Himpunan Mahasiswa Psikologi (HIMPSIKO) BINUS University kembali menghadirkan kegiatan Psychology Care (PSYCARE) sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat. Pada tahun 2026 ini, PSYCARE mengusung tema “Healing Through Creativity: Ekspresikan Perasaanmu dengan Kreativitas” yang dilaksanakan di Panti Sasana Tresna Wreda CARITAS, Bekasi. kegiatan ini memberikan ruang bagi para lansia untuk mengekspresikan perasaan melalui berbagai aktivitas kreatif dan interaksi sosial. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat sekaligus kesempatan untuk menerapkan ilmu psikologi dalam kehidupan nyata. Salah satu fokus kegiatan adalah menciptakan ruang yang aman bagi para lansia untuk mengenali dan mengekspresikan perasaan mereka melalui media kreatif.
Rangkaian PSYCARE 2026 berlangsung selama lima hari, yaitu pada 24, 26, 27, 28, dan 29 Agustus 2026. Selama lima hari tersebut, para lansia diajak mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang untuk mendorong ekspresi diri, membangun interaksi, serta menciptakan suasana yang menyenangkan.
Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang berisi sambutan dari Nayla Aprilia selaku Ketua Pelaksana PSYCARE 2026 untuk membuka kegiatan secara resmi, yang kemudian dilanjutkan oleh Alya Azzaira selaku Ketua Umum HIMPSIKO. Setelah itu, sambutan disampaikan oleh Ibu Veronica selaku perwakilan Panti Sasana Tresna Wreda CARITAS sebagai pihak yang menjadi tempat pelaksanaan kegiatan. Rangkaian sambutan ditutup dengan sambutan dari Kak Anggita D. Cahyani, S.Psi., M.A. selaku Dosen Dan Wakil Departemen Psikologi Di BINUS University Kemanggisan. Setelah pembukaan, peserta diajak mengikuti sesi mood checking dengan membuat dan menghias mood checking board. Peserta kemudian memilih simbol yang menggambarkan perasaan mereka pada hari tersebut. Kegiatan dilanjutkan dengan permainan Pop & Tell untuk mencairkan suasana sebelum peserta mengikuti aktivitas Beads of Joy, yaitu membuat gelang menggunakan manik-manik dan berbagai warna. Tidak berhenti pada proses membuat karya, peserta juga diberikan kesempatan untuk menceritakan makna warna atau desain gelang yang telah mereka buat. Aktivitas tersebut menjadi salah satu cara untuk mendorong peserta menyampaikan perasaan melalui karya yang mereka hasilkan. Acara ditutup dengan sesi dokumentasi kegiatan.
Sesi menghias dan mengisi mood checking board oleh peserta dan volunteer.
Sesi ice breaking pop & tell bersama peserta dan volunteer.
Peserta dan volunteer membuat gelang dalam sesi beads of joy
Dokumentasi hari pertama PSYCARE 2026.
Memasuki Hari kedua, kegiatan berfokus pada pengenalan dan ekspresi emosi. Peserta mengikuti Positive Affirmation Art dengan menghias kertas menggunakan afirmasi positif, kata-kata semangat, atau kalimat motivasi. Setelah itu, peserta mendapatkan materi “Express Your Feelings” yang disampaiukan oleh Kak Hasna Hafizhah Salma, M.Psi., Psikolog, dan membahas cara mengenali emosi, memahami perasaan diri sendiri, serta mengekspresikannya melalui kegiatan yang positif dan kreatif. Kegiatan lalu dilanjut dengan memasuki sesi melukis totebag. Para peserta diberikan kebebasan untuk menuangkan emosi, perasaan, maupun hal-hal yang ingin mereka ekspresikan melalui gambar dan warna. Setelah menyelesaikan karya, peserta kemudian membagikan cerita mengenai makna gambar dan warna yang digunakan, lalu ditutup dengan sesi dokumentasi kegiatan.
Peserta menghias kertas dan menulis afirmasi positif dalam sesi positive affirmation art.
Pembawaan materi “Express Your Feelings”.
Dokumentasi hari kedua PSYCARE 2026
Pada hari ketiga, suasana kegiatan semakin meriah melalui aktivitas karaoke, permainan Tepuk Tangan Jika, dan sharing session. Dalam sesi berbagi cerita, peserta diberikan kesempatan untuk menceritakan pengalaman atau kenangan berdasarkan topik yang telah disiapkan oleh panitia. Kebersamaan kemudian dilanjutkan melalui kegiatan Precious Memory, yaitu bernyanyi dan menari bersama para penghuni panti. Aktivitas tersebut menjadi salah satu momen untuk menciptakan kebersamaan dan kenangan bersama selama pelaksanaan PSYCARE 2026.
Sesi ice breaking “Tepuk Tangan Jika”.
Sharing session bersama peserta dan volunteer.
Dokumentasi hari ketiga PSYCARE 2026.
Hari keempat kembali diisi dengan kegiatan seni. Melalui Paper of Thorns, peserta menuliskan nama, usia, serta hal-hal yang membuat mereka bahagia, kemudian menghias dan mewarnainya sesuai kreativitas masing-masing. Selanjutnya, peserta membuat karya mozaik dengan menempelkan potongan origami berwarna pada gambar ikan dan penyu yang telah disediakan. Acara kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi kegiatan.
Kegiatan seni dalam sesi paper of thorns.
Menempelkan origami saat sesi mozaik.
Dokumentasi hari keempat PSYCARE 2026.
Rangkaian kegiatan ditutup pada hari kelima dengan aktivitas Melukis Figura. Peserta menghias figura yang nantinya digunakan untuk membingkai foto diri mereka. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi Kesan & Pesan, yang memberikan kesempatan kepada peserta panti, panitia, dan volunteer untuk menyampaikan pengalaman selama mengikuti rangkaian PSYCARE 2026. Sebagai bagian dari penutupan, panitia juga melakukan pemberian donasi secara simbolis kepada pihak yayasan, dilanjutkan dengan pembagian bingkisan, doa bersama, dan foto bersama.
Sesi melukis dan menghias figura untuk bingkai foto.
Penyampaian pesan dan kesan dari peserta.
Penyampaian pesan dan kesan dari volunteer.
Penyampaian pesan dan kesan dari panitia.
Pemberian simbolis donasi kepada pihak panti.
Dokumentasi hari kelima PSYCARE 2026.
Melalui PSYCARE 2026, HIMPSIKO BINUS University berupaya meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap kondisi emosional lansia. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus menerapkan ilmu psikologi melalui aktivitas kreatif yang dapat mendukung ekspresi perasaan dan kepercayaan diri para lansia. Dengan menggabungkan kreativitas dan interaksi sosial, PSYCARE 2026 tidak hanya menghadirkan kegiatan yang menyenangkan bagi para lansia, tetapi juga menjadi pengalaman pembelajaran bagi mahasiswa dan volunteer. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat menghadirkan lingkungan yang lebih suportif, positif, dan penuh makna bagi para lansia di Panti Sasana Tresna Wreda CARITAS.



