    {"id":3843,"date":"2022-04-30T22:56:15","date_gmt":"2022-04-30T15:56:15","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/?p=3843"},"modified":"2022-04-30T22:56:15","modified_gmt":"2022-04-30T15:56:15","slug":"penerapan-supply-chain-management-bagi-perusahaan-manufaktur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/2022\/04\/penerapan-supply-chain-management-bagi-perusahaan-manufaktur\/","title":{"rendered":"Penerapan Supply Chain Management bagi Perusahaan Manufaktur"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" style=\"font-style: normal;font-weight: 400;font-family: 'Open Sans', Helvetica, Arial, sans-serif;font-size: 14px\" src=\"https:\/\/blog-media.lifepal.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/25130936\/perusahaan-manufaktur-wp-768x545.jpg\" alt=\"perusahaan manufaktur di Indonesia\" width=\"538\" height=\"382\" \/><\/p>\n<p><em>Referensi : <\/em><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/lifepal.co.id\/media\/perusahaan-manufaktur-terdaftar-bei\/\">https:\/\/lifepal.co.id\/media\/perusahaan-manufaktur-terdaftar-bei\/<\/a><\/p>\n<p>Pada zaman dahulu saat ingin melakukan pengiriman, suatu perusahaan harus memperkirakan\u00a0 permintaan pasar terlebih dahulu dan terkadang ada yang tidak sesuai dengan target pasar. Maka\u00a0 dari itu diperlukan kerja sama dengan perusahaan lainnya seperti dengan <em>supplier, distributor, dan customer<\/em>\u00a0. Suatu perusahaan mulai sadar bahwa untuk menyediakan produk yang murah, berkualitas, dan cepat, tentu tidak dapat dilakukan tanpa adanya kerja sama. \u00a0Semakin lama suatu perusahaan akan menyadari adanya produk murah, cepat, tetapi tetap terjamin kualitasnya. Dengan tujuan untuk memproduksi barang\/jasa dengan harga murah serta kualitas terbaik maka lahirlah konsep <em>Supply Chain Management<\/em>\u00a0<em> (SCM).<\/em><\/p>\n<p><em>Supply\u00a0<\/em><em> Chain Management\u00a0(SCM)<\/em> adalah kegiatan yang meliputi perencanaan, pengaturan, dan penjadwalan arus produk, mulai dari pengimplementasian jalannya arus produk, hingga ke proses distribusi produk kepada konsumen. Sederhananya, <em>Supply Chain Management<\/em><em>\u00a0<\/em>\u00a0adalah strategi yang berhubungan dengan kegiatan produksi, <em>shipping<\/em>\u00a0, dan distribusi produk dari perusahaan kepada <em>customer-<\/em>nya.<\/p>\n<p>Dengan\u00a0<em>Supply Chain Management<\/em><em>\u00a0<\/em>, diharapkan dapat membantu dalam mengoptimalkan sumber daya dan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan agar dapat bekerja dengan efisien.<\/p>\n<p><strong>Tahapan dari <em>Supply Chain Management<\/em> <\/strong>\u00a0<strong>pada perusahaan manufaktur adalah sebagai berikut :<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-size: 14px\"><strong>Pelanggan (<em>Customer<\/em><\/strong><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><em>Customer<\/em>\u00a0 merupakan mata rantai utama dalam <em>Supply Chain Management<\/em><em>\u00a0<\/em>\u00a0pada perusahaan manufaktur, dikarenakan sumber utama pendapatan suatu perusahaan manufaktur berasal dari <em>customer<\/em>. Maka dari itu suatu perusahaan akan sangat memperhatikan minat <em>customer <\/em>terhadap suatu produk.<\/p>\n<p>Di dalam perusahaan manufaktur, <em>customer<\/em> dapat memesan produk melalui <em>sales <\/em>perusahaan dan membeli produk yang perusahaan tawarkan. Selain itu <em>customer<\/em> juga dapat menentukan jumlah, serta tanggal pengiriman barang yang mereka inginkan.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong> Perencanaan (<em>Planning<\/em>)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Pada tahap selanjutnya, setelah <em>customer<\/em> membuat pesanan yang mereka inginkan, suatu perusahaan akan mempersiapkan perencanaan produksi. Pada tahap ini, perusahaan akan membutuhkan bahan baku serta keperluan lainya yang mendukung proses produksi\u00a0.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong> Pembelian (<em>Purchasing<\/em>) <\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Di dalam perusahaan manufaktur, perusahaan akan membeli bahan baku atau bahan mentah yang diperlukan oleh perusahaan, sehingga barang tersebut dapat diolah menjadi barang yang bisa diproduksi. Selain itu, di proses ini mereka juga mencatat tanggal penerimaan produk dan jumlahnya yang dimasukan ke dalam buku kas perusahaan.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong> Persediaan Bahan Baku di Gudang (<em>Inventory<\/em>) <\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Pada tahap yang keempat, bahan yang telah diterima oleh perusahaan akan diolah dan dimasukkan\u00a0 ke dalam pabrik lalu di periksa kualitasnya. Jika kualitas bahan telah terpenuhi, maka bahan baku tersebut disimpan di dalam gudang untuk kebutuhan produksi.<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><strong> Produksi (<em>Production<\/em>)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Tahap ini merupakan tahapan yang harus diperhatikan oleh perusahaan manufaktur. Hal ini dikarenakan semua bahan baku yang diolah menjadi produk yang bisa dijual akan dilihat kualitasnya. Apakah kualitas tersebut sesuai dengan standar perusahaan dan dapat menarik minat pasar atau tidak. Setelah diperiksa kualitasnya dan sesuai dengan standar perusahaan manufaktur, bahan jadi yang telah selesai diproses akan tersimpan kembali di dalam gudang.<\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li><strong> Transportasi (<em>Transportation<\/em>)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Tahapan terakhir pada <em>Supply Chain Management<\/em> adalah transportasi, atau disebut sebagai tahap pengiriman. Pada tahapan ini, perusahaan akan mengirimkan barang yang telah tersimpan di gudang untuk dikirimkan\u00a0 ke setiap <em>customer<\/em> ataupun <em>seller<\/em>. Tugas utama dari produksi ini adalah setiap barang yang dikirim harus sesuai dengan pemesanan dan sampai dengan selamat ke tangan <em>customer.<\/em><\/p>\n<p>Setelah perusahaan manufaktur menerapkan tahapan dari <em>Supply Chain Management<\/em>, tentu hal tersebut dapat membawa beberapa keuntungan bagi perusahaan.<\/p>\n<p>Beberapa keuntungan yang didapat antara lain:<\/p>\n<ol>\n<li>Meningkatkan kepuasan <em>customer<\/em><\/li>\n<li>Menambah laba perusahaan manufaktur<\/li>\n<li>Menemukan biaya produksi dengan harga murah namun tetap terjamin kualitasnya<\/li>\n<li>Memanfaatkan aset perusahaan dengan maksimal<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Referensi :<\/strong><\/p>\n<p>&#8211;\u00a0<a href=\"https:\/\/www.soltius.co.id\/id\/blog\/7-manfaat-penerapan-supply-chain-management-bagi-sebuah-perusahaan\">https:\/\/www.soltius.co.id\/id\/blog\/7-manfaat-penerapan-supply-chain-management-bagi-sebuah-perusahaan<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/greatdayhr.com\/id-id\/blog\/supply-chain-management\/\">&#8211; https:\/\/greatdayhr.com\/id-id\/blog\/supply-chain-management\/<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Referensi : https:\/\/lifepal.co.id\/media\/perusahaan-manufaktur-terdaftar-bei\/ Pada zaman dahulu saat ingin melakukan pengiriman, suatu perusahaan harus memperkirakan\u00a0 permintaan pasar terlebih dahulu dan terkadang ada yang tidak sesuai dengan target pasar. Maka\u00a0 dari itu diperlukan kerja sama dengan perusahaan lainnya seperti dengan supplier, distributor, dan customer\u00a0. Suatu perusahaan mulai sadar bahwa untuk menyediakan produk yang murah, berkualitas, dan cepat, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":17,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-3843","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3843","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/users\/17"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3843"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3843\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3844,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3843\/revisions\/3844"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3843"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3843"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3843"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}