    {"id":655,"date":"2017-01-08T23:36:17","date_gmt":"2017-01-08T16:36:17","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/?p=655"},"modified":"2017-01-08T23:36:17","modified_gmt":"2017-01-08T16:36:17","slug":"pedophilia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/2017\/01\/pedophilia\/","title":{"rendered":"PEDOPHILIA"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Pedophilia berasal dari bahasa Yunani; Paidophilia, yang terdiri dari 2 kata; pais (anak-anak) dan philia (cinta yang bersahabat atau persahabatan). Menurut DSM, Pedofilia adalah parafilia dimana seseorang memiliki hubungan yang kuat dan berulang terhadap dorongan seksual dan fantasi tentang anak-anak prapuber dan dimana perasaan mereka memiliki salah satu peran atau yang menyebabkan penderitaan atau kesulitan interpersonal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kesimpulannya adalah pedofilia diartikan sebagai gangguan kejiwaan pada orang dewasa atau remaja sekitar umur 16 tahun atau lebih, yang suka melakukan hubungan seksual \/ kontak fisik yang merangsang anak di bawah umur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Klasifikasi<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>pedofilia yang fiksasi<\/strong>: penderitanya menganggap dirinya terjebak pada lingkungan anak, jarang bergaul dengan teman sebayanya.<\/li>\n<li><strong>Pedofilia yang sifatnya regresi<\/strong>: tidak tertarik dengan anak laki-laki dan biasanya bersifat heteroseks. lebih suka anak perempuan berusia 8 atau 9 tahun<\/li>\n<li><strong>Pedofilia seks lawan jenis<\/strong>: melibatkan anak perempuan dan melibatkan anak tersebut dalam hubungan seksual<\/li>\n<li><strong>Pedofilia sesame jenis<\/strong>: penderitanya lebih suka berhubungan seks dengan anak laki-laki ataupun anak perempuan disbanding orang dewasa.<\/li>\n<li><strong>pedofilia wanita<\/strong>: penderitanya adalah wanita yang melibatkan anak berumur 12 tahun atau lebih muda. Dikarenakan kemungkinannya hal ini disebabkan adanya perasaan keibuan pada wanita, maka insiden ini jarang dilaporkan.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Kriteria menurut DMS-IV-TR<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li>berulang, intens, dan terjadi selama periode minimal 6 bulan, fantasi, dorongan, perilaku yang menimbulkan gairah seksual yang berkaitan dengan melakukan kontak seksual dengan anak yang belum puber.<\/li>\n<li>orang yang bersangkutan bertindak berdasarkan dorongan tersebut, atau dorongan itu menyebabkan orang ini mengalami distress dan\/atau masalah interpersonal<\/li>\n<li>orang yang bersangkutan minimal berusia 16 tahun dan 5 tahun lebih tua dari anak yang menjadi korban<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Ciri-ciri<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li>Adanya kecemasan<\/li>\n<li>introvert<\/li>\n<li>Impuls yang tidak dapat terkontrol<\/li>\n<li>Pribadi yang tidak matang<\/li>\n<li>Maladjusting<\/li>\n<li>Kebutuhan afeksi<\/li>\n<li>Kecenderungan mengalami depresi di atas rata-rata<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Penyebab<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li>kurang mendapat perhatian dari orang tua<\/li>\n<li>ketidak harmonisan rumah tangga (broken home)<\/li>\n<li>kegagalan sekolah formal dalam mendidik dan menerapkan nilai moral dan agama yang akan membentuk kedisiplinan<\/li>\n<li>penundaan usia perkawinan<\/li>\n<li>ketidak matangan mental<\/li>\n<li>psikopatologi<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Penanganan<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li>Terapi perilaku kognitif<\/li>\n<li>Intervensi perilaku<\/li>\n<li>Intervensi farmakologi<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.scribd.com\/doc\/90478114\/Psi-Sosial-Pedofilia#scribd\"><strong>https:\/\/www.scribd.com\/doc\/90478114\/Psi-Sosial-Pedofilia#scribd<\/strong><\/a><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>https:\/\/books.google.co.id\/books?id=_Ucx_BDn_f4C&amp;pg=PA102&amp;lpg=PA102&amp;dq=penyebab+pedofilia&amp;source=bl&amp;ots=P2EOFUTDde&amp;sig=samWwh8s7J1fQXJLMUyDhJF50hY&amp;hl=en&amp;sa=X&amp;ei=gaFDVePEJdSpuwSl4oCoCQ&amp;ved=0CCEQ6AEwATgK#v=onepage&amp;q&amp;f=false<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pedophilia berasal dari bahasa Yunani; Paidophilia, yang terdiri dari 2 kata; pais (anak-anak) dan philia (cinta yang bersahabat atau persahabatan). Menurut DSM, Pedofilia adalah parafilia dimana seseorang memiliki hubungan yang kuat dan berulang terhadap dorongan seksual dan fantasi tentang anak-anak prapuber dan dimana perasaan mereka memiliki salah satu peran atau yang menyebabkan penderitaan atau kesulitan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-655","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-psychonews"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/655","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=655"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/655\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":656,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/655\/revisions\/656"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=655"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=655"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=655"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}