    {"id":3239,"date":"2021-08-20T18:07:44","date_gmt":"2021-08-20T11:07:44","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/?p=3239"},"modified":"2021-08-28T09:59:09","modified_gmt":"2021-08-28T02:59:09","slug":"pemilihan-warna-untuk-memperkaya-desain-user-interface-sebuah-aplikasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/2021\/08\/pemilihan-warna-untuk-memperkaya-desain-user-interface-sebuah-aplikasi\/","title":{"rendered":"Pemilihan  Warna Untuk Memperkaya Desain User Interface Sebuah Aplikasi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Warna memiliki pengaruh yang besar terhadap keseluruhan pengalaman kita terutama saat menggunakan sebuah aplikasi. Sebuah aplikasi dengan warna yang buruk akan membuat kita merasa kurang nyaman saat menggunakan aplikasi tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Warna sendiri dikelompokkan oleh Sir Isaac Newton pada 1666 menjadi tiga kelompok yakni:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Primary: kuning, merah, dan biru<\/li>\n<li>Secondary: orange, ungu, dan hijau<\/li>\n<li>Tertiary: kuning-orange, merah orange, merah-ungu, dan lain-lain<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Sir Isaac Newton kemudian memasukkan warna-warna tersebut kedalam roda warna atau yang umum dikenal sebagai <em>color wheel<\/em>.\u00a0 Seperti yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2021\/08\/Picture1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-3240 aligncenter\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2021\/08\/Picture1.jpg\" alt=\"\" width=\"270\" height=\"270\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Untuk menciptakan desain dengan tampilan yang menarik, warna menjadi salah satu kunci utama. Berkaitan dengan warna sendiri \u00a0terdapat beberapa teori warna yang umum digunakan oleh desainer. Teori-teori tersebut diantaranya:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Analogous: warna-warna yang berdekatan satu sama lain pada <em>color wheel<\/em><\/li>\n<li>Complementary: warna yang saling berseberangan satu sama lain<\/li>\n<li>Monochromatic: warna yang menggunakan satu warna sebagai warna utama kemudian menggunakan rona dari warna tersebut<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Berkaitan dengan warna yang tidak boleh dilupakan adalah makna dari sebuah warna. Dimana warna bergantung pada budaya dan faktor-faktor lainnya dapat memiliki makna yang berbeda satu sama lain. Selain itu, seperti yang diketahui warna juga memiliki makna-makna psikologis seperti warna merah yang melambangkan keberanian, kuning untuk hati-hati, ataupun warna merah yang menggambarkan hal yang penting dan harus mendapatkan perhatian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Beberapa tips untuk menggunakan warna di dalam desain anda:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Menggunakan teori warna seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Dengan menggunakan teori warna maka warna-warna yang digunakan akan harmonis dan menciptakan desain yang cantik<\/li>\n<li>Membatasi warna yang digunakan. Dengan membatasi warna yang digunakan maka kita cenderung memiliki pedoman mengenai warna apa yang seharusnya dipakai dan warna mana yang sebetulnya tidak perlu. Pembatasan warna juga membantu menjaga keseluruhan konsistensi dalam sebuah desain.<\/li>\n<li>Menggunakan <em>pre-made palette<\/em>. Apabila masih sangat kesulitan untuk menemukan warna yang cocok untuk desain anda maka dapat menggunakan <em>pre-made palette<\/em> yang kini sudah begitu banyak tersedia di internet<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Demikian bagaimana warna begitu berpengaruh terhadap sebuah desain dan sedikit langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas dari desain kita terutama dengan warna.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Referensi:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.nngroup.com\/articles\/color-enhance-design\/\">https:\/\/www.nngroup.com\/articles\/color-enhance-design\/<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Gambar:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/encrypted-tbn0.gstatic.com\/images?q=tbn:ANd9GcSHg6tY56d478JzhRi88vY1fMQsYClCQTnn1fEd8_hq33KbVKpB6ORmEOWdya89w9vsgk4&amp;usqp=CAU\">https:\/\/encrypted-tbn0.gstatic.com\/images?q=tbn:ANd9GcSHg6tY56d478JzhRi88vY1fMQsYClCQTnn1fEd8_hq33KbVKpB6ORmEOWdya89w9vsgk4&amp;usqp=CAU<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Gambar:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/unsplash.com\/photos\/_x335IZXxfc?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditShareLink\">https:\/\/unsplash.com\/photos\/_x335IZXxfc?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditShareLink<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warna memiliki pengaruh yang besar terhadap keseluruhan pengalaman kita terutama saat menggunakan sebuah aplikasi. Sebuah aplikasi dengan warna yang buruk akan membuat kita merasa kurang nyaman saat menggunakan aplikasi tersebut. Warna sendiri dikelompokkan oleh Sir Isaac Newton pada 1666 menjadi tiga kelompok yakni: Primary: kuning, merah, dan biru Secondary: orange, ungu, dan hijau Tertiary: kuning-orange, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":17,"featured_media":3241,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,11],"tags":[],"class_list":["post-3239","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","category-tips-and-tricks"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3239","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/users\/17"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3239"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3239\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3258,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3239\/revisions\/3258"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3241"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3239"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3239"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himsisfo\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3239"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}