    {"id":3850,"date":"2023-08-24T20:51:46","date_gmt":"2023-08-24T13:51:46","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/?p=3850"},"modified":"2023-08-24T20:51:46","modified_gmt":"2023-08-24T13:51:46","slug":"stoicism-untuk-menurunkan-overthinking","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/2023\/08\/stoicism-untuk-menurunkan-overthinking\/","title":{"rendered":"Stoicism untuk Menurunkan Overthinking"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Kesehatan mental menjadi isu yang ramai dibahas di era modern saat ini. Permasalahan-permasalahan di kehidupan manusia di masa ini memang semakin kompleks, ditambah lagi manusia harus beradaptasi dengan keadaan baru. Salah satu contoh perubahan hidup terbesar yang dialami oleh manusia saat ini adalah terjadinya pandemi COVID-19. Walaupun kini keadaan sudah jauh membaik, manusia merasakan perubahan yang mengharuskan untuk beradaptasi dengan keadaan baru, seperti menjaga jarak, menggunakan masker, menghindari kontak fisik berlebihan, dan selalu menjaga kebersihan (Kesehatan, 2020). Contoh fenomena seperti ini tidak dapat dipungkiri memancing munculnya pikiran negatif dan <em>overthinking<\/em><i>. <\/i>Rasa takut dan khawatir karena memikirkan sesuatu hal secara berlebihan akan membuat seseorang tidak tenang dalam menjalani hidupnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Overthinking<\/em> termasuk ke dalam\u00a0 <em>psychological disorder<\/em> karena menimbulkan kecemasan pada seseorang. <em>Overthinking<\/em> juga dikenal sebagai <em>paralysis analysis<\/em>, yaitu keadaan ketika seseorang memikirkan suatu permasalahan secara terus-menerus tanpa menemukan solusinya (Fakhir, 2019). Maka dari itu, perilaku <em>overthinking<\/em> bisa menjadi suatu hal yang menghambat seseorang untuk melakukan fungsi hidup sehari-hari dengan baik karena pikirannya selalu disibukkan dengan masalah-masalah yang tidak ada ujungnya (Sofia et al., 2020). Terkadang, masalah yang dipikirkan oleh para <em>overthinker<\/em> juga cenderung terdistorsi atau tidak sesuai kenyataan, sehingga hanya berupa kekhawatiran tanpa dasar saja. Oleh karena itu, seseorang memerlukan metode untuk mengatasi <em>overthinking<\/em>, salah satu cara yang efektif adalah menerapkan <em>stoicism<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut Wagstaff dan Rowledge (1995), <em>stoicism<\/em> atau ketabahan adalah daya tahan seseorang terhadap rasa sakit atau kesulitan, dengan tidak menunjukkan perasaan yang sesungguhnya dan tidak mengeluh. Kunci dari terbentuknya <em>stoicism<\/em> adalah <em>denial<\/em> atau penyangkalan, <em>suppression<\/em> atau penekanan, dan pengendalian emosi. <em>Stoicism<\/em> dapat membantu orang-orang yang memiliki perilaku <em>overthinking<\/em> untuk dapat mengelola pikiran dengan cara lebih tertata, mengelola kecemasan berlebihan dengan bijaksana (Febrian, 2023).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Orang-orang yang mengalami <em>overthinking<\/em> biasanya sulit melepaskan diri dari kecemasan, dan seringkali terperangkap dalam pikiran mereka sendiri. Melalui <em>stoicism<\/em><i>, <\/i>seseorang dapat belajar mengelola emosinya terlebih dahulu, kemudian berusaha melepaskan diri dari kecemasan dengan cara menyangkal atau menekan rasa cemas dan pikiran buruk tersebut. Melalui <em>stoicism<\/em><i>, <\/i>seseorang juga dapat belajar untuk fokus terhadap hal-hal yang dapat dikendalikan dan tidak memikirkan hal yang berada di luar kendali. Dengan begitu, pikiran bisa fokus pada hal yang dapat dilakukan dan fokus menjalani kegiatan sehari-hari tanpa rasa khawatir yang berlebihan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><b>REFERENSI<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Fakhir, R. M. (2019). Dampak Buruk Overthinking Bagi Psikologis Dan Kesehatan. JurnalPosMedia.Com. http:\/\/jurnalposmedia.com\/overthinking-dan-dampak-buruknya\/<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Febrian, E. A. (2023). Stoikisme: Obat Untuk si Overthinker? <em>Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan<\/em>, <em>1<\/em>(1), 130\u2013134. <a href=\"https:\/\/literaksi.org\/index.php\/jmp\/article\/view\/133\">https:\/\/literaksi.org\/index.php\/jmp\/article\/view\/133<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kesehatan, K. (2020). Promosi Kesehatan Adaptasi Kebiasaan Baru. In <em>http:\/\/promkes.kemkes.go.id\/download\/eqik\/files79362ADAPTASI%20KEBIASAAN%20B ARU_FINAL.pdf.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sofia, L., Ramadhani, A., Putri, E. T., &amp; Nor, A. (2020). Mengelola Overthinking untuk Meraih Kebermaknaan Hidup. <em>Plakat<\/em>. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.30872\/plakat.v2i2.4969\">https:\/\/doi.org\/10.30872\/plakat.v2i2.4969<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Wagstaff, G. F., &amp; Rowledge, A. M. (1995). Stoicism: its relation to gender, attitudes toward poverty, and reactions to emotive material. <em>Journal of Social Psychology<\/em>, <i>135<\/i>(2), 181\u2013184. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1080\/00224545.1995.9711421\">https:\/\/doi.org\/10.1080\/00224545.1995.9711421<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kesehatan mental menjadi isu yang ramai dibahas di era modern saat ini. Permasalahan-permasalahan di kehidupan manusia di masa ini memang semakin kompleks, ditambah lagi manusia harus beradaptasi dengan keadaan baru. Salah satu contoh perubahan hidup terbesar yang dialami oleh manusia saat ini adalah terjadinya pandemi COVID-19. Walaupun kini keadaan sudah jauh membaik, manusia merasakan perubahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":3851,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-3850","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-psikopedia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3850","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3850"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3850\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3852,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3850\/revisions\/3852"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3851"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3850"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3850"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3850"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}