Sebuah bisnis sering kali bermula dari sesuatu yang sederhana. Sebuah permasalahan, kebutuhan di sekitar, atau gagasan yang muncul dari keberanian untuk melihat sesuatu dengan cara yang berbeda. Namun, sebuah ide tidak akan berkembang jika hanya disimpan dalam pikiran. Dibutuhkan keberanian untuk memulai, menguji, dan membawa gagasan tersebut menjadi sesuatu yang nyata. Semangat inilah yang menjadi dasar hadirnya IMPRENEUR 2026, program kerja Divisi Edupreneur HIMPRENEUR yang mengusung tema “Youngpreneur Rise: Innovate, Sustain, and Impact the World.” Melalui tema tersebut, IMPRENEUR 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk menemukan ide bisnis yang inovatif, tetapi juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk memahami bagaimana sebuah bisnis dapat menciptakan nilai ekonomi, memberikan manfaat sosial, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
Perjalanan IMPRENEUR 2026 dimulai pada 1 Juni melalui pembukaan early registration. Sejak saat itu, berbagai gagasan mulai dipersiapkan untuk memasuki ruang kompetisi. Setiap peserta membawa latar belakang dan pemikiran yang berbeda, tetapi dipertemukan oleh keberanian yang sama untuk mengembangkan sebuah ide menjadi model bisnis. Melalui konsep Sustainable Business Model Canvas, peserta diajak melihat bisnis secara lebih menyeluruh, mulai dari kebutuhan konsumen, nilai yang ditawarkan, sumber daya, mitra, hingga bagaimana bisnis dapat bertahan dan memberikan dampak dalam jangka panjang. Dengan pendekatan tersebut, IMPRENEUR 2026 mengajak peserta memahami bahwa pertumbuhan bisnis tidak hanya berbicara mengenai keuntungan, tetapi juga mengenai nilai yang dapat diberikan kepada masyarakat dan lingkungan.
Setelah melalui rangkaian persiapan, Selasa, 28 Juli 2026 menjadi hari ketika berbagai gagasan tersebut akhirnya dipresentasikan di hadapan juri. IMPRENEUR 2026 mempertemukan dua jenjang peserta, yaitu SMA secara onsite dan mahasiswa secara online. Sesi SMA berlangsung di Aula Universitas BINUS Malang, Jl. Araya Mansion No. 8–22, Genitri, Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dengan menghadirkan enam tim dari berbagai sekolah dan kota. Setiap tim datang dengan persiapan terbaik untuk mempresentasikan model bisnis mereka. Sebagian besar peserta bahkan membawa prototipe sebagai bentuk nyata dari ide yang telah dikembangkan, sehingga gagasan yang sebelumnya tersusun dalam perencanaan dapat ditunjukkan secara langsung kepada para juri. Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan seminar bisnis untuk memperluas wawasan peserta mengenai dunia kewirausahaan serta campus tour yang memberikan pengalaman untuk mengenal lingkungan Universitas BINUS Malang.
Di ruang yang berbeda, sesi mahasiswa berlangsung secara daring melalui Zoom dengan diikuti oleh delapan tim dari berbagai perguruan tinggi. Meskipun tidak berada dalam satu ruangan, persiapan dan semangat kompetisi tetap terlihat dari setiap peserta. Beberapa di antaranya hadir dengan mengenakan almamater dari perguruan tinggi masing masing, seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, serta berbagai perguruan tinggi lainnya. Keberagaman tersebut mempertemukan perspektif yang berbeda dalam mengembangkan ide bisnis. Selain mempresentasikan model bisnis di hadapan juri, peserta mahasiswa juga mengikuti seminar bisnis yang menjadi kesempatan untuk memperoleh wawasan baru dan memperluas pemahaman mengenai dunia kewirausahaan.
Lebih dari sekadar ruang untuk berkompetisi, IMPRENEUR 2026 menjadi pengingat bahwa sebuah perubahan selalu berawal dari kesempatan untuk mencoba. Tidak semua peserta datang dengan pengalaman yang sama, tidak semua ide telah berada pada tahap yang sempurna, dan tidak semua gagasan langsung memiliki jawaban atas setiap tantangan. Namun, keberanian untuk membawa sebuah ide ke hadapan orang lain merupakan langkah penting untuk menjadikannya lebih matang. Melalui kompetisi seperti IMPRENEUR 2026, generasi muda memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, menerima masukan, melihat peluang dari sudut pandang yang berbeda, dan membangun keyakinan bahwa gagasan mereka layak untuk dikembangkan. Sebab, sebuah kompetisi bukan hanya tentang menemukan siapa yang terbaik, tetapi juga tentang menciptakan ruang agar lebih banyak anak muda berani memulai.
Pada akhirnya, IMPRENEUR 2026 bukan hanya tentang enam tim SMA, delapan tim mahasiswa, atau siapa yang berhasil menjadi pemenang. Di balik setiap presentasi, prototipe, dan gagasan yang dibawa ke ruang kompetisi, terdapat keberanian untuk memulai sesuatu yang mungkin sebelumnya hanya berupa ide. Melalui “Youngpreneur Rise: Innovate, Sustain, and Impact the World,” IMPRENEUR 2026 diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi generasi muda untuk terus menciptakan inovasi, membangun bisnis yang berkelanjutan, dan menghadirkan dampak positif bagi masyarakat serta lingkungan. Karena sebuah ide mungkin dimulai dari satu pikiran, tetapi dengan keberanian untuk mewujudkannya, ide tersebut dapat tumbuh menjadi sesuatu yang mampu mengubah masa depan.
