    {"id":3337,"date":"2022-08-25T12:04:12","date_gmt":"2022-08-25T05:04:12","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/?p=3337"},"modified":"2022-08-25T12:04:12","modified_gmt":"2022-08-25T05:04:12","slug":"humblebragging-berujung-sindrom-pick-me-girl","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/2022\/08\/humblebragging-berujung-sindrom-pick-me-girl\/","title":{"rendered":"Humblebragging Berujung Sindrom \u201cPick Me Girl\u201d"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Halo teman-teman semua! Psikopedia balik lagi untuk membahas topik-topik yang menarik seputar Psikologi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Di era digital, media sosial sudah menjadi makanan sehari-hari dalam kehidupan. Penggunaan internet tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga dapat dijadikan sebagai media bisnis, pendidikan, dan pergaulan sosial. Dalam pergaulan sosial, seseorang pasti berusaha untuk menunjukkan citra diri sesuai yang diinginkannya. Terkadang ada seseorang yang mamerkan sesuatu, tetapi dengan rendah hati. Hal ini disebut sebagai <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">humblebragging<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Menurut Cambridge Dictionary, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">humblebragging <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dapat diartikan sebagai sesuatu yang dikatakan seperti mengeluh, tetapi memiliki makna sebaliknya yaitu ada sesuatu yang harus dibanggakan. Dikutip dari Harvard Business School yang menyebutkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">humblebragging<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> merupakan upaya promosi diri sendiri dengan kesan yang rendah hati. Banyak orang yang mengira cara tersebut merupakan strategi yang efektif untuk membangun citra di media sosial, tetapi cara tersebut dapat menjadi hal sebaliknya. Fenomena ini muncul karena adanya motivasi seseorang untuk melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">impression management<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, sehingga dapat membangun citra yang diinginkannya. Cara yang dilakukan pun beragam, dapat berbentuk foto, video, tulisan yang mewakili identitas penggunanya dan dibalut dengan kalimat-kalimat keluhan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dikutip dari Kompas.com yang menyebutkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">humblebragging <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dikategorikan dalam beberapa tipe, yaitu merendahkan diri sendiri untuk meningkatkan harga dirinya, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">self-deprecating humble brag<\/span><span style=\"font-weight: 400\">, dan <\/span><span style=\"font-weight: 400\">naive humble brag<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"><em>.<\/em> Berkembangnya fenomena ini di media sosial, menjadikan alasan seseorang melakukan fenomena tersebut yaitu untuk meningkatkan harga diri mereka dan meminta simpati dari orang sekitarnya (Sezer, Gino, Norton, 2018). Fenomena ini kerap kali dilakukan oleh <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">influencer<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> untuk dapat menarik simpati publik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Fenomena ini berkaitan dengan fenomena lainnya yang saat ini sedang marak diperbincangkan yaitu, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">pick me girl.<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">Pick me girl<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> merupakan tindakan seseorang yang mayoritas dilakukan oleh perempuan di media sosial yang menyatakan diri mereka tidak berpenampilan atau berperilaku seperti kebanyakan perempuan. Psikolog Ike dalam UNAIRNEWS menyatakan ada berbagai tanda yang menunjukkan perilaku tersebut, yaitu kondisi diri pribadi yang berbeda dengan karakteristik gender secara umum. Selanjutnya, cenderung untuk merendahkan perempuan lain. Tanda terakhir adalah menampilkan sikap untuk menarik lawan jenis atau simpati dari orang disekitarnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kedua fenomena tersebut saling berkaitan dikarenakan memiliki tujuan yang sama dan cara yang sama, yaitu dengan merendahkan untuk mendapat simpati orang lain. Psikolog Ike juga menjelaskan bahwa sifat tersebut muncul akibat <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">internalized<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">misogyny <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">yang berarti rasa tidak suka terhadap perempuan. Kondisi ini memerlukan penanganan secara klinis dikarenakan dapat mengganggu lingkungan disekitarnya. Perilaku pamer secara terselubung juga dapat memberikan dampak yang negatif apabila terus-menerus digunakan. Sehingga, akan menimbulkan kesan yang tidak tulus, palsu, bahkan dapat menyinggung perasaan orang lain (Sezer, Gino, Norton, 2018).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Referensi:<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ardayanti, E. (2018). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Pahami Fenomena Humblebrag pada Sosial Media<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Diakses tanggal 7 Agustus 2022. URL: <\/span><a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/efiardayanti2382\/606f21c18ede481183348a92\/pahami-fenomena-humblebrag-pada-sosial-media?page=3&amp;page_images=1\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.kompasiana.com\/efiardayanti2382\/606f21c18ede481183348a92\/pahami-fenomena-humblebrag-pada-sosial-media?page=3&amp;page_images=1<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Arifia, I. (2022).<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> Mengenal Fenomena Pick Me Girl dari Kacamata Psikologi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Unair News. Diakses tanggal 7 Agustus 2022. URL: <\/span><a href=\"https:\/\/news.unair.ac.id\/2022\/03\/07\/mengenal-fenomena-pick-me-girl-dari-kacamata-psikologi\/?lang=id\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/news.unair.ac.id\/2022\/03\/07\/mengenal-fenomena-pick-me-girl-dari-kacamata-psikologi\/?lang=id<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Humblebrag. (2022). Cambridge Dictionary. Diakses tanggal 7 Agustus 2022. URL: <\/span><a href=\"https:\/\/dictionary.cambridge.org\/dictionary\/english\/humblebrag\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/dictionary.cambridge.org\/dictionary\/english\/humblebrag<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sezer, O., Gino, F., &amp; Norton, M. I. (2017). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Humblebragging: A Distinct and Ineffective Self-Presentation Strategy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (p. 79). Harvard Business School.<\/span><\/p>\n<p><b>Penulis: Ayesha Khashia Praninda Kusdudi<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo teman-teman semua! Psikopedia balik lagi untuk membahas topik-topik yang menarik seputar Psikologi.\u00a0 Di era digital, media sosial sudah menjadi makanan sehari-hari dalam kehidupan. Penggunaan internet tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga dapat dijadikan sebagai media bisnis, pendidikan, dan pergaulan sosial. Dalam pergaulan sosial, seseorang pasti berusaha untuk menunjukkan citra diri sesuai yang diinginkannya. Terkadang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":3338,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-3337","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-psikopedia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3337","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3337"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3337\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3340,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3337\/revisions\/3340"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3338"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3337"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3337"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3337"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}