    {"id":3583,"date":"2021-12-09T15:18:28","date_gmt":"2021-12-09T08:18:28","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/?p=3583"},"modified":"2021-12-09T15:18:28","modified_gmt":"2021-12-09T08:18:28","slug":"mengenal-scrum-dalam-metodologi-agile-pada-pengembangan-produk-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/2021\/12\/mengenal-scrum-dalam-metodologi-agile-pada-pengembangan-produk-digital\/","title":{"rendered":"Mengenal SCRUM dalam Metodologi Agile pada Pengembangan Produk Digital"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Pernah mendengar kata <em>Scrum<\/em>? <em>Agile<\/em>? atau membaca teori mengenai kedua kata tersebut sebelumnya? Apa itu <em>scrum<\/em> dan <em>agile<\/em>? Mari pahami kedua arti kata tersebut dalam pembahasan artikel kali ini agar kalian dapat lebih memahaminya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Scrum merupakan kerangka kerja yang digunakan dalam pengembangan suatu produk khususnya sering dipakai dalam pengembangan produk digital. Kerangka kerja <em>scrum<\/em> menuntut kolaborasi dari berbagai pihak untuk bekerja sama dalam pengembangan produk digital yang dinamis. Kerangka kerja yang sangat dinamis dan sering terjadinya perulangan proses, maka <em>scrum<\/em> masuk dalam pengembangan perangkat lunak pada metodologi <em>agile<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Lalu apa itu agile dan apa yang membedakan antara <em>scrum<\/em> dan <em>agile<\/em> ? Sommervile (2011) menyebutkan bahwa, metodologi agile merupakan metode pengembangan <em>incremental<\/em> yang fokus pada perkembangan yang cepat, produk yang dihasilkan dirilis secara bertahap, mengurangi proses yang tidak penting dan menghasilkan produk dengan kualitas yang tinggi dengan melibatkan pelanggan langsung pada proses pengembangannya. Dengan kata lain <em>scrum<\/em> merupakan kerangka kerja yang dilakukan dalam proses pengembangan dan <em>agile<\/em> merupakan metode yang digunakan agar pengembangan sesuai dengan prinsip <em>agile<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Proses <em>scrum<\/em> dalam pengembangan produk digital dibagi dalam beberapa tahapan atau langkah yang meliputi :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Pembuatan <em>product backlog<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Tahapan pertama yang dilakukan yaitu membuat <em>product backlog<\/em> untuk mendokumentasikan kesuluruhan fitur yang harus ada dalam produk digital yang ingin dikembangkan. Dengan mendokumentasikan kesuluruhan fitur dan informasi yang dibutuhkan untuk pengembangan produk maka <em>product owner<\/em> dapat menentukan skala prioritas fitur mana saja yang harus diselesaikan terlebih dahulu oleh tim pengembang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Revisi pembuatan <em>product backlog<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Product backlog<\/em> yang sudah dibuat ditahap selanjutnya akan ditinjau ulang oleh target pelanggan untuk menyesuaikan kebutuhan akan permintaan, jika ada evaluasi maka harus dilakukan perbaikan terhadap product backlog dan dilakukan <em>breakdown<\/em> untuk tiap <em>product backlog<\/em> sehingga dapat menentukan target waktu pengerjaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Melakukan <em>Spring Planning<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada tahapan ini tim <em>scrum<\/em> biasanya akan menentukan tujuan dari <em>sprint<\/em> yang akan mereka lakukan selama jangka waktu yang ditetapkan, menentukan <em>prodcut backlog<\/em> mana saja yang akan dikerjakan dan diselesaikan pada <em>sprint<\/em> yang akan berjalan serta berkoordinasi dengan tim pengembang untuk menentukan waktu pengerjaan dari <em>product backlog<\/em> tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Melakukan pengembangan <em>product backlog<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada tahapan ini, tim pengembang akan mengerjakan sesuai dengan <em>product backlog<\/em> yang sudah disepakati dalam tahapan sebelumnya. Tim pengembang akan berusaha semaksimal mungkin menyelesaikannya dalam rentang waktu yang sudah disepakati bersama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Melakukan <em>sprint review<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada tahapan ini akan melakukan uji coba pada produk digital yang dikembangkan dalam <em>sprint<\/em> yang sudah berjalan sebelumnya, lalu menentukan apakah pengembangan sudah sesuai dengan kriteria yang sudah disepakati bersama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Melakukan <em>Sprint Restropective<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada tahapan ini lebih condong pada pembahasan mengenai evaluasi proses kerja atau <em>sprint<\/em> yang sudah berjalan. Diperlukan evaluasi dan penilaian apakah pengembangan produk digital sudah berjalan baik atau buruk, apa saja yang perlu diperbaiki <em>disprint <\/em>berikutnya dan solusi apa yang dapat diberikan untuk peningkatan mutu kerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Setelah mengetahui proses <em>scrum<\/em> yang berjalan dalam pengembangan produk digital, maka kita juga perlu tahu siapa saja yang terlibat dalam tim scrum ini. Berkut pihak \u2013 pihak yang terlibat dalam proses <em>scrum<\/em> :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><em>Product Owner<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Product owner<\/em> menjadi orang yang bertanggung jawab menggagas suatu produk dan berusaha memaksimalkan nilai bisnis pada produk yang ditawarkan kepada pelanggan. <em>Product owner<\/em> perlu memastikan <em>product backlog<\/em> yang sudah dibuat sesuai dengan kebutuhan bisnis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><em>Scrum Master<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Scrum master<\/em> biasanya bertanggung jawab atas sprint yang berjalan agar sesuai dengan prosedur dan memfasilitasi tim dalam pengembangan produk digital. <em>Scrum master<\/em> akan terus berkoordinasi dengan <em>product owner<\/em> untuk memastikan pengembangan sesuai dengan arah yang ditentukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><em>Development Team<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Development team<\/em> beranggotakan para ahli dibidangnya dalam pengembangan produk digital ini dan biasanya memiliki keahlian teknikal khusus atau spesifik. Mereka bertanggung jawab dalam membuat produk digital ini menjadi selesai dan dapat diuji coba dan digunakan untuk kepentingan komersil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Penjelasan di atas merupakan pengenalan lebih lanjut mengenai <em>scrum<\/em> dalam metode <em>agile<\/em> pada pengembangan produk digital. Dengan <em>scrum<\/em> ini pengembangan produk digital bisa lebih cepat, baik, efektif, dan efisien.<\/p>\n<p>Reference :<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/tomps.id\/en\/what-is-scrum-and-how-does-it-work-get-to-know-in-5-minutes\/\">https:\/\/tomps.id\/en\/what-is-scrum-and-how-does-it-work-get-to-know-in-5-minutes\/<\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.scrum.co.id\/what-is-scrum\">http:\/\/www.scrum.co.id\/what-is-scrum<\/a><\/p>\n<p>Gambar:<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.domainesia.com\/asset\/uploads\/2020\/10\/1-8.jpg\">https:\/\/www.domainesia.com\/asset\/uploads\/2020\/10\/1-8.jpg<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah mendengar kata Scrum? Agile? atau membaca teori mengenai kedua kata tersebut sebelumnya? Apa itu scrum dan agile? Mari pahami kedua arti kata tersebut dalam pembahasan artikel kali ini agar kalian dapat lebih memahaminya. Scrum merupakan kerangka kerja yang digunakan dalam pengembangan suatu produk khususnya sering dipakai dalam pengembangan produk digital. Kerangka kerja scrum menuntut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":17,"featured_media":3585,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,12],"tags":[],"class_list":["post-3583","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","category-resources"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3583","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/users\/17"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3583"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3583\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3586,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3583\/revisions\/3586"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3585"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3583"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3583"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3583"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}