitas, dengan menekankan pentingnya berinvestasi untuk masa depan generasi muda.
  • Berfokus pada para pemimpin ASEAN berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi dalam mempromosikan pemberdayaan perempuan, mengangkat peran kunci perempuan dalam pembangunan.

Bidang Ekonomi : 

  • ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi mengatakan pihaknya berada pada jalur yang tepat untuk menjadi pusat pertumbuhan yang menampilkan potensi ekonomi kawasan.
  • . Kerjasama ditingkatkan di bidang peningkatan ketahanan pangan, energi, kesehatan dan sektor keuangan.
  • ekosistem kendaraan listrik, Dukungan dari Jepang, Tiongkok, dan Korea akan mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di ASEAN, sehingga menciptakan peluang baru bagi industri otomotif.
  • Kerja sama ekonomi digital telah diperkuat, terutama dalam pelatihan, keamanan siber, dan pembangunan infrastruktur, yang menggambarkan langkah-langkah menuju transformasi digital.
  • kerangka ekonomi hijau Penerapan Kerangka Ekonomi Hijau ASEAN (BEF), menunjukkan komitmen terhadap kerja sama ekonomi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Selain itu, terdapat dua kesepakatan lainnya, diantaranya yaitu : 

  • Ketua ASEAN pada tahun 2026 akan dipegang oleh Filipina, menggantikan Myanmar. Perjanjian ini merupakan bentuk diskusi antara Indonesia dengan negara ASEAN lainnya karena kondisi di Myanmar yang kurang menguntungkan.
  • Para pemimpin ASEAN sepakat untuk mengubah nama Sekretariat ASEAN menjadi Markas Besar ASEAN atau ASEAN Headquarters. Para pemimpin ASEAN berharap Sekretariat ASEAN akan diperkuat sejalan dengan prioritas ASEAN saat ini.

Sumber: