    {"id":2454,"date":"2021-06-11T16:25:32","date_gmt":"2021-06-11T09:25:32","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/?p=2454"},"modified":"2021-06-11T16:26:27","modified_gmt":"2021-06-11T09:26:27","slug":"menjalin-hubungan-interpersonal-antar-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/2021\/06\/menjalin-hubungan-interpersonal-antar-masyarakat\/","title":{"rendered":"Menjalin Hubungan Interpersonal antar Masyarakat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><b>Menjalin Hubungan Interpersonal antar Masyarakat<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Hai, teman-teman! Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kalian sehat dan bahagia selalu ya! Sebelumnya, aku mau nanya dulu nih sama kalian. Pernah kepikiran ga sih kenapa kita punya ketertarikan yang sama dengan teman-teman kita. Biasanya kalau kita cari teman, kita lebih cenderung memilih teman yang punya minat yang sama. Apakah ada alasan tertentu ya sehingga bisa terjadi seperti itu? Ternyata, hal ini berkaitan dengan hubungan interpersonal yang dirasakan oleh setiap orang ketika menjalin sebuah relasi. Hubungannya tidak hanya tentang hubungan percintaan saja lho tetapi juga hubungan persahabatan nih, teman-teman. Nah, kali ini kita akan membahas tentang hubungan interpersonal. Untuk lebih jelasnya lagi, yuk kita simak bersama mengenai hubungan interpersonal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Hubungan interpersonal itu apa sih?\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Hubungan interpersonal adalah hubungan yang dibangun oleh dua orang atau lebih yang memiliki ketertarikan dan ketergantungan satu sama lain serta menggunakan pola interaksi yang konsisten. Ketika kita akan menjalin hubungan interpersonal, terdapat suatu proses yang biasanya dimulai dengan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">interpersonal attraction<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">. Menurut Baron dan Byrne (dalam Sarwono dan Meinarno, 2009)<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400\">interpersonal attraction<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> adalah penilaian seseorang terhadap sikap orang lain dan menimbulkan rasa suka sehingga ketertarikan ini mengacu pada sikap positif yang dibentuk terhadap orang lain. Contohnya, saat masa perkenalan lingkungan sekolah atau kampus, lalu kita bertemu dengan seseorang yang baru. Karena kita belum mengenal yang lainnya, kita selalu bersama dan bertanya mengenai berbagai hal kepada orang tersebut. Selain itu, ternyata kita juga mendapatkan kelas yang sama dan setiap ada pembagian kelompok selalu bersama. Karena memiliki berbagai kesamaan, kita akhirnya memiliki sikap yang positif kepadanya. Hal tersebut membuat kita saling mengenal lebih dalam dengan satu sama lain dan menjadi lebih dekat dengannya sehingga dapat menjalin hubungan interpersonal yang baik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Apa saja sih penyebab hubungan interpersonal?<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dalam menjalin hubungan interpersonal, terdapat ketertarikan satu sama lain yang disebabkan oleh beberapa hal seperti yang dijelaskan oleh Aronson et al. (2013), yaitu:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><em><b>Propinquity effect<\/b><\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><em><span style=\"font-weight: 400\">Propinquity effect <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">adalah ketertarikan untuk bisa berinteraksi dengan orang lain untuk mengembangkan hubungan relasi atau pertemanan. Dengan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">propinquity effect <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">ini, semakin banyak kita melihat dan berinteraksi dengan orang lain, maka akan semakin besar kemungkinan orang tersebut menjadi teman kita. Hal ini terjadi karena adanya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">mere <\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400\">exposure effect <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">yang menyatakan bahwa semakin banyak <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">exposure <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">yang kita miliki terhadap suatu stimulus, maka akan semakin besar kecenderungan untuk kita menyukainya. Misalnya, saat sekolah dulu, teman sebangku kita menjadi sahabat dekat. Hal tersebut karena kita sering bersama dan terjadi banyak interaksi sehingga semakin besar kemungkinannya kita akan menjadi tertarik untuk berteman dengan orang tersebut.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><em><b>Similarity<\/b><\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\"><em>Similarity<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400\">(kesamaan) menjadi salah satu alasan dalam menjalin sebuah hubungan karena kita cenderung menerima seseorang yang memiliki berbagai kesamaan dengan kita. Kesamaan (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">similarity<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">) tersebut bisa dari berbagai aspek seperti opini, sikap, karakteristik, penampilan fisik, hobi, latar belakang, kepribadian, dan lain-lain. Sebagai contoh, kita memiliki teman yang memiliki hobi yang sama, yaitu fotografi. Karena terdapat kesamaan tersebut, kita bisa saling bertukar pikiran dan mencari spot fotografi bersama sehingga bisa membuat kita menjalin sebuah hubungan.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><em><b>Reciprocal Liking<\/b><\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><em><span style=\"font-weight: 400\">Reciprocal Liking <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">(kesukaan yang timbal balik) adalah suatu istilah dalam psikologi yang menggambarkan mengenai kecenderungan kita ketika ada orang lain yang juga menyukai kita. Ketika ada orang yang baik dan peduli, kita biasanya akan membalas orang tersebut dengan baik juga. Contoh sehari-hari adalah ketika sedang mengalami hari yang buruk, lalu ada orang yang membantu kita untuk menenangkan dan menyelesaikan permasalahan yang sedang dialami. Kita pun memiliki rasa terima kasih yang begitu besar dalam diri kita sehingga berpikir bahwa kita harus membalas kebaikan orang tersebut sama seperti yang dilakukannya sebelumnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><em><b>Physical Attractiveness and Liking<\/b><\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><em><span style=\"font-weight: 400\">Physical Attractiveness and Liking <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">(daya tarik fisik) adalah ketertarikan suatu individu terhadap penampilan individu lainnya sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Aspek ini menjadi penentu utama ketika ingin membentuk sebuah hubungan. Contohnya, ketika sedang mencari teman atau pasangan, tidak jarang kita melihat fisik dari orang tersebut terlebih dahulu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Menurut Rogers (Arni, 2002), hubungan interpersonal akan efektif apabila memenuhi beberapa kondisi sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Bertemu secara langsung antara satu sama lain secara personal<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Empati dan komunikasi yang dapat dipahami satu sama lain<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Saling menghargai dan saling menerima\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menjaga keterbukaan\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Meningkatkan rasa saling percaya diri\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Jadi, bagaimana cara menjalin hubungan interpersonal dengan baik?<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Untuk itu, berikut cara-cara yang dapat dilakukan untuk menjaga hubungan interpersonal yang baik dengan orang lain:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menjadi pendengar yang baik<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Jangan memotong pembicaraan orang lain<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Memberikan perhatian penuh dan respons kepada lawan pembicara<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menunjukkan keterbukaan dengan kepada orang lain<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mempertahankan hubungan dengan meningkatkan komunikasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mengembangkan kemampuan interpersonal ketika berinteraksi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Nah, itu dia teman-teman pembahasan mengenai hubungan interpersonal. Meskipun di masa pandemi saat ini, jangan lupa untuk mengembangkan kemampuan interpersonal teman-teman ya. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat untuk teman-teman. Jangan lupa jaga kesehatan dan tetap patuhi protokol kesehatan ya! Sampai jumpa lagi di artikel berikutnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Referensi:<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Aronson, E., Timothy, D. W., &amp; Robin, M. A. (2013). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Social Psychology (8th Edition)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. USA: Pearson Education, Inc.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Muhammad, Arni. (2002). Komunikasi Organisasi: Definisi Komunikasi dan Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Olivia, Monica. (2016). Membangun Hubungan Melalui Komunikasi Interpersonal. Kompasiana.com. <\/span><a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/monicaolivia\/581ad8470123bdc244059d26\/membangun-hubungan-melalui-komunikasi-interpersonal?page=all\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.kompasiana.com\/monicaolivia\/581ad8470123bdc244059d26\/membangun-hubungan-melalui-komunikasi-interpersonal?page=all<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sarwono, S. W., dan Meinarno, E. A. (2009). Psikologi Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Penulis:<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Puti Muthia Rahim<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menjalin Hubungan Interpersonal antar Masyarakat Hai, teman-teman! Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kalian sehat dan bahagia selalu ya! Sebelumnya, aku mau nanya dulu nih sama kalian. Pernah kepikiran ga sih kenapa kita punya ketertarikan yang sama dengan teman-teman kita. Biasanya kalau kita cari teman, kita lebih cenderung memilih teman yang punya minat yang sama. Apakah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":2386,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2454","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-psikopedia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2454","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2454"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2454\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2457,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2454\/revisions\/2457"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2386"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2454"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2454"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2454"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}