    {"id":3859,"date":"2023-08-28T14:05:36","date_gmt":"2023-08-28T07:05:36","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/?p=3859"},"modified":"2023-08-28T14:08:10","modified_gmt":"2023-08-28T07:08:10","slug":"from-hurt-to-healing-unrealese-toxic-cycle","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/2023\/08\/from-hurt-to-healing-unrealese-toxic-cycle\/","title":{"rendered":"FROM HURT TO HEALING: UNREALESE TOXIC CYCLE"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><b>FROM HURT TO HEALING: UNREALESE TOXIC CYCLE<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u201cPapa tuh lebih tau apa yang terbaik buat kamu. Jadi, jangan ngelawan papa ya!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u201cKamu liat tuh temen kamu, dia bisa loh juara kelas!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u201cKamu tuh ya, bikin malu aja!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Psytroopers, di sini ada yang sering ga sih mendapatkan kata-kata seperti itu? Atau pernah mendapatkan kata-kata yang lebih menyakitkan lagi? Pasti menyakitkan banget ya dibanding-bandingkan dengan teman sendiri, dikekang di rumah dengan alasan \u2018demi kebaikan kita sendiri\u2019, ga pernah diapresiasi, selalu aja dikritik di rumah, atau malah terlalu sering dipuji.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Perilaku toxic yang dilakukan orang tua pun karena adanya trauma yang belum terselesaikan. Orang tua pun dulu juga mengalami perilaku toxic dari orang tuanya juga. Hal ini terus terjadi menjadi \u2018lingkaran setan\u2019.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Anak yang tumbuh dengan perilaku-perilaku <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">toxic <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">seperti itu, maka anak juga akan tumbuh menjadi anak yang rapuh, memiliki gangguan secara psikologis, dan juga memiliki kepribadian yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">toxic<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Ketika dewasa, anak akan cenderung memandang dunia dan permasalahan dengan pesimis, mudah rapuh, dan juga mudah cemas. Hal ini akan membentuk lingkaran setan karena si anak akan menurunkan hal yang sama kepada anaknya kelak, begitu terus.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Psytroopers pasti bertanya-tanya ya, kenapa ya aku bisa mendapatkan perilaku seperti ini di rumah? Memang ya, hal-hal buruk dalam kehidupan kita terkadang ga bisa kita hindari. Namun, penting untuk mengenali apa saja tindakan-tindakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">toxic <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dari kedua orang tua kita agar kemudian bisa menanggulangi dan menyembuhkan diri dari perilaku <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">toxic <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Berikut adalah beberapa tipe perilaku <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">toxic <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang bisa terjadi di rumah yang mungkin Psytroopers di sini pernah merasakan:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Orang tua yang mengontrol anak, kontrol yang dilakukan orang tua, yaitu mendikte dan mengontrol perasaan, keputusan, serta perilaku anak. Hal ini menyebabkan anak tidak punya kebebasan atas perasaan dan kehidupannya sendiri.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Orang tua yang menaruh ekspektasi tidak realistis pada anak akan membuat anak memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">self-esteem<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang rendah karena merasa tidak pernah bisa memenuhi ekspektasi dari orang tua.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Orang tua yang memberikan kekerasan verbal,\u00a0 yaitu dengan memberikan kata-kata yang menyakitkan dan merendahkan anak. Contohnya, \u2018sudah tau bodoh harusnya kamu belajar yang rajin!\u2019.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Orang tua yang tidak memahami privasi anak, padahal privasi akan membantu anak untuk lebih memahami dirinya sendiri. Tidak menghormati privasi anak akan membuat anak tidak nyaman dan menjaga jarak dengan orang tua. Contohnya, mengecek HP anak tanpa meminta izin.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Orang tua yang mengabaikan anak biasanya akan membiarkan anak tumbuh sendiri dan acuh tak acuh pada anak. Hal ini akan menyebabkan jarak yang jauh antara anak dan orang tua.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Lalu, bagaimana nih Psytroopers jika kita mengalami hal-hal di atas? Ketika kita sudah sadar jika kita menerima perilaku-perilaku tersebut, maka penting sekali mengkomunikasikan terlebih dahulu kepada orang tua untuk membuat batasan yang jelas dan jangan lupa untuk memberi perhatian pada diri sendiri dengan menjaga kesehatan jasmani dan mental. Jangan lupa juga untuk selalu melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">self-affirmation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> pada diri sendiri setiap harinya. Bisa juga dengan mencari bantuan kepada teman untuk memberikan dukungan emosional atau mencari bantuan kepada psikolog.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, penting sekali nih Psytroopers untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">healing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan memutuskan siklus yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">toxic <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ini. Tentu saja tidak mudah ya, tapi tenang aja karena kamu tidak sendirian. Ada Psytroopers di sini yang bersama-sama berjuang bersama kamu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: left\"><strong>REFERENSI<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Oktariani, O. (2021). Dampak toxic parents Dalam Kesehatan mental anak. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">2<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(3), 215\u2013222.<\/span><a href=\"https:\/\/doi.org\/10.51849\/j-p3k.v2i3.107\"> <span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/doi.org\/10.51849\/j-p3k.v2i3.107<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0Julian. (2020, March 20). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">5 Types of Toxic Parents <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Psych2go &#8211; Psychology Articles. Retrieved February 3, 2023, from<\/span><a href=\"https:\/\/psych2go.net\/5-types-of-toxic-parents\/\"> <span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/psych2go.net\/5-types-of-toxic-parents\/<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Madarina, A. (2022, December 6). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Memahami Toxic Parents dan Ciri-Ciri Yang Tak Boleh Dilakukan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Hello Sehat. Retrieved February 3, 2023, from<\/span><a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/parenting\/ciri-toxic-parents\/\"> <span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/hellosehat.com\/parenting\/ciri-toxic-parents\/<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><a href=\"https:\/\/www.noice.id\/info-terbaru\/tips-ampuh-menghadapi-toxic-parenting\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.noice.id\/info-terbaru\/tips-ampuh-menghadapi-toxic-parenting\/<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.altaschool.id\/blog\/perilaku-toxic-parenting-yang-berbahaya-untuk-masa-depan-anak#:~:text=Pola%20asuh%20toxic%20parenting%20ini,%2C%20depresi%2C%20atau%20gangguan%20kepribadian\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.altaschool.id\/blog\/perilaku-toxic-parenting-yang-berbahaya-untuk-masa-depan-anak#:~:text=Pola%20asuh%20toxic%20parenting%20ini,%2C%20depresi%2C%20atau%20gangguan%20kepribadian<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>FROM HURT TO HEALING: UNREALESE TOXIC CYCLE \u201cPapa tuh lebih tau apa yang terbaik buat kamu. Jadi, jangan ngelawan papa ya!\u201d \u201cKamu liat tuh temen kamu, dia bisa loh juara kelas!\u201d \u201cKamu tuh ya, bikin malu aja!\u201d Psytroopers, di sini ada yang sering ga sih mendapatkan kata-kata seperti itu? Atau pernah mendapatkan kata-kata yang lebih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":3860,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-3859","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-psikopedia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3859","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3859"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3859\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3863,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3859\/revisions\/3863"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3860"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3859"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3859"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3859"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}