{"id":3931,"date":"2023-10-30T19:02:20","date_gmt":"2023-10-30T12:02:20","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/?p=3931"},"modified":"2023-10-30T19:02:20","modified_gmt":"2023-10-30T12:02:20","slug":"aku-tidak-merasa-cukup-akan-diri-sendiri-analisis-hubungan-antara-self-esteem-incongruence-self-image-dan-ideal-self-oleh-carl-rogers","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/2023\/10\/aku-tidak-merasa-cukup-akan-diri-sendiri-analisis-hubungan-antara-self-esteem-incongruence-self-image-dan-ideal-self-oleh-carl-rogers\/","title":{"rendered":"\u201cAku Tidak Merasa Cukup akan Diri Sendiri\u201d Analisis Hubungan antara Self-Esteem, Incongruence, Self Image  dan Ideal Self oleh Carl Rogers"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Halo teman-teman Psikopedia! Pernah nggak sih teman-teman merasa tidak cukup dan tidak puas akan diri sendiri? Entah dalam konteks pencapaian, hubungan, atau kondisi saat ini. Berbagai macam tuntutan dari lingkungan dan pengalaman kegagalan yang dialami di masa lalu terkadang dapat membuat kita rendah diri; tidak percaya diri. Tidak jarang hal ini dapat menutup pandangan akan potensi sesungguhnya yang ada pada diri sendiri, tidak percaya bahwa sebetulnya kita mampu untuk melakukan banyak hal di dunia luar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0\u201cAku tidak merasa cukup akan diri sendiri.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Mungkin dari teman-teman Psikopedia pernah merasakan hal ini. Dalam konteks pencapaian, seringkali kita membandingkan pencapaian diri sendiri dengan orang lain. Contohnya adalah dengan melihat postingan orang lain di sosial media yang sudah terlihat sukses tetapi diri seakan berada di tempat yang sama; tidak ada yang berubah. Dalam konteks hubungan, seringkali kita membandingkan baik hubungan pertemanan, hubungan dengan keluarga, maupun hubungan romantis yang seakan tidak seindah orang lain. Hal ini seakan membuat seolah seluruh hal yang kita miliki saat ini merupakan kesalahan dari diri sendiri dan tidak ada yang dapat kita lakukan untuk mencapai seluruh standar diri, standar hubungan, dan standar-standar lainnya yang dibuat oleh masyarakat luas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Definisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Self-Esteem<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">:\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Self-Esteem<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau harga diri merupakan keseluruhan perasaan seorang individu akan nilai atau keberhargaan dirinya. Dalam kata lain, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Self-Esteem <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">digambarkan oleh seberapa besar seorang individu menyukai diri sendiri. Dapat disimpulkan bahwa perasaan tidak cukup akan diri sendiri menunjukkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Self-Esteem <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang rendah. Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan di Indonesia, terdapat 8 dari 10 remaja di Indonesia yang memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Self-Esteem <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang rendah. Hal ini disebabkan dengan adanya tekanan tinggi dari lingkungan yang membuat tuntutan atau standar kondisi ideal. Jika hal ini tidak dapat ditangani dengan baik, hal ini dapat berdampak buruk pada kesehatan mental, kehidupan sosial, pendidikan dan kinerja, dan kesehatan fisik seorang individu. Dalam taraf yang lebih tinggi, rendahnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Self-Esteem <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dapat menimbulkan gangguan kecemasan yang bisa mengarah ke depresi. Terdapat berbagai macam faktor yang bisa menjadi penyebab seorang individu memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Self-Esteem <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang rendah. Pada kesempatan kali ini, rendahnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Self-Esteem<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> akan dijelaskan dengan sebuah teori psikologis yang digagaskan oleh Carl Rogers yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Person-Centered Theory. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Terdapat tiga istilah penting lainnya yang akan digunakan yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The Self-Concept, Ideal Self, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Incongruence.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Definisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The Self-Concept:<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">The Self-Concept <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau konsep diri merupakan suatu gambaran yang dimiliki oleh seorang individu terkait dirinya sendiri saat ini. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The Self-Concept <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">mencakup seluruh aspek terhadap keberadaan seorang individu dan pengalaman individu tersebut. Contohnya adalah bagaimana seorang individu menggambarkan sifat atau kepribadian diri, bagaimana seorang individu memandang interaksinya dengan dunia luar, dan bagaimana seorang individu menganggap nilai &#8211; nilai yang penting dalam diri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Definisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Ideal Self:<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Ideal Self <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau diri ideal merupakan suatu gambaran yang dimiliki oleh seorang individu terkait harapan sebagai seseorang yang diinginkannya. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Ideal Self <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">mencakup atribut, karakteristik, atau kualitas &#8211; kualitas yang ingin dimiliki di masa depan. Dalam kata lain, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Ideal Self <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">merupakan penjumlahan dari seluruh hal yang seorang individu percaya perlu dimiliki oleh dirinya serta penjumlahan dari seluruh hal yang seorang individu percaya orang lain inginkan terhadap dirinya. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Ideal Self <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dipengaruhi oleh hal-hal yang diajarkan oleh orang tua, apa yang mereka kagumi dari orang lain, dan apa yang masyarakat luas tekankan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Definisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Incongruence:<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Incongruence<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> merupakan istilah yang menggambarkan kesenjangan yang besar antara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The Self-Concept <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Ideal Self <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang dimiliki oleh seseorang. Dalam kata lain, terdapat perbedaan antara bagaimana seorang individu memandang dirinya sendiri di masa kini (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The Self-Concept<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) dengan bagaimana individu tersebut mengharapkan dirinya sendiri di masa depan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Ideal Self<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Incongruence <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang terjadi pada seorang individu dapat memberikan dampak yang negatif terhadap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Self-Esteem. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Adapula dampak dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Incongruence <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">terhadap kesehatan mental lainnya adalah timbulnya konflik diri dan kecemasan yang berlebihan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Lalu, bagaimana cara untuk mengatasi Incongruence <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang ada pada diri?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dalam ilmu psikologi, terdapat istilah yang menggambarkan kondisi yang berlawanan dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Incongruence. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Istilah ini disebut sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Congruence <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yaitu kesesuaian antara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The Self-Concept <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Ideal Self <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang dimiliki oleh seseorang. Dalam kata lain, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Congruence<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> merupakan kondisi tidak terdapatnya kesenjangan yang signifikan antara konsep diri yang dimiliki dengan diri ideal yang diinginkan oleh seorang individu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Adapula langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Incongruence <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan mengatasi rendahnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Self-Esteem <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">pada diri sendiri:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Memiliki kesadaran dan menerima seluruh kondisi diri saat ini<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Meninjau kembali <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The Self-Concept <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Ideal Self <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang ada pada diri<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Membangun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The Self-Concept <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Ideal Self <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0yang sejalan dengan diri sendiri dan dapat dicapai dalam jangka waktu yang panjang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mencari tahu apa yang membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Self-Esteem <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">menurun.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mengetahui bahwa kita memiliki kemampuan dan keputusan untuk membangun pikiran dan keyakinan yang positif akan diri sendiri<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Meminta bantuan orang yang dipercaya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Meminta bantuan layanan kesehatan mental profesional seperti psikolog atau psikiater<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Mempertimbangkan banyaknya fenomena rendahnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Self-Esteem <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang beredar pada masyarakat luas, konsep diri dan diri ideal seakan dibentuk oleh tuntutan lingkungan dan standar orang lain. Padahal, kita dapat memahami bahwa seluruh individu manusia merupakan individu yang unik, memiliki konsep diri dan diri ideal yang berbeda satu sama lain. Kita memiliki kapasitas untuk memilih standar diri kita sendiri, tidak terpengaruhi oleh standar orang lain. Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menerima diri akan seluruh kekurangan dan kelebihan diri; yakin bahwa diri dapat mencapai tujuan dengan mencintai diri di masa lalu, masa kini, dan masa depan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><i><span style=\"font-weight: 400\">\u201cI feel happier just for being myself and letting others be themselves.\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><i><span style=\"font-weight: 400\">-Carl Rogers<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Referensi:<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Cherry, K. (2022). What is self-concept and how does it form?. Verywell Mind. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2023 melalui laman <\/span><a href=\"https:\/\/www.verywellmind.com\/what-is-self-concept-2795865\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.verywellmind.com\/what-is-self-concept-2795865<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Courtney E. Ackerman, MA. (2023). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">What is self-esteem? A psychologist explains<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. PositivePsychology.com. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2023 melalui laman <\/span><a href=\"https:\/\/positivepsychology.com\/self-esteem\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/positivepsychology.com\/self-esteem\/<\/span><\/a><b>\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Development, PT. N. S. (2023). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Ketahui Dampak Negatif dari Self Esteem yang Rendah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Ketahui Dampak negatif Dari Self esteem Yang Rendah. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2023 melalui laman <\/span><a href=\"https:\/\/nsd.co.id\/posts\/ketahui-dampak-negatif-dari-self-esteem-yang-rendah.html\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/nsd.co.id\/posts\/ketahui-dampak-negatif-dari-self-esteem-yang-rendah.html<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Fernando, R., &amp; Heberle, M. (2022). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Ideal Self vs. real self: Definition &amp; difference &#8211; study.com<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Study.com. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2023 melalui laman <\/span><a href=\"https:\/\/study.com\/academy\/lesson\/ideal-self-vs-real-self-definition-lesson-quiz.html\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/study.com\/academy\/lesson\/ideal-self-vs-real-self-definition-lesson-quiz.html<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Nurdiyanto, W. (2020). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Rendahnya Self Esteem Pengaruhi kesehatan mental<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Rendahnya Self Esteem Pengaruhi Kesehatan Mental &#8211; TIMES Indonesia. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2023 melalui laman <\/span><a href=\"https:\/\/timesindonesia.co.id\/kopi-times\/246055\/rendahnya-self-esteem-pengaruhi-kesehatan-mental\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/timesindonesia.co.id\/kopi-times\/246055\/rendahnya-self-esteem-pengaruhi-kesehatan-mental<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Puji, A. (2022). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Pentingnya Self Esteem (harga diri) dan tips Menjaganya Agar \u201cTetap Baik.\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Hello Sehat. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2023 melalui laman\u00a0 <\/span><a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/mental\/mental-lainnya\/self-esteem\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/hellosehat.com\/mental\/mental-lainnya\/self-esteem\/<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Rahmah, L. A. (2022). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Sudah Sehatkah self esteem-mu? &#8211; direktorat jenderal kekayaan negara<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. KPKNL Samarinda. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2023 melalui laman <\/span><a href=\"https:\/\/www.djkn.kemenkeu.go.id\/kpknl-samarinda\/baca-artikel\/15227\/Sudah-Sehatkah-Self-Esteem-mu.html\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.djkn.kemenkeu.go.id\/kpknl-samarinda\/baca-artikel\/15227\/Sudah-Sehatkah-Self-Esteem-mu.html<\/span><\/a><b>\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Shafira, N. (2021). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Inkongruensi, Salah Satu Sumber Gangguan Psikologis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. KOMPASIANA. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2023 melalui laman <\/span><a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/litashafira\/6094963b8ede4876f66193b2\/inkongruensi-salah-satu-sumber-gangguan-psikologis\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.kompasiana.com\/litashafira\/6094963b8ede4876f66193b2\/inkongruensi-salah-satu-sumber-gangguan-psikologis<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo teman-teman Psikopedia! Pernah nggak sih teman-teman merasa tidak cukup dan tidak puas akan diri sendiri? Entah dalam konteks pencapaian, hubungan, atau kondisi saat ini. Berbagai macam tuntutan dari lingkungan dan pengalaman kegagalan yang dialami di masa lalu terkadang dapat membuat kita rendah diri; tidak percaya diri. Tidak jarang hal ini dapat menutup pandangan akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":3933,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-3931","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-psikopedia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3931","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3931"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3931\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3934,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3931\/revisions\/3934"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3933"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3931"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3931"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3931"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}