    {"id":3482,"date":"2022-12-14T05:16:06","date_gmt":"2022-12-13T22:16:06","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/?p=3482"},"modified":"2022-12-14T05:16:06","modified_gmt":"2022-12-13T22:16:06","slug":"victim-blaming-sudah-jadi-korban-kok-masih-aja-disalahkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/2022\/12\/victim-blaming-sudah-jadi-korban-kok-masih-aja-disalahkan\/","title":{"rendered":"Victim Blaming: Sudah jadi korban, kok masih aja disalahkan?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><b><i>\u00a0<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\">Halo, teman-teman Psikopedia! Apakah kalian pernah menjadi korban dalam suatu masalah, tetapi respon orang lain bukannya membantu malah menyalahkan atau menyudutkan? atau jangan-jangan, kalian selalu merasa bersalah atas perbuatan yang bukan kalian lakukan? Bisa jadi, kalian mengalami fenomena yang disebut dengan \u201c<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Victim Blaming<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">\u201d. Hmm, teman-teman tau gak nih apa itu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Victim Blaming<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">? Yuk, kita kupas tuntas langsung dengan membaca penjelasannya di artikel ini ya!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Pengertian <\/b><em><b>Victim Blaming<\/b><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Menurut Yulia (2017), <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Victim Blaming<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> merupakan suatu perilaku yang menyebabkan korban dari tindakan kejahatan atau merugikan lainnya harus bertanggung jawab atas kesalahan yang menimpa mereka. Hal ini dapat membuat banyak orang berpikir bahwa pelaku dan korban merupakan pihak-pihak yang harus disalahkan atas peristiwa yang telah terjadi. Misalnya, ungkapan yang sering kita jumpai seperti \u201cMengapa kamu memakai baju yang kurang tertutup seperti itu?\u201d membuat perempuan yang menjadi korban <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">sexual harassment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menjadi seorang pelaku dari perbuatan tersebut. Secara realitanya, seharusnya pelaku yang disalahkan karena melakukan perbuatan buruk yang dapat merugikan orang lain dengan melakukan perbuatan tersebut secara sadar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Alasan Melakukan<\/b><em><b> Victim Blaming<\/b><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Alasan seseorang dapat melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">victim blaming<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dikarenakan terjadi suatu reaksi yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja yang tanpa sadar dilakukan untuk melindungi diri dari perbuatan yang dilakukan oleh pelaku. Ketika seorang korban mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan, respon yang diberikan hanya bisa takut dan tidak dapat melawan pelaku. Agar korban merasa bahwa dirinya merasa aman, maka ia mengalami bias (kecenderungan pikiran) yang menyebabkan tidak bisa untuk mengungkapkan suatu kejahatan yang dialaminya sehingga merasa percaya bahwa suatu kejadian buruk yang sedang menimpanya merupakan suatu kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu. Selain itu, adanya persepsi masyarakat yang memandang bahwa korban memang pantas mendapatkan perlakuan buruk dikarenakan perilaku yang tidak sesuai dengan budaya yang ada di sekitar lingkungannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Dampak Menjadi Korban <em>Victim Blaming<\/em><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dampak yang dialami menjadi korban <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">victim blaming<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> akan membentuk suatu pikiran bahwa ia secara terus menerus mengalami rasa bersalah sehingga dapat menimbulkan dampak yang lebih parah, seperti mengidap gangguan kesehatan mental yang meliputi kecemasan, depresi, dan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Post-Traumatic Stress Disorder<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> (PTSD). Ketika melakukan<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\"> victim blaming<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"><em>,<\/em> hal ini dapat menyusahkan korban dalam mengungkapkan peristiwa buruk yang telah terjadi kepada orang-orang di dekatnya maupun pihak berwajib.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Cara Menghindari Perilaku<\/b><em><b> Victim Blaming<\/b><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Victim blaming<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang terjadi dapat mendukung budaya bahwa pelaku yang melakukan kejahatan tidak mendapatkan hukuman yang seharusnya atau toleransi dengan perilaku yang dilakukannya. Oleh karena itu, cara kita menghindari perilaku <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">victim blaming<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> adalah memberikan dukungan kepada korban <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">sexual harassment<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, KDRT, dan sebagainya. Selain itu, keluarga atau teman dekat membantu korban untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan melaporkan kepada pihak berwajib dan mendengarkan keluh kesah mereka dengan percaya apa yang telah terjadi tanpa harus menyalahkan korban.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Referensi\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Alfi, I. Halwati, U. (2019). Faktor-Faktor <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Blaming Victim<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (Menyalahkan Korban) di Wilayah Praktik Pekerja Sosial). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Islamic Management and Empowerment Journal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. 1(2). 217-219<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Rosanti, O. T. (2019). Sikap Victim Blaming dan Dampaknya Pada Kesehatan Mental. Diakses pada tanggal 22 November 2022. https:\/\/hellosehat.com\/mental\/mental-lainnya\/victim-blaming\/<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Penulis: Pratiningrum Salsabilla Anggivasari<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0Halo, teman-teman Psikopedia! Apakah kalian pernah menjadi korban dalam suatu masalah, tetapi respon orang lain bukannya membantu malah menyalahkan atau menyudutkan? atau jangan-jangan, kalian selalu merasa bersalah atas perbuatan yang bukan kalian lakukan? Bisa jadi, kalian mengalami fenomena yang disebut dengan \u201cVictim Blaming\u201d. Hmm, teman-teman tau gak nih apa itu Victim Blaming? Yuk, kita kupas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":3485,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-3482","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-psikopedia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3482","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3482"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3482\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3486,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3482\/revisions\/3486"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3485"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3482"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3482"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3482"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}