    {"id":4331,"date":"2024-09-26T10:00:51","date_gmt":"2024-09-26T03:00:51","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/?p=4331"},"modified":"2025-02-09T11:27:03","modified_gmt":"2025-02-09T04:27:03","slug":"comfort-movies-sebagai-coping-mechanism-kenapa-kita-suka-menonton-film-yang-sama-secara-berulang-kali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/2024\/09\/comfort-movies-sebagai-coping-mechanism-kenapa-kita-suka-menonton-film-yang-sama-secara-berulang-kali\/","title":{"rendered":"COMFORT MOVIES SEBAGAI COPING MECHANISM : Kenapa Kita Suka Menonton Film yang Sama Secara Berulang Kali?"},"content":{"rendered":"<p><b>\u00a0<\/b><span style=\"font-weight: 400\">Hai temen-temen Psikopedia!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Teman-teman pernah nggak sih saat lagi stres, sedih, atau butuh sesuatu untuk menaikkan mood, kalian menonton film atau serial televisi favorit? walaupun sudah berkali-kali nonton, temen-temen tetap nggak bosen sama film atau serial televisi tersebut. Kira-kira kenapa ya kita suka melakukan hal itu? untuk menjawab pertanyaan ini, kita dapat melihat dari perspektif psikologis yang disebut dengan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">comfort media<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Comfort media<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> merupakan seluruh jenis media, seperti televisi, film, atau buku yang dinikmati seseorang untuk merasakan ketenangan atau rasa aman. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Comfort movies<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, yang termasuk dalam <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">comfort media<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">,<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">merupakan sebuah film yang menarik rasa nostalgia dari penontonnya dan juga emosi positif yang secara tidak sadar mereka hubungkan dengan film tersebut. Dalam kata lain, <\/span><span style=\"font-weight: 400\"><em>comfort movies<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400\">merupakan film tertentu yang memberikan rasa aman dan nyaman serta mengalihkan perhatian dari emosi atau situasi yang tidak menyenangkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ternyata hal ini bukan suatu hal biasa, tetapi telah menjadi salah satu bentuk dari <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">coping mechanism<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> yang dilakukan oleh banyak orang saat menghadapi stres yang dirasakan. Sebelum kita telaah lebih lanjut di balik alasan mengapa banyak orang menggunakan <\/span><span style=\"font-weight: 400\"><em>comfort movies<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400\">sebagai <em>c<\/em><\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">oping mechan<\/span><span style=\"font-weight: 400\">ism<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, kita perlu mengetahui makna dari <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">coping mechanism<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> itu sendiri terlebih dahulu. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Coping mechanism <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">atau mekanisme koping merupakan suatu cara yang dilakukan oleh seseorang saat menghadapi kecemasan, stres, atau situasi yang membuat ia tidak nyaman dengan melakukan hal-hal yang menimbulkan rasa nyaman, aman, dan tidak merasakan ancaman yang ia rasakan sebelumnya. Nah, kira-kira apa saja yang menjadi alasan banyak orang menjadikan film atau serial televisi menjadi sebuah <\/span><i style=\"font-size: 14px\"><span style=\"font-weight: 400\">coping mechanism<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">? dan kenapa kita suka menonton film atau serial televisi yang sama secara berulang kali?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><b>Nostalgia<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Nostalgia dapat diartikan sebagai rasa rindu terhadap kenangan masa lalu yang penuh kenangan. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">comfort movies <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">dapat menimbulkan rasa nostalgia saat kita kembali menontonnya. Hal ini mungkin terjadi karena pada saat pertama kali menonton film atau serial televisi tersebut, kita sedang merasakan emosi bahagia atau senang, sehingga saat menontonnya kembali, kita berharap dapat merasakan perasaan bahagia saat pertama kali menonton film atau serial televisi tersebut. Rasa nostalgia yang muncul dapat menyebabkan kerinduan terhadap kenangan masa lalu yang membuat diri kita merasa nyaman dan aman. Itulah yang membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">comfort movies <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">begitu menarik bagi seseorang yang ingin \u201cpergi\u201d dari situasi tidak mengenakkan yang mungkin mereka rasakan saat itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><b>Familiaritas<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saat dihadapkan dengan ketidakpastian yang datang secara tiba-tiba dalam kehidupan sehari-hari, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">comfort movies <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">menjadi satu-satunya yang konsisten. Saat kita menonton film atau serial televisi yang sudah kita tonton sebelumnya, kita sudah tahu dengan alur ceritanya, apa yang akan terjadi, dan apa yang akan kita rasakan setelahnya sehingga kita tidak perlu merasakan kecemasan tentang apa yang akan terjadi. Rasa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">familiar<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> itulah yang seringkali muncul sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">coping mechanism<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><b>Menghasilkan <\/b><em><b>sense of control<\/b><\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menonton film atau serial televisi yang sudah kita tonton sebelumnya dapat memberikan kita rasa kontrol. Hal ini dapat terjadi karena alur cerita yang pasti menciptakan keteraturan dan prediktabilitas, sementara familiaritas dengan film atau serial favorit menawarkan kenyamanan dan kendali atas situasi yang emosional. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Comfort movies<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> juga dapat membantu kita mengendalikan respons emosional dengan mempersiapkan diri untuk emosi tertentu dan meresponnya sesuai keinginan. Selain itu, kembali ke film favorit saat menghadapi situasi yang penuh tekanan dapat memberikan rasa stabilitas dan mengurangi kecemasan, karena kita tahu apa yang akan terjadi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><b>Menjadi sebuah paradoks pilihan<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Konsep <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"><em>Paradox of Choice<\/em> <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau Paradoks Pilihan merupakan sebuah konsep yang ditemukan oleh seorang psikologis asal Amerika, Barry Schwartz. Paradoks Pilihan menyatakan bahwa semakin banyak pilihan yang tersedia untuk kita, semakin sedikit rasa kepuasan yang kita rasakan saat mengambil suatu keputusan. Fenomena ini terjadi karena terlalu banyak pilihan memerlukan lebih banyak usaha kognitif yang dapat menyebabkan kelelahan dalam membuat keputusan dan peningkatan penyesalan atas pilihan yang kita buat. Pada konteks ini, ada banyak film atau serial televisi yang terdapat pada layanan streaming online, pada akhirnya kita cenderung menjauh dari pilihan baru dan memilih sesuatu yang sudah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">familiar <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">untuk kita.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><b>Hubungan parasocial<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saat kita semakin \u201cakrab\u201d dengan karakter dalam sebuah serial, memungkinkan kita untuk mengembangkan hubungan parasosial yang memuaskan dengan karakter-karakter tersebut (hubungan sepihak yang tidak diketahui oleh orang tersebut tetapi memenuhi beberapa kebutuhan sosial kita). Ketika kita menonton ulang sebuah film atau serial televisi tersebut, kita kembali ke hubungan parasosial ini, di mana nantinya kita menempatkan diri di hadapan \u201cteman-teman\u201d yang bisa diandalkan dan melakukan apa yang kita harapkan dari mereka. Hubungan tersebut dapat menghasilkan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">sense of belongingness <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">dan mengurangi rasa kesepian.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Nah, kira-kira menonton film atau serial televisi yang membuat kita merasa nyaman itu baik atau nggak sih untuk kita? ternyata, hal tersebut baik untuk diri kita loh! Hal ini dikarenakan film atau serial televisi tersebut dapat menjadi wadah untuk meregulasi emosi, melepaskan ketegangan, dan memberikan rasa aman terutama pada saat kita merasakan stres atau cemas terhadap sesuatu. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Comfort movies <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">dapat memenuhi kebutuhan emosional dikarenakan ketika menonton ulang film atau serial televisi tersebut, kita menerima emosi yang sudah kita harapkan sebelumnya. Kita tahu bagaimana perasaan kita ketika menonton film atau serial televisi tersebut. Hal ini pada akhirnya dapat memenuhi kebutuhan emosional kita. Selain itu, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">comfort movies <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">juga dapat meningkatkan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">perceptual fluency<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"><em>,<\/em> di mana otak kita lebih mudah untuk memproses suatu hal yang sudah pernah diproses sebelumnya dibandingkan sesuatu yang baru. Familiaritas akan mengurangi beban kognitif dan usaha emosional karena otak tidak perlu bekerja terlalu keras untuk memproses informasi baru atau memprediksi hasil. Sebaliknya, otak bisa dengan cepat dan efisien menavigasi melalui alur cerita dan momen emosional yang sudah dikenal dari film tersebut. Proses ini tidak hanya memberikan rasa nyaman tetapi juga memperkuat kesenangan dan kepastian yang terkait dengan film tersebut, yang berkontribusi pada mengapa kita sering kembali menonton film-film ini selama masa-masa stres. Untuk yang terakhir, menonton film atau serial televisi secara berulang kali dapat memungkinkan kita untuk mengunjungi kembali kenangan lama dengan perspektif yang baru. Dengan menonton ulang, kita dapat memahami lebih banyak atau dengan cara yang berbeda, karena pengalaman-pengalaman yang telah terjadi di antara waktu-waktu tersebut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400\">Comfort <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"><em>movies<\/em> bukan hanya sebuah sarana hiburan, tetapi menjadi sebuah <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">coping mechanism<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> yang dapat membantu seseorang menghadapi stres ataupun kecemasan yang mungkin dialami sehari-hari. Dengan memberikan rasa aman, nyaman, familiar, dan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">sense of control<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"><em>,<\/em> film atau serial televisi tersebut memainkan peran yang cukup penting dalam menjaga kesejahteraan mental kita.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sampai bertemu di artikel lainnya, temen-temen Psikopedia! Kalau temen-temen memerlukan pelarian dari realita, jangan ragu untuk kembali ke film atau serial televisi favorit kalian, ya! Mungkin saja, hal itulah yang kalian butuhkan untuk merasa lebih baik.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Referensi<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Khanbeigi, S. (2023, Februari 15). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The Psychology Behind Comfort Media. The OLu MUSE.<\/span><\/i> <a href=\"https:\/\/olumuse.org\/2023\/02\/15\/the-psychology-behind-comfort-media\/#:~:text=Rewatching%20a%20comfort%20movie%20also,can%20be%20trusted%20to%20deliver\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/olumuse.org\/2023\/02\/15\/the-psychology-behind-comfort-media\/#:~:text=Rewatching%20a%20comfort%20movie%20also,can%20be%20trusted%20to%20deliver<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tim Medis Siloam Hospitals. (2024, Agustus 29). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Mengenal Coping Mechanism, Cara untuk Atasi Stres &amp; Cemas<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><a href=\"https:\/\/www.siloamhospitals.com\/informasi-siloam\/artikel\/apa-itu-coping-mechanism\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.siloamhospitals.com\/informasi-siloam\/artikel\/apa-itu-coping-mechanism<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kaur, S. &amp; Colle, S. (2021). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The Comfort Watch: Psychology and Media Theory Perspectives on Nostalgia and Film. <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/scholarship.claremont.edu\/cgi\/viewcontent.cgi?article=2772&amp;context=scripps_theses\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/scholarship.claremont.edu\/cgi\/viewcontent.cgi?article=2772&amp;context=scripps_theses<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pilat, D., &amp; Krastev, S. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The Paradox of Choice. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">The Decision Lab. <\/span><a href=\"https:\/\/thedecisionlab.com\/reference-guide\/economics\/the-paradox-of-choice\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/thedecisionlab.com\/reference-guide\/economics\/the-paradox-of-choice<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kraft, R.N. (2022, Desember 22).<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> Play and Repeat: Why We Watch the Same Shows Over and Over. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Psychology Today. <\/span><a href=\"https:\/\/www.psychologytoday.com\/us\/blog\/defining-memories\/202212\/play-and-repeat-why-we-watch-the-same-shows-over-and-over\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.psychologytoday.com\/us\/blog\/defining-memories\/202212\/play-and-repeat-why-we-watch-the-same-shows-over-and-over<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Wood, G. (2023, Desember 4). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Why Am I Rewatching the Same TV Show Again? <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Healtwatch Essex. <\/span><a href=\"https:\/\/healthwatchessex.org.uk\/2023\/12\/why-am-i-rewatching-the-same-tv-show-again\/#:~:text=When%20our%20brains%20have%20reached,control%20(Derrick%2C%202013)\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/healthwatchessex.org.uk\/2023\/12\/why-am-i-rewatching-the-same-tv-show-again\/#:~:text=When%20our%20brains%20have%20reached,control%20(Derrick%2C%202013)<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Maclaughlin, F. (2021, Oktober 23). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Comfort Media: Security and Serenity in Familiarity. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">HER CAMPUS.<\/span><a href=\"https:\/\/www.hercampus.com\/school\/u-mass-amherst\/comfort-media-security-and-serenity-in-familiarity\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.hercampus.com\/school\/u-mass-amherst\/comfort-media-security-and-serenity-in-familiarity\/<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">(Raden Ajeng Belviana Puspita Maharani)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0Hai temen-temen Psikopedia! &nbsp; Teman-teman pernah nggak sih saat lagi stres, sedih, atau butuh sesuatu untuk menaikkan mood, kalian menonton film atau serial televisi favorit? walaupun sudah berkali-kali nonton, temen-temen tetap nggak bosen sama film atau serial televisi tersebut. Kira-kira kenapa ya kita suka melakukan hal itu? untuk menjawab pertanyaan ini, kita dapat melihat dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-4331","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-psikopedia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4331","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4331"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4331\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4333,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4331\/revisions\/4333"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4331"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4331"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4331"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}