    {"id":3235,"date":"2022-06-24T10:16:11","date_gmt":"2022-06-24T03:16:11","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/?p=3235"},"modified":"2022-06-24T10:16:27","modified_gmt":"2022-06-24T03:16:27","slug":"apakah-kamu-termasuk-ke-dalam-sandwich-generation-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/2022\/06\/apakah-kamu-termasuk-ke-dalam-sandwich-generation-2\/","title":{"rendered":"Apakah Kamu Termasuk ke dalam Sandwich Generation?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Halo, teman-teman semua! Bagaimana kabar kalian? Aku harap baik, ya. Pada topik kali ini, kita akan membahas <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">sandwich generation<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">. Aku rasa istilah ini sudah sering terdengar oleh kalian, tetapi mungkin belum terdefinisi secara menyeluruh. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Sandwich generation<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> adalah sekelompok orang dewasa yang bertanggung jawab untuk mencukupi beban ekonomi dari generasi diatasnya dan generasi dibawahnya. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Mereka tidak hanya menanggung beban hidup anak-anaknya, tetapi juga orang tua dan\/atau mertuanya (Alavi, K., dkk., 2015). Istilah <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">sandwich generation<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> ini pertama kali ada pada jurnal berjudul <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">he \u2018Sandwich\u2019 Generation: Adult of the Aging<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0pada tahun 1981 oleh Dorothy A. Miller.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kenapa sih <\/span><span style=\"font-weight: 400\">sandwich generation<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> itu ada? Sederhananya, karena <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">life expectancy<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> atau harapan hidup manusia semakin tinggi dan zaman sekarang anak muda memutuskan untuk mempunyai anak lebih lama. Maksud dari <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">life expectancy<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> adalah manusia hidup lebih lama. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Goh, orang yang berumur 65 tahun keatas berjumlah 207 juta pada tahun 2000 di Asia. Diperkirakan angka ini akan naik menjadi 857 juta pada tahun 2050. Kemudian, zaman sekarang anak muda berkeinginan untuk mandiri secara finansial yang membuat mereka bekerja mungkin lebih dari 8 jam. Hal ini yang membuat kehidupan pribadi mereka tertunda dan keinginan untuk mempunyai anak lebih lama.\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Menurut Carol Abaya, seorang<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0Aging and Elder Care Expert\u00a0<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(dalam Hoyt, J., 2021) ada tipe-tipe <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">sandwich generation<\/span><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">Pertama<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><span style=\"font-weight: 400\">the traditional sandwich generation<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"><em>.<\/em> Orang dewasa yang berumur 40-50 tahunan menanggung beban finansial orang tua lanjut usia dan anak muda yang belum mandiri secara finansial. Kedua, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">the club sandwich generation<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"><em>.<\/em> Orang dewasa berumur akhir 60 tahun yang menanggung beban finansial orang tuanya, anaknya, kakek\/neneknya, atau bahkan cucunya. Ketiga, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">the open faced sandwich generation<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">. Siapa saja yang tidak secara profesional terlibat dalam perawatan lansia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Ketika kalian adalah <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">sandwich generation<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"><em>,<\/em> akan ada dampak psikologis yang menyertai. Dampak yang paling terlihat adalah kalian mengalami depresi, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">anxiety<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, sampai perasaan terisolasi. Hal ini terbilang wajar karena kalian harus membagi fokus ke beberapa orang, tidak hanya pada diri sendiri. Selanjutnya, perkembangan pada diri sendiri akan terhambat. Mulai dari kehidupan akademis, kehidupan pribadi, sampai kehidupan sosial. Kemudian, mulai acuh dengan kesehatan diri sendiri, seperti mengabaikan makan dan berolahraga. Kesimpulan dari dampak <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">sandwich generation <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">ini adalah kekurangan waktu untuk diri sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Setelah membaca penjelasan diatas, apakah kalian termasuk ke dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">sandwich generation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">? Bila iya, ada beberapa tips untuk kalian.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Komunikasikan kebutuhan mereka maupun diri sendiri, apa yang bisa dilakukan atas kendala tersebut, dan kemampuan setiap individu untuk menangani kendala tersebut. Kuncinya adalah komunikasi yang transparan agar tidak ada pihak yang merasa tertinggal atau tidak terurus.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Rencanakan pembagian tugas agar adil. Kuncinya adalah kalian harus tetap rasional dalam mengambil keputusan sesuai kemampuan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Belajar mengelola finansial agar berjalan dengan efektif. Kuncinya adalah terbuka atas ilmu baru dan mau belajar untuk menjadi lebih baik.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Nah teman-teman, menjadi <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">sandwich generation <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">memang tidak mudah. Akan tetapi, selalu ada banyak cara agar kendala tersebut teratasi. Jangan merasa bahwa kalian sendiri. Kalian selalu bisa mengkomunikasikan hal ini ke orang lain dan juga mencari bantuan. Tetap semangat ya teman-teman! Sekian dulu, artikel Psikopedia bulan Juni. Sampai jumpa di kesempatan lainnya!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Referensi:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Afifah, S. H. (2022, February 15). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Mengenal Sandwich Generation, Sosok Tangguh yang Terhimpit Beban Keluarga<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Psikologi.unnes.ac.id; PSIKOLOGI UNNES. https:\/\/psikologi.unnes.ac.id\/mengenal-sandwich-generation-sosok-tangguh-yang-terhimpit-beban-keluarga\/<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Alavi, K., Subuh, N., Mohamad, M. S., Ibrahim, F., Sarnon, N., &amp; Nen, S. (2015). Peranan Kesejahteraan Keluarga dan Daya Tahan dalam Pengukuhan Keluarga Sandwich. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Akademika<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">85<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(1), 25\u201332. https:\/\/doi.org\/10.17576\/akad-8501-03<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Goh, V. H. (2005). Aging in Asia: A cultural, socio-economical and historical perspective. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The Aging Male<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">8<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(2), 90\u201396. https:\/\/doi.org\/10.1080\/13685530500088472<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Hoyt, J. (2018, January 6). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The Sandwich Generation. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">SeniorLiving.org; Senior Living. <\/span><a href=\"https:\/\/www.seniorliving.org\/caregiving\/sandwich-generation\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.seniorliving.org\/caregiving\/sandwich-generation\/<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Penulis: Bella Novia Rahmadhani<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo, teman-teman semua! Bagaimana kabar kalian? Aku harap baik, ya. Pada topik kali ini, kita akan membahas sandwich generation. Aku rasa istilah ini sudah sering terdengar oleh kalian, tetapi mungkin belum terdefinisi secara menyeluruh. Sandwich generation adalah sekelompok orang dewasa yang bertanggung jawab untuk mencukupi beban ekonomi dari generasi diatasnya dan generasi dibawahnya. Mereka tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":3206,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-3235","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-psikopedia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3235","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3235"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3235\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3237,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3235\/revisions\/3237"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3206"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3235"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3235"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3235"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}