    {"id":2865,"date":"2022-02-04T17:25:36","date_gmt":"2022-02-04T10:25:36","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/?p=2865"},"modified":"2022-02-04T17:25:36","modified_gmt":"2022-02-04T10:25:36","slug":"spirit-doll-for-healing-yay-or-nay","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/2022\/02\/spirit-doll-for-healing-yay-or-nay\/","title":{"rendered":"Spirit Doll for Healing Yay or Nay"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><b>Spirit Doll for Healing Yay or Nay<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Hai teman-teman! Kita bertemu lagi di artikel Psikopedia pada bulan Februari! Semoga teman-teman dalam kondisi yang baik dan penuh semangat ya, terlebih pada bulan kasih sayang ini. Ngomong-ngomong tentang kasih sayang nih, beberapa waktu lalu kita sempat dihebohkan dengan maraknya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">public figure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang mengungkapkan bentuk cinta kasihnya pada boneka yang disebut sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">spirit doll<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Yuk kita kupas lebih dalam tentang fenomena ini!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Apa sih itu <\/b><b><i>spirit doll<\/i><\/b><b>?<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dilansir dari CNN Indonesia (2022), boneka arwah atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">spirit doll<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dapat dipahami sebagai wujud pelengkap dari suatu ritual keagamaan yang dapat merepresentasikan tokoh suci dalam agama ataupun malaikat dan leluhur. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Spirit doll<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> juga sudah digunakan sejak zaman dahulu untuk melakukan kegiatan keagamaan dan pemujaan. Dewasa ini, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">spirit doll<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> seolah muncul sebagai tren di masyarakat. Mereka menggunakan boneka tersebut sebagai media untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">healing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau penyembuhan batin dan kondisi mentalnya karena merasa dapat mengekspresikan diri dengan baik di depan boneka yang mereka adopsi tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Kenapa orang-orang mengadopsi <\/b><b><i>spirit doll<\/i><\/b><b>?<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Secara psikologis, tren di masyarakat untuk mengadopsi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">spirit doll<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini dapat dijelaskan berdasarkan beberapa sebab.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Defense Mechanism: Regression<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Ketika seseorang dihadapkan dengan situasi tertentu yang memunculkan rasa cemas di dirinya, ia secara tidak sadar akan mengembangkan mekanisme pertahanan diri (King, 2020). Berhubungan dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">spirit doll<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, mekanisme pertahanan diri atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">defense mechanism<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang dimunculkan seseorang disebut sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">regression.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Pada saat dihadapkan dengan kondisi tertentu yang membuatnya merasa cemas atau tertekan, seseorang akan cenderung kembali ke masa perkembangan sebelumnya, yang pada kasus ini ia menjadikan boneka sebagai \u201cteman\u201d untuk diajak berinteraksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400\">Keinginan untuk Seragam<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Mengadopsi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">spirit doll <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">seolah telah menjadi tren yang perlu diikuti oleh semua orang. Namun, bagaimana ini bisa terjadi? Dalam psikologi, dikenal istilah konformitas, yang merujuk pada sikap seseorang untuk dapat sesuai dan seragam dengan kebanyak orang di masyarakat (American Psychological Association, n.d). Dengan semakin banyak orang yang mengadopsi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">spirit doll<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> untuk kegiatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">healing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, terutama para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">public figure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, dapat semakin memperbesar kemungkinan masyarakat untuk ikut-ikutan mengadopsi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">spirit doll <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">supaya dapat mencapai keseragaman dengan orang lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Fear of Missing Out<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Hampir mirip dengan kondisi keseragaman, alasan lain yang mungkin muncul adalah perasaan takut ketinggalan atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">fear of missing out<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Perasaan ini dapat memunculkan pemikiran bahwa bisa saja orang-orang yang mengadopsi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">spirit doll<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> memiliki kehidupan yang lebih baik karena mereka dapat mewujudkan kegiatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">healing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dengan lebih baik pula. Hal tersebut mendorong seseorang merasa bahwa bisa saja ia kehilangan perasaan rileks atau tenang karena kegiatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">healing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang ia lakukan bukan dengan mengadopsi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">spirit doll<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Jadi, apakah mengadopsi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">spirit doll<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini adalah hal yang baik atau tidak? Jawabannya akan tergantung pada persepsi masing-masing individu. Apabila individu merasa bahwa dengan ia memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">spirit doll <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">untuk diajak berkomunikasi dapat membantunya melepas penat dan lebih menikmati kehidupannya, sah-sah saja untuk mengadopsinya. Namun, yang perlu diingat bahwa terdapat batasan yang perlu dibuat oleh individu mengenai perlakuannya terhadap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">spirit doll <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tersebut karena bagaimanapun juga seorang individu tetap perlu berkomunikasi dan berinteraksi dengan individu lain, bukan hanya dengan boneka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, terdapat beberapa tips lain yang dapat diterapkan oleh individu yang ingin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">healing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> selain dengan mengadopsi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">spirit doll<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">1. Berolahraga<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Teman-teman dapat menyalurkan waktu luang untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">healing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dengan cara berolahraga. Olahraga yang dilakukan dapat beraneka ragam, mulai dari olahraga ringan seperti yoga dan kardio, hingga olahraga berat seperti zumba dan angkat beban. Dengan berolahraga, pikiran seseorang dapat menjadi lebih rileks dan pastinya memperoleh manfaat yang baik bagi kesehatan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">2. Melakukan hobi<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Mengisi waktu dengan melakukan hobi pastinya menjadi hal yang menyenangkan, terlebih dapat berguna juga untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">healing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Hobi ini dapat disesuaikan dengan preferensi individu, seperti melukis, memasak, membaca, dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">3. Travelling<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Berjalan-jalan atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">travelling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> juga dapat dijadikan salah satu opsi untuk merilekskan pikiran, terlebih ke tempat-tempat terbuka yang berhubungan dengan alam. Udara yang lebih segar akan membantu kita menjadi lebih tenang. Namun, karena masa pandemi masih berlangsung, tetap patuhi protokol kesehatan saat berjalan-jalan ya, teman-teman!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Bagaimana teman-teman? Sudah lebih tergambar ya mengenai fenomena yang baru-baru ini marak perkembangannya, terutama dari sisi psikologisnya nih. Pada intinya, teman-teman perlu selektif dan adaptif dalam memilih jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">healing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang dapat dilakukan, terutama dalam jangka panjang. Jangan hanya ikut-ikutan tren tanpa mengetahui lebih dalam mengenai sesuatu hal ya, teman-teman!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Referensi<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">American Psychological Association. (n.d.). Conformity. In <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">APA dictionary of psychology<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Retrieved January 23, 2022, from <\/span><a href=\"https:\/\/dictionary.apa.org\/conformity\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/dictionary.apa.org\/conformity<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">King, L. A. (2020). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The science of psychology: An appreciative view<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (5th ed.). McGraw-Hill Education.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">N.n. (2022, January 3). Mengenal spirit doll, boneka arwah yang viral. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">CNN Indonesia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/gaya-hidup\/20220103144439-277-741952\/mengenal-spirit-doll-boneka-arwah-yang-viral\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.cnnindonesia.com\/gaya-hidup\/20220103144439-277-741952\/mengenal-spirit-doll-boneka-arwah-yang-viral<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Scott, E. (2021, April 25). How to deal with FOMO in your life. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Very Well Mind<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><a href=\"https:\/\/www.verywellmind.com\/how-to-cope-with-fomo-4174664#:~:text=What%20Is%20FOMO%3F,envy%20and%20affects%20self%2Desteem\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.verywellmind.com\/how-to-cope-with-fomo-4174664#:~:text=What%20Is%20FOMO%3F,envy%20and%20affects%20self%2Desteem<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Spirit Doll for Healing Yay or Nay Hai teman-teman! Kita bertemu lagi di artikel Psikopedia pada bulan Februari! Semoga teman-teman dalam kondisi yang baik dan penuh semangat ya, terlebih pada bulan kasih sayang ini. Ngomong-ngomong tentang kasih sayang nih, beberapa waktu lalu kita sempat dihebohkan dengan maraknya public figure yang mengungkapkan bentuk cinta kasihnya pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":2869,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2865","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-psikopedia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2865","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2865"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2865\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2870,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2865\/revisions\/2870"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2869"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2865"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2865"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2865"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}