{"id":3920,"date":"2023-10-26T11:15:15","date_gmt":"2023-10-26T04:15:15","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/?p=3920"},"modified":"2023-10-26T11:15:15","modified_gmt":"2023-10-26T04:15:15","slug":"dunia-bergerak-sangat-cepat-aku-selalu-kehabisan-waktu-penerapan-slow-living-mindset-oleh-carl-honore-di-dunia-yang-serba-cepat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/2023\/10\/dunia-bergerak-sangat-cepat-aku-selalu-kehabisan-waktu-penerapan-slow-living-mindset-oleh-carl-honore-di-dunia-yang-serba-cepat\/","title":{"rendered":"\u201cDunia Bergerak Sangat Cepat, Aku Selalu Kehabisan Waktu!\u201d:  Penerapan Slow Living Mindset oleh Carl Honore di Dunia yang Serba Cepat"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Halo teman-teman Psikopedia! Pernah nggak sih teman-teman merasa bahwa dunia terasa bergerak dengan sangat cepat? Berbagai macam kesibukan yang kita lakukan terasa sesak dan menekan, tidak disangka-sangka langit sudah berubah menjadi gelap dan bulan seperti sudah siap untuk mengatakan \u201chari ini sudah selesai\u201d. Padahal, masih banyak yang harus untuk diselesaikan. Berbagai macam tugas dan kesibukan ini membuat kita sulit untuk menemukan waktu istirahat yang tenang untuk diri sendiri.\u00a0<\/span><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u201cDunia bergerak sangat cepat, aku selalu kehabisan waktu.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Mungkin dari teman-teman Psikopedia pernah merasakan hal ini. Seluruh kesibukan yang ada seolah menuntut manusia untuk bekerja dengan cepat; kuantitas jauh lebih penting dibandingkan kualitas. Tidak jarang hal ini membuat kita memaksakan diri untuk terus bekerja dan selalu produktif, bahkan hingga mengorbankan waktu tidur dan waktu makan. Jika hal ini tidak dapat ditangani dengan baik, tidak menutup kemungkinan bahwa kesehatan fisik dan psikologis kita akan terkena imbasnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi merupakan salah satu faktor penyebab dari munculnya budaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Hustle Culture <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">di Indonesia. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Hustle Culture <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">merupakan standar di masyarakat yang menganggap bahwa manusia hanya bisa mencapai kesuksesan jika betul-betul mendedikasikan hidup untuk kesibukan\/pekerjaan sekeras-kerasnya hingga menempatkannya di atas segalanya. Pada sebuah survei yang dilakukan oleh The Finery Report, sebanyak 83,8% dari responden menganggap bahwa bekerja lembur sebagai hal yang normal. Terdapat sebesar 69,6% dari responden mengaku bahwa mereka bekerja secara rutin pada akhir pekan dengan 60,8% responden merasa bersalah jika tidak menambah jam kerja pada akhir pekan tersebut. Jika hal ini tidak dapat ditangani dengan baik, tidak menutup kemungkinan bahwa kesehatan fisik dan psikologis kita akan terkena imbasnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Lalu, bagaimana caranya untuk mengatasi hal tersebut?<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Slow Living<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah suatu pandangan untuk menyusun gaya hidup yang lebih bermakna dan penuh kesadaran serta sejalan dengan apa yang dinilai penting oleh seorang individu. Dalam kata lain, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Slow Living<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> merupakan suatu pandangan untuk melakukan seluruh aktivitas dalam kecepatan yang sesuai. Tujuan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">mindset <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ini adalah untuk membantu manusia mengerjakan aktivitas dengan perlahan sehingga aktivitas tersebut dapat dikerjakan dengan lebih baik dan bermakna bagi seorang individu.<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> Slow Living<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> digagaskan oleh Carl Honore yaitu seorang penulis dan pembicara terkenal yang membawa konsep <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Slow Living <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">kepada masyarakat luas pada bukunya yang berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">In Praise of Slowness<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> pada tahun 2004.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Konsep utama dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Slow Living<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">:<\/span><\/p>\n<ul style=\"font-weight: 400;text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kesibukan tidak sama dengan kesuksesan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kuantitas lebih diutamakan dibandingkan kuantitas<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mematikan sistem \u201cautopilot\u201d pada diri dan melakukan seluruh kegiatan sehari &#8211; hari dengan kesadaran penuh.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Slow living<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menekankan konsep menjalani hidup dengan lebih baik, bukan lebih cepat; hal ini dilakukan dengan mengedepankan prioritas dan kenyamanan dalam menjalani kegiatan sehari &#8211; hari.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Manfaat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Slow Living<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">:<\/span><\/p>\n<ul style=\"font-weight: 400;text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mengurangi stress dan kecemasan dengan tidak terburu &#8211; buru dalam menyelesaikan segala sesuatu<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Meningkatkan kualitas hidup dengan menikmati seluruh momen atau aktivitas sehari &#8211; hari dengan penuh kesadaran<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Meningkatkan kreativitas dan produktivitas dengan memberikan jeda dalam kesibukan yang sedang dijalani<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menciptakan hubungan yang lebih bermakna dengan diri sendiri dan orang lain.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tips and Tricks menjalani hidup dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Slow Living<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">:<\/span><\/p>\n<ul style=\"font-weight: 400;text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menciptakan sebuah komitmen untuk tujuan yang dicapai<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menghabiskan lebih banyak waktu untuk menjalin relasi yang dianggap bermakna<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Memberikan waktu untuk melakukan refleksi diri<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mengurangi pemakaian perangkat digital dan mengubahnya dengan aktivitas &#8211; aktivitas yang dapat menghubungkan kembali diri dengan diri sendiri, lingkungan sekitar, dan alam semesta.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Melakukan aktivitas dengan kesadaran penuh dan\u00a0 menikmati hidup di masa kini.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Mempertimbangkan banyaknya fenomena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Hustle Culture <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang beredar pada masyarakat luas, kesibukan seakan menjadi suatu yang sangat menekan dan menuntut. Padahal, kita dapat\u00a0 menjalani seluruh kesibukan yang kita miliki dengan tetap menjaga kesehatan fisik dan kesehatan mental kita. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Slow Living <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">merupakan salah satu pandangan yang dapat membantu kita untuk keluar dari budaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Hustle Culture <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dengan memahami bahwa seluruh kesibukan yang dimiliki dapat menjadi menyenangkan dan bermakna.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><br style=\"font-weight: 400\" \/><br style=\"font-weight: 400\" \/><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">There is more to life than increasing its speed.\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">-Mahatma Gandhi<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><br style=\"font-weight: 400\" \/><br style=\"font-weight: 400\" \/><br style=\"font-weight: 400\" \/><br style=\"font-weight: 400\" \/><br style=\"font-weight: 400\" \/><br style=\"font-weight: 400\" \/><br style=\"font-weight: 400\" \/><br style=\"font-weight: 400\" \/><br style=\"font-weight: 400\" \/><br style=\"font-weight: 400\" \/><br style=\"font-weight: 400\" \/><br style=\"font-weight: 400\" \/><br style=\"font-weight: 400\" \/><br style=\"font-weight: 400\" \/><br style=\"font-weight: 400\" \/><br style=\"font-weight: 400\" \/><br style=\"font-weight: 400\" \/><br style=\"font-weight: 400\" \/><br style=\"font-weight: 400\" \/><br style=\"font-weight: 400\" \/><br style=\"font-weight: 400\" \/><br style=\"font-weight: 400\" \/><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><b>Referensi:<\/b><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Bishop, I. (2022). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Discover the art of slow living &#8211; groov: Workplace mental wellbeing platform<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Groov. Diakses pada tanggal 19 Oktober 2023 melalui laman <\/span><a href=\"https:\/\/www.groovnow.com\/blog\/discover-the-art-of-slow-living#:~:text=Slow%20Living%20is%20a%20movement,more%20time%20for%20self%2Dcare\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.groovnow.com\/blog\/discover-the-art-of-slow-living#:~:text=Slow%20Living%20is%20a%20movement,more%20time%20for%20self%2Dcare<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">CNN Indonesia, T. (2023). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">CNN Indonesia | Berita Terbaru, Terkini Indonesia, Dunia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Lagi Ngetren, Apa itu Slow Living?. Diakses pada tanggal 19 Oktober 2023 melalui laman <\/span><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/gaya-hidup\/20220915112638-277-848168\/istilah-gaul-yang-lagi-ngetren-apa-itu-apple-cheeks\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.cnnindonesia.com\/gaya-hidup\/20220915112638-277-848168\/istilah-gaul-yang-lagi-ngetren-apa-itu-apple-cheeks<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dwell, P. (2023). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">What is slow living? slow movement history, tips, resources<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Slow Living LDN. Diakses pada tanggal 19 Oktober 2023 melalui laman <\/span><a href=\"https:\/\/slowlivingldn.com\/what-is-slow-living\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/slowlivingldn.com\/what-is-slow-living\/<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Hasibuan, L. (2023, July 20). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Lagi trend slow living, Apa Sih Maksudnya?<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. CNBC Indonesia. Diakses pada tanggal 19 Oktober 2023 melalui laman <\/span><a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/lifestyle\/20230720103639-33-455785\/lagi-trend-slow-living-apa-sih-maksudnya#:~:text=Carl%20Honor%C3%A9%2C%20salah%20satu%20penulis,bukunya%20In%20Praise%20of%20Slowness\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/lifestyle\/20230720103639-33-455785\/lagi-trend-slow-living-apa-sih-maksudnya#:~:text=Carl%20Honor%C3%A9%2C%20salah%20satu%20penulis,bukunya%20In%20Praise%20of%20Slowness<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Idris, M. (2021). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Apa Itu Hustle culture? Kenali Ciri-Cirinya Halaman all<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. KOMPAS.com. Diakses pada tanggal 19 Oktober 2023 melalui laman <\/span><a href=\"https:\/\/money.kompas.com\/read\/2021\/12\/08\/160537526\/apa-itu-hustle-culture-kenali-ciri-cirinya?page=all\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/money.kompas.com\/read\/2021\/12\/08\/160537526\/apa-itu-hustle-culture-kenali-ciri-cirinya?page=all<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Janardana, D. (2023). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Slow living: Pengertian, manfaat, &amp; Cara Melakukannya<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Bizhare Media. Diakses pada tanggal 19 Oktober 2023 melalui laman <\/span><a href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/mindset\/slow-living#:~:text=Slow%20living%20memungkinkan%20kita%20untuk,terburu%2Dburu%20menyelesaikan%20segala%20sesuatu\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.bizhare.id\/media\/mindset\/slow-living#:~:text=Slow%20living%20memungkinkan%20kita%20untuk,terburu%2Dburu%20menyelesaikan%20segala%20sesuatu<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Lewis, J. (2023). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Living intentional: How to start a slow living lifestyle<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Zella Life. Diakses pada tanggal 19 Oktober 2023 melalui laman <\/span><a href=\"https:\/\/www.zellalife.com\/blog\/living-intentional-how-to-start-a-slow-living-lifestyle\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.zellalife.com\/blog\/living-intentional-how-to-start-a-slow-living-lifestyle\/<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo teman-teman Psikopedia! Pernah nggak sih teman-teman merasa bahwa dunia terasa bergerak dengan sangat cepat? Berbagai macam kesibukan yang kita lakukan terasa sesak dan menekan, tidak disangka-sangka langit sudah berubah menjadi gelap dan bulan seperti sudah siap untuk mengatakan \u201chari ini sudah selesai\u201d. Padahal, masih banyak yang harus untuk diselesaikan. Berbagai macam tugas dan kesibukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":3921,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-3920","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-psikopedia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3920","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3920"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3920\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3922,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3920\/revisions\/3922"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3921"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3920"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3920"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3920"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}