    {"id":3678,"date":"2023-02-23T14:22:03","date_gmt":"2023-02-23T07:22:03","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/?p=3678"},"modified":"2023-02-23T14:22:03","modified_gmt":"2023-02-23T07:22:03","slug":"mengenal-quite-quitting-dalam-generasi-strawberry","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/2023\/02\/mengenal-quite-quitting-dalam-generasi-strawberry\/","title":{"rendered":"Mengenal Quite Quitting dalam Generasi Strawberry"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Pernakah kamu mendengar istilah <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">quite quitting<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">? Atau bahkan belum tahu sama sekali apa itu Generasi <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Strawberry<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">?! Yuk, kita bahas bersama!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cGue mati-matian pengen WORK LIFE BALANCEEE!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cLu jangan bicara sama gue tentang kerjaan saat weekend ya&#8230;\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cPokoknya aku hanya pengen ngerjain sesuai jobdesk!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sudah liat 3 dialog di atas? Apakah kamu tahu bahwa dialog tersebut termasuk beberapa tanda kalau kamu <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">quite quitters<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">?<\/span><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400\">Quite quitters<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> menjadi nama panggilan bagi orang yang menerapkan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">quite qutting<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Quite qutting<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> merupakan tindakan yang tidak ingin bekerja dengan usaha yang lebih, melainkan hanya sebatas memenuhi kewajiban atau bisa dikatakan \u201cpas pas-an aja\u201d, tidak lebih dari itu (Daugherty, 2022). Jika diartikan secara mentah-mentah dalam Bahasa Indonesia mungkin terdengar seperti keluar dari pekerjaan, tetapi arti yang sebenarnya lebih seperti membatasi diri dalam pekerjaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kira-kira ciri-cirinya seperti apa sih?! Berikut ciri-cirinya menurut Daugherty (2022) dan CNN Indonesia (2022)<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> Tidak ingin berkontribusi lebih atau bekerja melebihi tanggung jawab\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> Kurangnya antusias dalam bekerja<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> Jarang bersosialisasi dalam lingkungan pekerjaan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Istilah <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">quite quitting<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> baru muncul dan dibahas di sekitaran wilayah Amerika pada tahun 2020-an serta disebarluaskan oleh media termasuk media sosial hingga viral yang diduga faktornya karena Pandemi COVID-19 dan juga tumpang tindih dengan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">hustle culture mentality<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">. Istilah <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">quite quitting<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> juga diiringi oleh fenomena <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">great resignation<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> yang mana dalam jangka waktu tertentu, banyak pekerja mengundurkan diri dari pekerjaannya dengan berbagai alasan termasuk untuk memberikan jeda dalam hal karier. Konsep <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">quiet quitting<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> sendiri sudah ada dari sejak dulu dan juga pernah dibahas oleh beberapa warga Tiongkok dengan istilah yang berbeda yaitu \u201c<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">lying flat<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">\u201d. Di Indonesia sendiri, sejak pandemi COVID-19 ada beberapa perusahaan yang menerapkan PHK baik secara massal ataupun individual yang menyebabkan beberapa karyawan dituntut untuk bisa memegang tanggung jawab di luar dari <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">jobdesk<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> yang diberikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Yup! benar sekali, beberapa faktor yang diduga adalah <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">burnout<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> dan kurangnya kepuasaan dalam pekerjaan yang membuat banyak pekerja pun mengira bahwa untuk menghindarinya, bisa dengan cara menerapkan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">quite quitting<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Quite quitting<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> bisa terjadi pada siapa saja terutama pada generasi muda sekarang atau disebut sebagai generasi <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">strawberry<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">. Itu karena kebanyakan dari generasi muda ingin bisa bekerja secara fleksibel dan lebih memperhatikan masalah mental sehingga untuk mencegah <\/span><span style=\"font-weight: 400\"><em>burnout<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400\">dan mengalami kesakitan secara mental, mereka memilih <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">quite quitting<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> yang mana untuk mencapai \u201c<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">life balance<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"><em>\u201d<\/em>. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Quite quitting<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> bisa juga menjadi sebuah tanggapan terhadap karakteristik positif dan negatif yang dimiliki oleh generasi <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">strawberry<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cJadi, bisa dikatakan bahwa <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">quite quitting<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> muncul sebagai reaksi perlawanan dengan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">hustle culture<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sampai sekarang <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">quite quitting<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> menjadi perdebatan bagi banyak orang, apakah itu hal yang baik atau tidak. Di sisi tertentu, <\/span><span style=\"font-weight: 400\"><em>quite quitting<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400\">membuat banyak orang untuk lebih memikirkan prioritas yang lebih penting daripada pekerjaan, seperti keluarga, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">mental health<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, kesehatan fisik dan sebagainya sehingga banyak orang mengatakan bahwa <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">quite quitting<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> merupakan salah satu jalan menuju <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">work-life balance<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">. Akan tetapi, ada beberapa pandangan yang melihat <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">quite quitting<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> sebagai tindakan yang merugikan jika dilakukan terus-menerus, yang mana perusahaan bisa melihat <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">quite quitters<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> tidak menunjukkan potensi maksimalnya dan seakan-akan lebih tertarik untuk stagnan daripada berkembang dan bisa merujuk pada resiko \u201cdipecat\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cKalau gitu gimana dong biar bisa fleksibel dan <em>work<\/em><\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">-life <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"><em>balance<\/em>, tapi tetap memberikan kontribusi yang lebih?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ada beberapa solusi menarik yang diberikan oleh CNN Indonesia dan Forbes, yakni:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> Seimbangkan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">hustle culture<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> dengan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">quite quitting<\/span><\/em><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> Bentuklah komunikasi terhadap sesama rekan kerja, staff, atau lingkungan pekerjaan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> Perusahaan sebaiknya menghargai <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">work-life balance<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> setiap pekerja<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> Mengetahui batasan dan mengenali kemampuan diri sendiri<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada solusi terakhir di atas mungkin terkesan ambigu, tetapi yang dimaksudkan adalah sebagian orang mengambil pekerjaan\/<em>jobdesk<\/em> yang terlalu jauh dari kemampuannya sehingga menyebabkan beban besar terhadap dirinya sendiri dan bisa memengaruhi kesehatan fisik serta mental. Belum lagi, jika katakan saja<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> drop <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang mana hal ini bisa memengaruhi perusahaan atau kinerja lainnya sehingga pengenalan kemampuan dan batasan diri diperlukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebenarnya masalah <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">quite quitting<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> dan solusi yang telah diberikan juga sangat <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">relate <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">dan berlaku tidak hanya sebatas pada perusahaan, karyawan, dan sebagainya. Sebagai mahasiswa-mahasiswi tentunya juga akan diperhadapkan dengan berbagai tugas, kewajiban, proyek, dan masih banyak lagi yang terkadang membuat kita lelah dan itu hal yang wajar. Akan tetapi, hal yang tidak wajar ketika manusia sudah tidak ingin berkembang dan menyerah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cSemua manusia bisa capek, bahkan robot pun perlu di <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">maintenance<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">\u201d<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Referensi:<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Daugherty, G. (2022, November 02). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">What Is Quite Quitting-and Is It a Real Trend?<\/span><\/i> <span style=\"font-weight: 400\"> Investopedia. <\/span><a href=\"https:\/\/www.investopedia.com\/what-is-quiet-quitting-6743910#toc-%20examples-of-quiet-quitting\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.investopedia.com\/what-is-quiet-quitting-6743910#toc-<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">examples-of-quiet-quitting<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tapper, J. (2022, Agustus 6). Quite quitting: why doing the bare minimum at work has gone global. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The Guardian<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><a href=\"https:\/\/www.theguardian.com\/money\/2022\/aug\/06\/quiet-%09quitting-why-doing-the-bare-minimum-at-work-has-gone-global\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.theguardian.com\/money\/2022\/aug\/06\/quiet-<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">quitting-why-doing-the-bare-minimum-at-work-has-gone-global<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">CNN Indonesia. (2022, September 19). Quiet Quitting: Apa Salahnya Kerja Sesuai Argo dan Pulang Tenggo? <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">CNN Indonesia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/gaya-%09hidup\/20220915153914-284-848365\/quiet-quitting-apa-salahnya-kerja-sesuai-argo-%09dan-pulang-tenggo\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.cnnindonesia.com\/gaya-<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">hidup\/20220915153914-284-848365\/quiet-quitting-apa-salahnya-kerja-sesuai-argo-<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">dan-pulang-tenggo<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Windham-Bradstock, C., &amp; Forbes Human Resources Council. (2022, Oktober 12). Three Solutions To Quite Quitting. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Forbes<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><a href=\"https:\/\/www.forbes.com\/sites\/forbeshumanresourcescouncil\/2022\/10\/12\/three-%09solutions-to-quiet-quitting\/?sh=3339ff055f1b\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.forbes.com\/sites\/forbeshumanresourcescouncil\/2022\/10\/12\/three-<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">solutions-to-quiet-quitting\/?sh=3339ff055f1b<\/span><\/a><\/p>\n<p><b>Penulis: Kevin Jonathan Japar<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernakah kamu mendengar istilah quite quitting? Atau bahkan belum tahu sama sekali apa itu Generasi Strawberry?! Yuk, kita bahas bersama! \u201cGue mati-matian pengen WORK LIFE BALANCEEE!\u201d \u201cLu jangan bicara sama gue tentang kerjaan saat weekend ya&#8230;\u201d \u201cPokoknya aku hanya pengen ngerjain sesuai jobdesk!\u201d Sudah liat 3 dialog di atas? Apakah kamu tahu bahwa dialog tersebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":3679,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-3678","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-psikopedia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3678","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3678"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3678\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3680,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3678\/revisions\/3680"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3679"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3678"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3678"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3678"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}