{"id":3167,"date":"2022-05-27T16:27:03","date_gmt":"2022-05-27T09:27:03","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/?p=3167"},"modified":"2022-05-27T16:27:03","modified_gmt":"2022-05-27T09:27:03","slug":"merasa-malas-beraktivitas-setelah-liburan-awas-post-holiday-blues","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/2022\/05\/merasa-malas-beraktivitas-setelah-liburan-awas-post-holiday-blues\/","title":{"rendered":"Merasa Malas Beraktivitas Setelah Liburan? Awas Post Holiday Blues"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Halo semua! Berjumpa lagi di artikel Psikopedia. Sebelumnya, Minal Aidin Wal Faizin untuk teman-teman yang merayakan Hari Raya Idul Fitri, semoga kita semua selalu diberikan berkah yang melimpah. Teman-teman semua gimana, nih, kabarnya setelah liburan? Masih semangat untuk beraktivitas atau malah menjadi malas untuk beraktivitas? Bagi teman-teman yang merasakan malas beraktivitas setelah liburan, hati-hati ya kalian mungkin mengalami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Post Holiday Blues<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Pada topik kali ini, kita akan membahas mengenai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">post holiday blues<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang membuat kita malas beraktivitas setelah liburan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Apa itu Post Holiday Blues?<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em><span style=\"font-weight: 400\">Post Holiday Blues<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> merupakan sindrom pasca liburan atau dapat didefinisikan sebagai perasaan negatif yang dirasakan oleh individu setelah selesai berlibur. Perasaan negatif yang muncul dapat berupa insomnia, perasaan mudah lelah, kesulitan untuk berkonsentrasi, munculnya kecemasan, serta perasaan sedih yang berkelanjutan. Pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">post holiday blues<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, gejala tersebut hanya akan muncul ketika liburan telah usai. Hal tersebut disebabkan oleh munculnya gap antara kehidupan realita dengan kehidupan selama liburan. Individu merasa bahwa kehidupan selama liburan sangatlah ideal, sehingga membuat hilangnya semangat untuk kembali beraktivitas dalam kehidupan realita mereka. Hal tersebut membuat seseorang merasa malas untuk melakukan aktivitas seperti biasanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Bagaimana cara mengatasi Post Holiday Blues? <\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Setelah mengetahui gejala <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">post holiday blues<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400\">,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">post holiday blues<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, diantaranya adalah :\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><b>Meluangkan waktu untuk beristirahat<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kegiatan berlibur terkadang membuat seseorang kelelahan dan kurang istirahat, hal tersebut tentunya akan memperburuk sindrom <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">post holiday blues<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> yang dialami. Oleh karena itu, pastikan teman-teman memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat dan bersantai dirumah setelah berlibur, seperti membaca buku, menonton film atau mendengarkan musik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><b>Melakukan olahraga ringan<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Ketika berolahraga, tubuh kita akan memproduksi endorfin atau sebuah hormon yang berkaitan dengan perasaan senang. Dengan melakukan olahraga ringan akan membantu kita untuk merubah suasana hati menjadi lebih senang dan kembali bersemangat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><b>Melakukan aktivitas di luar rumah<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Untuk mengurangi rasa bosan dan menghindari aktivitas monoton yang dilakukan di dalam ruangan, kita dapat melakukan aktivitas di luar rumah. Seperti misalnya makan di luar, berjalan-jalan disekitar rumah, dan lainnya. Hal tersebut dapat membantu kita untuk mengatasi kejenuhan dalam melakukan aktivitas setelah liburan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><b>Minta bantuan profesional\u00a0<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Apabila sindrom <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">post holiday blues<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> terus menerus dirasakan meskipun liburan telah usai sejak lama, maka jangan ragu untuk berkonsultasi dan meminta bantuan profesional seperti Psikolog. Melakukan konsultasi profesional akan membantu kamu untuk mengatasi permasalahan yang dialami.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Melalui cara-cara tersebut diharapkan dapat membantu kita atau kerabat dekat kita yang sedang mengalami gejala <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">post holiday blues<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Kegiatan liburan harusnya menjadi hal yang tepat untuk rehat dan mengembalikan energimu. Namun, apabila kamu merasa tidak bersemangat setelah liburan, maka kamu perlu waspada terhadap gejala <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">post holiday blues<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sekian pembahasan dari Psikopedia terkait <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">post holiday blues<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">. Semoga artikel ini dapat membantu teman-teman semua! Sampai bertemu di artikel selanjutnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Referensi<\/p>\n<p><\/b><span style=\"font-weight: 400\">Field, B. (2022). What Are the Post-Holiday Blues?. Verrywellmind.com. <\/span><a href=\"https:\/\/www.verywellmind.com\/what-are-the-post-holiday-blues-5214403\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.verywellmind.com\/what-are-the-post-holiday-blues-5214403<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Nur, M. F (2022). Post Holiday Blues Bikin Tak Semangat Bekerja? Psikolog Sarankan Ini. Detikhealth.com. <\/span><a href=\"https:\/\/health.detik.com\/berita-detikhealth\/d-6068328\/post-holiday-blues-bikin-tak-semangat-bekerja-psikolog-sarankan-ini\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/health.detik.com\/berita-detikhealth\/d-6068328\/post-holiday-blues-bikin-tak-semangat-bekerja-psikolog-sarankan-ini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Oktriwina, A. S. (2021). Post Holiday Blues: Gejala dan Cara Ampuh Mengatasinya. Glints.com. <\/span><a href=\"https:\/\/glints.com\/id\/lowongan\/post-holiday-blues\/#.Yn563y-lYgo\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/glints.com\/id\/lowongan\/post-holiday-blues\/#.Yn563y-lYgo<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Penulis : Luh Made Renata Putri Bellinda<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo semua! Berjumpa lagi di artikel Psikopedia. Sebelumnya, Minal Aidin Wal Faizin untuk teman-teman yang merayakan Hari Raya Idul Fitri, semoga kita semua selalu diberikan berkah yang melimpah. Teman-teman semua gimana, nih, kabarnya setelah liburan? Masih semangat untuk beraktivitas atau malah menjadi malas untuk beraktivitas? Bagi teman-teman yang merasakan malas beraktivitas setelah liburan, hati-hati ya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":3168,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-3167","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-psikopedia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3167","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3167"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3167\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3169,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3167\/revisions\/3169"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3168"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3167"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3167"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3167"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}