    {"id":2846,"date":"2022-01-09T14:47:19","date_gmt":"2022-01-09T07:47:19","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/?p=2846"},"modified":"2022-01-09T14:47:19","modified_gmt":"2022-01-09T07:47:19","slug":"pentingnya-self-love","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/2022\/01\/pentingnya-self-love\/","title":{"rendered":"Pentingnya Self Love"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><b>Pentingnya <\/b><b><i>Self Love<\/i><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Halo, teman-teman! Bagaimana kabarnya nih? Semoga dalam keadaan yang sehat ya! Kali ini kita mau bahas topik yang penting banget, apalagi di masa pandemi ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Perlu kita sadari bahwa pandemi saat ini belum juga membaik. Aktivitas kita masih dibatasi dan masih banyak aktivitas yang dilakukan secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Hal ini membuat kita terbatas untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan untuk menghibur diri sendiri, misalnya menonton konser. Banyak orang yang pastinya rindu menonton konser untuk menghibur dirinya. Dengan melakukan hal yang dapat menghibur diri, kita bisa lebih menyayangi dan peduli dengan diri sendiri. Menyayangi dan peduli dengan diri sendiri ini lah yang disebut dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">self love.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Apa sebenarnya <\/b><b><i>self love<\/i><\/b><b> itu?\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Self love<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau mencintai diri sendiri adalah upaya untuk menerima keadaan diri sendiri<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">. Self love<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> berarti menjadi nyaman dengan siapa diri sendiri. Menghibur diri dan juga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">self care<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> termasuk cara agar kita bisa mencintai diri sendiri loh!\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Apa sih pentingnya <\/b><b><i>self love<\/i><\/b><b>?\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Self love<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini adalah termasuk aspek penting dari kesehatan mental dimana ketika kita bisa menerima dan mencintai kelebihan dan kekurangan dari diri sendiri, ini membantu kita untuk mengelola emosi yang muncul. Hal ini juga penting untuk membangun pondasi yang memungkinkan kita untuk mengejar mimpi, merasa bangga, dan menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk dapat mengelola <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">self love<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> secara baik. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Self love<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sendiri juga memberikan ketenangan dalam hidup, baik untuk kesehatan mental maupun kesehatan fisik. Riset menunjukan bahwa ketika seseorang tidak dapat menerima diri sendiri, maka rentan terserang stres. Jika seseorang terus menerus terserang stres, maka akan mengganggu kesehatan mentalnya dan bisa menimbulkan penyakit mental, seperti gangguan kecemasan hingga gangguan makanan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dengan demikian, kali ini terdapat beberapa tips untuk meningkatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">self love<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, antara lain :\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><b>Bersikap baik kepada diri sendiri.\u00a0<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Hal ini yang bikin kita lupa dengan diri sendiri. Terkadang kita lebih banyak bersikap baik dengan orang sekitar, tetapi kita lupa untuk berbuat baik dengan diri sendiri. Caranya bisa menggunakan tulisan atau kita bisa berkaca dengan melontarkan kata-kata yang baik kepada diri sendiri, seperti \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">you did well,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> terima kasih sudah bertahan ya!\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><b>Mencoba meditasi.\u00a0<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Meditasi juga dipercaya dapat membantu menghilangkan dan mengatasi pikiran-pikiran negatif. Meditasi dilakukan di tempat tenang yang membuat pikiran kita menjadi tenang dan memikirkan bahwa kita juga dapat mendapat cinta dari diri sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><b>Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain.<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tanpa kita sadari, kita sering melakukan hal ini ketika seseorang sudah mencapai impiannya. Hal yang perlu kita ingat adalah tidak ada seseorang yang benar-benar sempurna. Maka dari itu, penting untuk kita terus mengingat tujuan dan impian kita ke depannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><b><i>Mencoba self love journaling.<\/i><\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Self-love journaling <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">berhubungan dengan jurnal harian. Jurnal harian membantu kita untuk dapat memahami dan mengatasi perasaan yang kita miliki tentang diri kita sendiri. Dalam jurnal, kita dapat menuliskan hal apa yang kita sukai dan dapat menjadi pengingat yang mengubah pikiran kita untuk lebih mengarah ke positif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Cara diatas merupakan cara untuk meningkatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">self love<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang bisa kita coba di rumah. Perlu diingat bahwa emosi, seperti senang, sedih dan takut juga merupakan cara kita mengenal diri sendiri. Mengenal diri sendiri juga merupakan hal penting dalam mengelola <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">self love<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dengan baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Mari kita mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain dan orang sekitar. Sampai ketemu lagi di artikel selanjutnya ya, teman-teman!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Referensi:\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">David, T. (2021).\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Self-Love Tips<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Psychology Today. Retrieved 10 December 2021, from <\/span><a href=\"https:\/\/www.psychologytoday.com\/intl\/blog\/click-here-happiness\/202103\/self-love-tips\"><span style=\"font-weight: 400\">Self-Love Tips | Psychology Today<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Flaxingtin, B. (2021).\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The Importance of Self-Love<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Psychology Today. Retrieved 10 December 2021, from <\/span><a href=\"https:\/\/www.psychologytoday.com\/intl\/blog\/understand-other-people\/201901\/the-importance-self-love\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.psychologytoday.com\/intl\/blog\/understand-other-people\/201901\/the-importance-self-love<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Henschke, E., &amp; Sedlmeier, P. (2021). What is self-love? Redefinition of a controversial construct.\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The Humanistic Psychologist<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Martin, S. (2021).\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">What is Self-Love and Why Is It So Important?<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Psych Central. Retrieved 10 December 2021, from <\/span><a href=\"https:\/\/psychcentral.com\/blog\/imperfect\/2019\/05\/what-is-self-love-and-why-is-it-so-important#What-is-self-love\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/psychcentral.com\/blog\/imperfect\/2019\/05\/what-is-self-love-and-why-is-it-so-important#What-is-self-love<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">?.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Penulis: Andini Titis Galih Utami<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pentingnya Self Love Halo, teman-teman! Bagaimana kabarnya nih? Semoga dalam keadaan yang sehat ya! Kali ini kita mau bahas topik yang penting banget, apalagi di masa pandemi ini.\u00a0 Perlu kita sadari bahwa pandemi saat ini belum juga membaik. Aktivitas kita masih dibatasi dan masih banyak aktivitas yang dilakukan secara online. Hal ini membuat kita terbatas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":2848,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2846","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-psikopedia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2846","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2846"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2846\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2849,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2846\/revisions\/2849"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2848"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2846"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2846"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2846"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}