    {"id":4416,"date":"2025-05-17T20:54:33","date_gmt":"2025-05-17T13:54:33","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/?p=4416"},"modified":"2025-05-18T19:50:11","modified_gmt":"2025-05-18T12:50:11","slug":"say-goodbye-to-sadgirl-era-build-your-own-healthy-relationship","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/2025\/05\/say-goodbye-to-sadgirl-era-build-your-own-healthy-relationship\/","title":{"rendered":"Say Goodbye to Sadgirl Era : Build Your Own Healthy Relationship!"},"content":{"rendered":"<p>Hai, <em>PsyTroopers<\/em>!<br \/>\nKamu pernah tidak sih merasa hubungan yang sedang dijalani baik dengan diri sendiri maupun orang lain terasa rumit sehingga membuat kamu lelah dan tidak nyaman? sebagai <em>PsyTroopers<\/em> memahami <em>The Art of Healthy Relationship<\/em> bisa jadi kunci untuk membangun hubungan yang lebih bermakna.Yuk, kita eksplor lebih dalam! \u2728<\/p>\n<p><strong>Mengapa <em>Healthy Relationship<\/em> Itu Penting?<\/strong><br \/>\nSeperti yang kita ketahui, manusia merupakan makhluk sosial yang memiliki kebutuhan untuk saling memberi dan menerima kasih sayang. Saat menjalin relasi romantis, manusia juga akan dihadapi dengan hambatan yang disebabkan oleh beberapa hal. Maka dari itu, penerapan hubungan yang baik dan sehat sangat krusial.<\/p>\n<p><strong>Namun, apa sebenarnya definisi dari \u201c<em>Healthy Relationship<\/em>\u201d?<\/strong><br \/>\n<strong><em>Healthy Relationship<\/em> adalah bentuk interaksi antar individu yang dilandasi oleh kejujuran, saling menghormati, komunikasi terbuka, dan saling mendukung secara emosional<\/strong> (Makati, Reyhan, &amp; Hara, 2024).<\/p>\n<p>Salah satu fondasi utama dalam hubungan yang sehat adalah <strong>kualitas komunikasi<\/strong>, karena kualitas komunikasi tidak hanya berdampak pada hubungan, tetapi juga kesehatan mental dan fisik seseorang. Dua aspek pendukung yang mendasari dalam sebuah hubungan adalah <em><strong>self-love &amp; boundaries.<\/strong><\/em><\/p>\n<ul>\n<li>Memahami makna dan pentingnya \u201c<em><strong>Self-Love<\/strong><\/em>\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 80px\"><em><strong>Self-love<\/strong><\/em> merupakan kondisi mindfull kita dalam <em><strong>valuing &amp; caring<\/strong> <\/em>diri kita untuk meningkatkan kualitas diri ke tingkat yang lebih baik. Tanpa <em>self-love<\/em>, seseorang dapat terlalu bergantung terhadap pasangannya, hal ini dapat menimbulkan gejala hubungan yang tidak sehat seperti obsesif, posesif, menggantungkan kebahagian kepada pasangan. Komponen yang harus dipenuhi dalam <em>valuing &amp; caring<\/em> diri kita terbagi menjadi dua aspek dasar, yaitu<strong><em> Physical &amp; Emotional.<\/em><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Contoh Penerapan Self-love:<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 80px\"><em><strong>1. Physical<\/strong><\/em><\/p>\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ul>\n<li>Memperhatikan kesehatan dan kebugaran tubuh: tidur yang berkualitas dan buat tubuhmu bergerak bahkan dengan olahraga seringan apapun,<\/li>\n<li>Melakukan me time seperti spa day dan body treatments dapat membuat lebih relax,<\/li>\n<li><em style=\"font-size: 14px\">Digital detox<\/em><span style=\"font-size: 14px\"> seperti dengan mengurangi penggunaan gadget untuk menjauhkan seseorang dari distraksi dan dapat lebih fokus pada kegiatan <\/span>positif di kehidupan nyata.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 80px\"><em><strong>2. Emotional<\/strong><\/em><\/p>\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ul>\n<li>Melaksanakan rutinitas positif seperti beribadah dan bersyukur,<\/li>\n<li>Membangun interaksi sosial dengan orang-orang sekitar dan saling berbagi kasih sayang<\/li>\n<li><em>Mindfulness meditation<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none\"><\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li>Memahami makna dan pentingnya <em>b<\/em><em>oundaries<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px\"><em style=\"font-family: 'Open Sans', Helvetica, Arial, sans-serif;font-size: 14px;font-weight: 400\">Boundaries<\/em><span style=\"font-family: 'Open Sans', Helvetica, Arial, sans-serif;font-size: 14px;font-style: normal;font-weight: 400\">\u00a0<\/span>adalah kesadaran seseorang akan batasan yang dibuatnya untuk melindung<span style=\"font-size: 14px\">i diri dari pengaruh eksternal yang negatif, membentuk <em>boundaries <\/em><\/span>merupakan bentuk<em> self-love<\/em> karena dengan memiliki <em>boundaries<\/em>, seseorang membuat standar dan prinsip-prinsip diri yang menempatkan dirinya sebagai seseorang yang lebih dihormati dan dihargai. <em>Boundaries<\/em> dapat membuat seseorang lepas dari kekhawatiran dan mampu menyeleksi <em>relationship<\/em> yang <em>toxic<\/em>.<\/p>\n<ul>\n<li>Contoh Penerapan Boundaries yang Sehat dalam Sebuah Hubungan:<\/li>\n<\/ul>\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ol>\n<li>Mengetahui apa yang kedua belah pihak ekspektasikan,<\/li>\n<li>Mengetahui prinsip\/batasan kedua belah pihak secara jelas,<\/li>\n<li>Mengkomunikasikan dengan baik apabila ada boundaries dari salah satu pihak yang terlanggar,<\/li>\n<li>Saling menghormati privasi dan batasan masing-masing,<\/li>\n<li>Saling memahami perasaan satu sama lain.<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Jika kedua aspek penting ini, yakni <em>self-love<\/em> dan <em>boundaries<\/em>, diterapkan dengan baik dalam suatu hubungan, maka hambatan dalam hubungan akan lebih mudah dihadapi. Dengan demikian, kedua pasangan akan merasa lebih nyaman, aman dan saling menghormati, hingga pada akhirnya menciptakan <strong><em>Healthy Relationship<\/em><\/strong> yang ideal.<\/p>\n<p>Sebagai <em>PsyTroopers<\/em>, kita tentunya menginginkan relasi yang sehat dengan orang-orang di sekitar kita, contohnya adalah dengan cara menerapkan kejujuran, saling menghormati, komunikasi terbuka, dan mendukung secara emosional satu sama lain dan dengan menerapkan <em>self-love<\/em> beserta <em>boundaries<\/em> kepada diri sendiri.<\/p>\n<p>Perlu diingat bahwa dalam sebuah hubungan tidak selalu berjalan lancar, namun kita sebagai individu dapat mengelola hambatan tersebut dengan bijak dan dilandaskan dengan rasa saling menghargai.<\/p>\n<p><em>Reference:<\/em><\/p>\n<p>Cuevas, A. (2024). Let\u2019s Talk About boundaries.<\/p>\n<p>Makati, C., Reyhan, E., &amp;amp; La Hara, L. (2024). Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Mental Melalui Kamanye Online #EndTheStigma Dalam Mengurangi Diskriminasi. https:\/\/oaj.jurnalhst.com\/index.php\/jkki\/article\/view\/6821<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hai, PsyTroopers! Kamu pernah tidak sih merasa hubungan yang sedang dijalani baik dengan diri sendiri maupun orang lain terasa rumit sehingga membuat kamu lelah dan tidak nyaman? sebagai PsyTroopers memahami The Art of Healthy Relationship bisa jadi kunci untuk membangun hubungan yang lebih bermakna.Yuk, kita eksplor lebih dalam! \u2728 Mengapa Healthy Relationship Itu Penting? Seperti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":4435,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-4416","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-psikopedia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4416","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4416"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4416\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4422,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4416\/revisions\/4422"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4435"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4416"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4416"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4416"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}