{"id":3396,"date":"2022-09-14T08:31:38","date_gmt":"2022-09-14T01:31:38","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/?p=3396"},"modified":"2022-09-14T08:31:38","modified_gmt":"2022-09-14T01:31:38","slug":"ikigai-find-what-you-love-love-what-you-do-and-do-your-best","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/2022\/09\/ikigai-find-what-you-love-love-what-you-do-and-do-your-best\/","title":{"rendered":"IKIGAI: Find what you love, love what you do, and do your best"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Usia remaja ke awal 20-an biasanya adalah masa-masa paling galau untuk para remaja, bagaimana tidak? di usia peralihan dari masa remaja menuju dewasa ini mereka akan banyak dihadapkan oleh berbagai pilihan yang akan menentukan tujuan hidup mereka kedepannya. Pertanyaan-pertanyaan yang umumnya dipertanyakan adalah, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">\u201c<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400\">Kenapa ya aku gak punya tujuan hidup? Cita-citaku tuh apa sih? Di masa depan nanti aku mau jadi apa ya? Hidup ku kok, begini-begini aja sih?<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">Sebenarnya aku terlahir di dunia ini untuk apa?<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400\">\u201d,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Dan berbagai pertanyaan lainnya yang akan berujung dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">overthinking <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sebagai temanmu di malam hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Daripada kamu bingung dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">overthinking<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> memikirkan hal-hal itu, mungkin kamu bisa menerapkan IKIGAI untuk membantumu menjawab segala pertanyaan tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Apa itu IKIGAI?\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">IKIGAI (\u751f\u304d\u7532\u6590) merupakan suatu konsep yang digunakan oleh orang Jepang dalam menentukan tujuan hidup mereka atau secara sederhana dapat dikatakan sebagai \u201calasan untuk bangun di pagi hari\u201d yang maknanya adalah mereka akan memperjuangkan sesuatu dan mereka memiliki harapan untuk hidup. Dalam Bahasa Jepang \u201cIKI\u201d yang berarti hidup atau kehidupan, dan \u201cGAI\u201d yang artinya manfaat atau nilai. Psikolog Jepang Michiko Kumano (2017) mengatakan bahwa IKIGAI adalah keadaan sejahtera <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">(<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400\">well being<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400\">) <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang muncul berdasarkan pengabdian pada aktivitas yang dinikmati seseorang, serta membawa rasa kepuasan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">(<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400\">fulfillment<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400\">) <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dari aktivitas tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Kunci penting dari IKIGAI<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><b>Dimulai dari hal kecil<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Terkadang hal kecil dapat membawamu dalam kebahagiaan, sesederhana bangun pagi untuk menghirup udara segar, banyak tersenyum, berbagi, dan bersyukur. Karena sesuatu yang besar juga berasal dari hal kecil terlebih dahulu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><b>Keselarasan dan kesinambungan\u00a0<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">IKIGAI berhubungan erat dengan menjaga keselarasan dengan lingkungan, dengan orang-orang di sekitar, dan masyarakat secara luas supaya mencapai keberuntungan dan kesejahteraan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><b>Bebaskan dirimu<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kebebasan adalah kemampuan disaat kamu mampu untuk melakukan apa yang diinginkan, kondisi mengalir, dan tidak terbebani akan suatu hal. Saat dirimu bebas maka kebahagiaan akan muncul dengan sendirinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><b>Hadir di tempat dan waktu sekarang<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Menikmati waktu dan kondisi yang dirasakan saat ini adalah salah satu bentuk dari kesederhanaan, ketika kita bisa menghargai dan menikmati waktu yang telah diberikan tentunya akan membuat hidup terasa lebih bermakna.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Bagaimana cara menemukan IKIGAI?<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: left\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-content\/uploads\/sites\/21\/2022\/09\/ikgai.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-3397 alignnone\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-content\/uploads\/sites\/21\/2022\/09\/ikgai.png\" alt=\"\" width=\"202\" height=\"202\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Konsep dasar yang dimiliki IKIGAI terbentuk dari sebuah diagram yang mengidentifikasi pertemuan antara 4 elemen, berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Apa yang kamu sukai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">(<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400\">what you love<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400\">)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Apa yang dunia butuhkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">(<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400\">what the world needs<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400\">)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Apa yang bisa membuatmu mendapatkan bayaran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">(<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400\">what you can be paid for<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400\">)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Apa hal yang kamu kuasai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">(<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400\">what you are good at<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400\">)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">?\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Berdasarkan 4 elemen di atas, IKIGAI membagi lagi ke dalam beberapa fase, di antaranya:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><b><i>Passion,<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\"> kamu mendapatkan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">passion<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> dari irisan apa yang kamu sukai dan apa yang kamu kuasai.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><\/li>\n<li><b><i>Mission<\/i><i><span style=\"font-weight: 400\">,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> fase ini merupakan gabungan antara apa hal yang kamu sukai dan bermanfaat bagi orang lain.\u00a0<\/span><\/b><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><\/li>\n<li><b><i>Profession,<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\"> gabungan antara hal yang kamu kuasai dan kamu dibayar untuk itu.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><\/li>\n<li><b><i>Vocation,<\/i> <span style=\"font-weight: 400\">saat kamu memiliki apa yang dunia butuhkan dan kamu dibayar untuk hal tersebut.\u00a0<\/span><\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sehingga dapat dikatakan kamu mencapai titik termanis dalam IKIGAI bila kamu melibatkan sesuatu yang kamu sukai, yang juga dikuasai, yang dibutuhkan dunia saat ini, dan kamu akan mendapatkan bayaran akan hal itu. Namun, perlu diingat juga bahwa mendapatkan ke-4 elemen di atas sekaligus terutama dalam pekerjaan bukan lah hal yang mudah, maka kamu dapat menyederhanakannya dengan mencari 2 elemen terpenting dalam menemukan hal terbaik untuk dirimu sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sekian pembahasan mengenai IKIGAI, terima kasih sudah membaca dan sampai jumpa di artikel Psikopedia berikutnya!!\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">&#8211;<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400\">If you can make the process of making the effort your primary source of happiness, then you have succeeded in the most important challenge of your life.-<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Referensi:\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Akbar, F. (2021). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">IKIGAI: Konsep Hidup Bahagia Dan Cara Mencapainya.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Satu Persen. <\/span><a href=\"https:\/\/satupersen.net\/blog\/mengenal-ikigai-konsep-hidup-bahagia\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/satupersen.net\/blog\/mengenal-ikigai-konsep-hidup-bahagia<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Gaines, J. (2020. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The philosophy of Ikigai: 3 examples about finding purpose.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> PositivePsychology.com. <\/span><a href=\"https:\/\/positivepsychology.com\/ikigai\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/positivepsychology.com\/ikigai\/<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kumano, M. (2017). On the concept of well-being in Japan: Feeling shiawase as hedonic well-being and feeling ikigai as eudaimonic well-being. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Applied Research in Quality of Life, 13.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Miralles, F., &amp; Gracia, H. (2017)<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">. Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life. <\/span><\/i> <span style=\"font-weight: 400\">Random House UK.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Mogi, K. (2018). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Awakening your ikigai: How the Japanese wake up to joy and purpose every day. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">The Experiment.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Putri, B, A. (2020). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Ikigai, Filosofi Hidup orang Jepang Yang Perlu Ditiru.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan RI. <\/span><a href=\"https:\/\/www.djkn.kemenkeu.go.id\/kanwil-suluttenggomalut\/baca-artikel\/13385\/Ikigai-Filosofi-Hidup-Orang-Jepang-yang-Perlu-Ditiru.html\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.djkn.kemenkeu.go.id\/kanwil-suluttenggomalut\/baca-artikel\/13385\/Ikigai-Filosofi-Hidup-Orang-Jepang-yang-Perlu-Ditiru.html<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<b>Penulis: <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Najwa Fakhriyahputri Feriyanto<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Usia remaja ke awal 20-an biasanya adalah masa-masa paling galau untuk para remaja, bagaimana tidak? di usia peralihan dari masa remaja menuju dewasa ini mereka akan banyak dihadapkan oleh berbagai pilihan yang akan menentukan tujuan hidup mereka kedepannya. Pertanyaan-pertanyaan yang umumnya dipertanyakan adalah, \u201cKenapa ya aku gak punya tujuan hidup? Cita-citaku tuh apa sih? Di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":3393,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-3396","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-psikopedia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3396","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3396"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3396\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3398,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3396\/revisions\/3398"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3393"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3396"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3396"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3396"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}