    {"id":4374,"date":"2025-01-21T13:07:22","date_gmt":"2025-01-21T06:07:22","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/?p=4374"},"modified":"2025-02-09T11:14:27","modified_gmt":"2025-02-09T04:14:27","slug":"are-the-considerations-sufficient","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/2025\/01\/are-the-considerations-sufficient\/","title":{"rendered":"Are the Considerations Sufficient?"},"content":{"rendered":"<div id=\"docs-ml-header-id\" class=\"docs-ml-header\">\n<p style=\"text-align: center\">\u00a0<span style=\"font-size: 14px\">Are the Considerations Sufficient? Mengeksplorasi Na\u00efve Realism dalam Kontroversi Pembukaan Olimpiade Paris 2024<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div class=\"app-container\">\n<div class=\"doc-container\">\n<div class=\"doc\">\n<div class=\"doc-content\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>#1 Misalnya, kalian sedang menonton pertandingan\u00a0<em>e-sport\u00a0Mobile Legends<\/em> bersama dengan teman kalian. Kalian berkata, \u201cTim B pasti menang, dong. Liatin aja strateginya, GG banget mereka.\u201d Tetapi, teman kalian berkata sebaliknya, \u201cMatamuuu! Tim A pasti menanglah. Bentar lagi\u00a0<em>late game<\/em>, <em>hero<\/em> tim A bakal\u00a0<em>comeback-<\/em>lah.\u201d Kalian pun merasa bahwa teman kalian sangat bodoh dan tidak pandai menilai situasi. Akhirnya, timbul perdebatan yang cukup panas di dalam kamar kalian.<\/p>\n<p>#2 Pilpres antara Jokowi dan Prabowo dimulai. Kubu-kubu mulai terbentuk dan saling menyerang. Mendukung boleh, tapi sayangnya ada yang menyerang dan bahkan menutup mata dengan fakta. Yang satu merasa bahwa yang lain salah dan bias. Akhirnya, situasi negara tidak kondusif apalagi dalam media sosial. Pertanyaannya adalah mengapa?<\/p>\n<p>Yuk, jelajahi bersama-sama salah satu bagian dari psikologi yang tak kalah menarik dan mungkin jarang didengar! Perkenalkan\u00a0<em>na\u00efve realism<\/em>, bintang tamu dalam artikel ini!!<\/p>\n<p><em>Na\u00efve realism\u00a0<\/em>adalah keyakinan seseorang untuk mempersepsikan sesuatu hal apa adanya tanpa mempertimbangkan adanya keterlibatan interpretasi subjektif dari diri sendiri (Pronin dkk., 2004; lihat juga Pronin dkk., 2002). Merasa bahwa apa yang kita lihat adalah kenyataannya. Orang lain itu salah dan tidak benar jika tidak sesuai dengan apa yang dilihat oleh diri sendiri. Familiar? Hal tersebut memang sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari dan bahkan dalam isu-isu global, seperti isu yang terjadi pada Israel dan Palestina (Aronson dkk., 2021).<\/p>\n<p>Mari bahas kembali terkait salah satu kontroversi yang terjadi pada pembukaan Olimpiade Paris 2024. Salah satu adegan pembukaan yang menunjukkan perjamuan dengan model transgender menarik perhatian dan amarah banyak orang di dunia termasuk orang-orang yang beragama Kristen. Adegan tersebut diyakini merujuk pada karya Leonardo Da Vinci berjudul \u201cThe Last Supper\u201d, yakni sebuah lukisan yang sangat terkenal dan menggambarkan salah satu bagian cerita dalam Alkitab (Giuffrida, 2024). Kemudian, pihak yang bersangkutan menjelaskan kembali bahwa tidak terdapat intensi sama sekali untuk menyinggung agama Kristen, melainkan hanya merujuk pada dewa-dewa Olimpus, merayakan toleransi antar komunitas, dan menunjukkan nilai-nilai dari Paris (BBC Sport, 2024). Di sisi yang satu, pihak Olimpiade Paris mengatakan tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan merendahkan agama Kristen. Di sisi lain, hal tersebut sangat mencemooh sehingga banyak sekali orang yang beragama Kristen dan bahkan tokoh-tokoh terkenal menunjukkan pertentangannya terhadap adegan tersebut. Hal ini memberikan masalah yang besar dan beban berat terhadap penyelenggara olimpiade, serta pihak yang lain merasa dirugikan. Secara sekilas, masalah ini bisa menjadi salah satu contoh\u00a0<em>na\u00efve realism<\/em>. Apa yang dilihat oleh seseorang diyakini juga dilihat sama oleh orang yang lain. Pertanyaannya adalah bagaimana kompetisi sebesar dan seterkenal ini bisa tidak terluput dari permasalahan ini?<\/p>\n<p>Ini juga menjadi pelajaran bagi kita bagaimana untuk bisa mengatasinya agar permasalahan tersebut tidaklah terjadi pada diri kita, terutama sebagai pihak yang memicu permasalahannya. Hal yang penting untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan\u00a0<em>na\u00efve realism\u00a0<\/em>adalah dengan memiliki\u00a0kesadaran akan adanya\u00a0<em>na\u00efve realism<\/em>\u00a0itu sendiri (<a href=\"https:\/\/www.google.com\/url?q=https:\/\/www.google.com\/url?q%3Dhttps:\/\/journals.sagepub.com\/doi\/abs\/10.1177\/01461672211027034%2523con1%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1737436929513926%26amp;usg%3DAOvVaw0n0v8S-tNxonQxhbMKbnJI&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1737436929526530&amp;usg=AOvVaw2OL1hoO6S-jveae813njc7\">L\u00f3pez-Rodr\u00edguez<\/a>\u00a0dkk., 2021; lihat juga\u00a0Nasie\u00a0dkk., 2014).<\/p>\n<ol class=\"lst-kix_3ez7673lfzqn-0 start\" start=\"1\">\n<li>Penting bagi kita untuk sadar bahwa apa yang selama ini kita yakini, meskipun tidak menjadi niat kita, hal tersebut bisa salah.<\/li>\n<li>Penting sekali untuk memperkaya diri kita dengan pandangan-pandangan orang lain yang berbeda dengan kita karena pandangan yang sekarang kita miliki bisa terbentuk karena kultur kita sendiri (Hutchins, 2022) yang nantinya bisa menjadi bias. Konsiderasi harus dilakukan dengan melibatkan berbagai sudut pandang, apalagi jika yang akan dilakukan sangatlah berdampak bagi dunia.<\/li>\n<li>Kalian bisa berbicara dengan teman-teman kalian yang mungkin berbeda tempat asalnya, berbeda pendapatnya, dan berbeda latar belakangnya.<\/li>\n<li>Setidaknya, kalian juga bisa menggunakan internet dan menggunakan sumber-sumber yang terpercaya yang tentu perlu kalian sadari juga bahwa internet bisa saja tidak mampu\u00a0mencakupi\u00a0banyak hal.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sekarang kalian tahu bahwa\u00a0<em>na\u00efve realism<\/em>\u00a0bisa terjadi kepada siapa saja tanpa terkecuali dan bisa memberikan dampak negatif yang sangat amat besar. Tetapi, sekarang kalian juga sudah mengenali apa itu\u00a0<em>na\u00efve realism<\/em>\u00a0dengan harapannya, kalian semakin bisa berhati-hati terhadap setiap keputusan dan tindakan yang kalian lakukan termasuk diri saya sebagai penulis.<\/p>\n<p>Referensi<\/p>\n<p>Aronson, E., Wilson, T. D., &amp; Sommers, R. S. (2021).\u00a0Social Psychology\u00a0(10th ed.). Pearson Education.<\/p>\n<p>BBC Sport. (2024, Juli 28).\u00a0Olympics\u00a0chiefs \u2018sorry\u2019 opening ceremony caused offence.\u00a0<a href=\"https:\/\/www.google.com\/url?q=https:\/\/www.google.com\/url?q%3Dhttps:\/\/www.bbc.com\/sport\/olympics\/articles\/cw4yqvegkexo%2523:~:text%253DA%252520banquet%252520sequence%252520featuring%252520drag,depicts%252520a%252520key%252520biblical%252520scene%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1737436929514923%26amp;usg%3DAOvVaw13SE619hU1q-rZ-Mgui4SF&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1737436929527138&amp;usg=AOvVaw1Uq75hW8JCLbR4Ox4vmve7\">https:\/\/www.bbc.com\/sport\/olympics\/articles\/cw4yqvegkexo#:~:text=A%20banquet%20sequence%20featuring%20drag,depicts%20a%20key%20biblical%20scene<\/a>.<\/p>\n<p>Giuffrida, A. (2024, Juli 28).\u00a0Paris Olympics organisers apologise to Christians for unintentional Last Supper parody. The Guardian.\u00a0<a href=\"https:\/\/www.google.com\/url?q=https:\/\/www.google.com\/url?q%3Dhttps:\/\/www.theguardian.com\/sport\/article\/2024\/jul\/28\/paris-olympics-organisers-apologise-to-christians-for-last-supper-parody%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1737436929515192%26amp;usg%3DAOvVaw2EgvV48b5tnqB4vZpJcnvp&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1737436929527286&amp;usg=AOvVaw15vY_RdwTxZFHF2VDiRgQP\">https:\/\/www.theguardian.com\/sport\/article\/2024\/jul\/28\/paris-olympics-organisers-apologise-to-christians-for-last-supper-parody<\/a><\/p>\n<p>Hutchins, B. (2022, Januari 9).\u00a0Naive realism and how to break out of it. Medium.\u00a0<a href=\"https:\/\/www.google.com\/url?q=https:\/\/www.google.com\/url?q%3Dhttps:\/\/bobhutchins.medium.com\/naive-realism-and-how-to-break-out-of-it-3685ec55d2df%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1737436929515447%26amp;usg%3DAOvVaw0HId2RZe875d7XsFJa0ELE&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1737436929527391&amp;usg=AOvVaw0b264qHPZ6nmjB1E23Podm\">https:\/\/bobhutchins.medium.com\/naive-realism-and-how-to-break-out-of-it-3685ec55d2df<\/a><\/p>\n<p>L\u00f3pez-Rodr\u00edguez, L., Halperin, E., V\u00e1zquez, A., Cuadrado, I., Navas, M., &amp; G\u00f3mez, \u00c1. (2022). Awareness of the Psychological Bias of Na\u00efve Realism Can Increase Acceptance of Cultural Differences. Personality and Social Psychology Bulletin, 48(6), 888-900.\u00a0<a href=\"https:\/\/www.google.com\/url?q=https:\/\/www.google.com\/url?q%3Dhttps:\/\/doi.org\/10.1177\/01461672211027034%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1737436929515629%26amp;usg%3DAOvVaw36lsG_ylaymiNyOzK_1MHJ&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1737436929527504&amp;usg=AOvVaw2auDNrvwWlu3VUS52GAizL\">https:\/\/doi.org\/10.1177\/01461672211027034<\/a><\/p>\n<p>Nasie, M., Bar-Tal, D., Pliskin, R., Nahhas, E., &amp; Halperin, E. (2014). Overcoming the Barrier of Narrative Adherence in Conflicts Through Awareness of the Psychological Bias of Na\u00efve Realism. Personality and Social Psychology Bulletin, 40(11), 1543-1556.\u00a0<a href=\"https:\/\/www.google.com\/url?q=https:\/\/www.google.com\/url?q%3Dhttps:\/\/doi.org\/10.1177\/0146167214551153%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1737436929515791%26amp;usg%3DAOvVaw1J76PQ8-tPKlhEP6fi_oa_&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1737436929527657&amp;usg=AOvVaw0va-TiKlNAhl_n1f9IJP2m\">https:\/\/doi.org\/10.1177\/0146167214551153<\/a><\/p>\n<p>Pronin, E., Gilovich, T., &amp; Ross, L. (2004). Objectivity in the Eye of the Beholder: Divergent Perceptions of Bias in Self Versus Others.\u00a0Psychological Review, 111(3), 781\u2013799.\u00a0<a href=\"https:\/\/www.google.com\/url?q=https:\/\/www.google.com\/url?q%3Dhttps:\/\/psycnet.apa.org\/doi\/10.1037\/0033-295X.111.3.781%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1737436929516041%26amp;usg%3DAOvVaw3_Z69AJOO2GaJlJMqsf-PO&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1737436929527758&amp;usg=AOvVaw0f2qJHLNHb7gl1-vBD0G2D\">https:\/\/psycnet.apa.org\/doi\/10.1037\/0033-295X.111.3.781<\/a><\/p>\n<p>Pronin, E., Lin, D. Y., &amp; Ross, L. (2002). The bias blind spot: Perceptions of bias in self versus others.\u00a0Personality and Social Psychology Bulletin, 28(3), 369\u2013381.\u00a0<a href=\"https:\/\/www.google.com\/url?q=https:\/\/www.google.com\/url?q%3Dhttps:\/\/psycnet.apa.org\/doi\/10.1177\/0146167202286008%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1737436929516339%26amp;usg%3DAOvVaw0Bf9SFfiha2foG9KlftCT4&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1737436929527886&amp;usg=AOvVaw0_d5zvFqng1dGMIj0QQ-HK\">https:\/\/psycnet.apa.org\/doi\/10.1177\/0146167202286008<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0Are the Considerations Sufficient? Mengeksplorasi Na\u00efve Realism dalam Kontroversi Pembukaan Olimpiade Paris 2024 &nbsp; #1 Misalnya, kalian sedang menonton pertandingan\u00a0e-sport\u00a0Mobile Legends bersama dengan teman kalian. Kalian berkata, \u201cTim B pasti menang, dong. Liatin aja strateginya, GG banget mereka.\u201d Tetapi, teman kalian berkata sebaliknya, \u201cMatamuuu! Tim A pasti menanglah. Bentar lagi\u00a0late game, hero tim A bakal\u00a0comeback-lah.\u201d [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-4374","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-psikopedia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4374","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4374"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4374\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4375,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4374\/revisions\/4375"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4374"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4374"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4374"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}