    {"id":2385,"date":"2021-04-09T19:39:21","date_gmt":"2021-04-09T12:39:21","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/?p=2385"},"modified":"2021-04-09T19:39:21","modified_gmt":"2021-04-09T12:39:21","slug":"mengapa-terkadang-muncul-rasa-malas-dalam-kerja-kelompok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/2021\/04\/mengapa-terkadang-muncul-rasa-malas-dalam-kerja-kelompok\/","title":{"rendered":"Mengapa Terkadang Muncul Rasa Malas Dalam Kerja Kelompok?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><b>Mengapa Terkadang Muncul Rasa Malas Dalam Kerja Kelompok?<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Hai teman-teman, apa kabarnya hari ini? Semoga sehat dan bahagia selalu ya! Pada topik kali ini, kita bakal bahas mengenai suatu hal yang biasanya terjadi dalam dunia perkuliahan nih. Sebelum berlanjut ke pembahasan yang lebih dalam, aku mau tanya dulu deh. Pernah gak sih kalian merasa malas dalam mengerjakan tugas kelompok? Jika pernah kira-kira kenapa ya bisa seperti itu? Nah, sekarang kita akan membahas hal tersebut terutama mengenai kemalasan sosial atau biasa disebut dengan Social Loafing.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Social Loafing tuh apa sih? Social loafing atau dapat disebut juga sebagai kemalasan sosial adalah penurunan performa atau kinerja seseorang yang disebabkan oleh adanya kehadiran orang lain dalam sebuah kelompok. Individu akan menurunkan motivasi dan usaha mereka untuk mengerjakan sesuatu hal karena yakin bahwa hal tersebut dapat dikerjakan dengan baik oleh orang lain atau teman sekelompoknya. Ini mengakibatkan munculnya rasa malas untuk berpartisipasi dalam mengerjakan tugas atau hal lainnya yang seharusnya dikerjakan secara berkelompok dan cenderung memberikan kepercayaannya kepada orang lain untuk mengerjakan hal tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Geen dalam Hogg dan Vaughan (2011) menemukan bahwa kehadiran anggota lain dalam suatu kelompok dapat mengakibatkan kemalasan pada anggota (kemalasan sosial). Geen menyebutkan bahwa terdapat tiga penyebab terjadinya kemalasan sosial, yaitu :<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Output equity<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Kemalasan sosial yang terjadi karena individu beranggapan bahwa teman sekelompoknya cenderung bermalas-malasan sehingga individu tersebut ikut bermalas-malasan untuk mempertahankan keadilan (equity).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Evaluation apprehension<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Kemalasan sosial yang terjadi karena identitas individu menjadi tersamar atau anonim ketika berada dalam kelompok. Dalam kata lain, individu tidak terlalu dianggap di dalam kelompok sehingga individu tidak termotivasi dan hanya memberi sedikit kontribusi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Matching to standard<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Kemalasan sosial yang terjadi karena adanya standar kinerja untuk membandingkan performa antara individu dengan teman sekelompoknya sehingga individu tidak termotivasi dalam mengerjakan tugas kelompok.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Untuk mengatasi adanya kemalasan sosial dalam kelompok, perlu dibentuk sebuah komitmen antara anggota kelompok yang ada. Komitmen dibuat untuk membangkitkan semangat individu dalam memberikan performa dan kinerja yang terbaik untuk mengerjakan tugas sehingga pada akhirnya masing-masing individu dapat bekerja keras. Selain itu, pemimpin kelompok diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada sesama individu bahwa kontribusi dalam pengerjaan tugas kelompok sangatlah penting sehingga individu dapat berpikir bahwa dirinya harus berkontribusi dalam kerja kelompok dan dapat mengurangi terjadinya Social Loafing atau kemalasan sosial.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Jadi gimana nih teman-teman, sudah tau kan mengapa terkadang kita malas untuk bekerja dalam sebuah kelompok? Dengan pembahasan mengenai Social Loafing, diharapkan dapat memberikan pemahaman serta dapat membantu mengatasi Social Loafing yang muncul pada diri sendiri maupun orang lain yang menjadi teman sekelompok kita. Karena pekerjaan kelompok itu adalah pekerjaan yang dilakukan bersama-sama, pekerjaan yang sulit dapat menjadi lebih mudah loh. Oleh karena itu, mulai sekarang ayo semangat dalam mengerjakan tugas terutama tugas kelompok ya. Semangat teman-teman semua dan\u00a0 sampai bertemu di Psikopedia selanjutnya! Have a nice day.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Referensi:<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Hogg, M.A. dan G.M. Vaughan. 2014. Social Psychology. Edisi ke-7. Harlow: Pearson <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Education Limited.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Riadi. M. (2018) \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Kemalasan Sosial (Social Loafing)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u201d. Diperoleh dari <\/span><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.kajianpustaka.com\/2018\/05\/kemalasan-sosial-social-loafing.html\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Subhan E. H. dkk. (2018). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">\u201cPsikologi Sosial Pengantar dalam Teori &amp; Penelitian<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u201d. Jakarta: <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Salemba Humanika.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Penulis : Luh Made Renata Putri Bellinda<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengapa Terkadang Muncul Rasa Malas Dalam Kerja Kelompok? Hai teman-teman, apa kabarnya hari ini? Semoga sehat dan bahagia selalu ya! Pada topik kali ini, kita bakal bahas mengenai suatu hal yang biasanya terjadi dalam dunia perkuliahan nih. Sebelum berlanjut ke pembahasan yang lebih dalam, aku mau tanya dulu deh. Pernah gak sih kalian merasa malas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":2386,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2385","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-psikopedia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2385","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2385"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2385\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2391,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2385\/revisions\/2391"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2386"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2385"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2385"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpsiko\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2385"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}