    {"id":383,"date":"2017-06-05T18:42:33","date_gmt":"2017-06-05T11:42:33","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpgsd\/?p=383"},"modified":"2017-06-05T18:50:43","modified_gmt":"2017-06-05T11:50:43","slug":"schizophrenia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpgsd\/2017\/06\/schizophrenia\/","title":{"rendered":"SCHIZOPHRENIA"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/medicastore.com\/image_penyakit\/2014.03.64.Otak%20Penderita%20Skizofrenia.jpg\"><b>http:\/\/medicastore.com\/image_penyakit\/2014.03.64.Otak%20Penderita%20Skizofrenia.jpg<\/b><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\nSchizophrenia adalah penyakit yang menyerang mental atau dapat disebut dengan gangguan mental kronis yang menyebabkan penderitanya mengalami halusinasi,delusi,pikiran kacau dan perubahan prilaku lainnya. Kondisi yang biasanya berlangsung lama ini sering diartikan sebagai gangguan mental,hal ini disebabkan karena penderita sulit membedakan antara kenyataan dengan pikiran alam bawah sadar (pikiran sendiri). \u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-384\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpgsd\/wp-content\/uploads\/sites\/82\/2017\/06\/image1.jpg\" alt=\"\" width=\"446\" height=\"382\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Schizophrenia memiliki dua kategori gejala yaitu :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> \u00a0ditandai munculnya persepsi, pikiran, dan perilaku yang tidak biasa secara menonjol, misalnya: halusinasi, delusi, pikiran dan pembicaraan kacau, dan perilaku katatonik,gejala positif = gejala tipe I <\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">2. \u00a0ditandai hilangnya atau berkurangnya kemampuan di area tertentu, misalnya tidak munculnya perilaku tertentu, afek datar, dan alogia (tidak mau bicara).gejala negatif = gejala tipe II \u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><b>Delusi<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> memiliki pengertian penderita percaya akan hal yang tidak sesuai dengan realita yang ada,misalnya merasa bahwa dirinya Nabi. <\/span><b>Halusinasi<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> memiliki pengertian bahwa penderita mengalami kejadian indriawi yang tidak nyata misalnya penderita merasa melihat sesuatu yang tidak ada. <\/span><b>Afek datar<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> memiliki pengertian bahwa penderita secaa emosi tidak mampu memberi respon terhadap lingkungan sekitarnya misalnya ketika situasi sedang sedih penderita tidak ada ekspresi sedih. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam mengobati skizofrenia, dokter biasanya akan mengombinasikan terapi perilaku kognitif (CBT) dengan obat-obatan antipsikotik. Untuk memperbesar peluang sembuh, pengobatan juga harus ditunjang oleh dukungan dan perhatian dari orang-orang terdekat. M<\/span><span style=\"font-weight: 400\">eskipun sudah sembuh, penderita skizofrenia tetap harus dimonitor. Biasanya dokter akan terus meresepkan obat-obatan untuk mencegah gejala kambuh. Selain itu, penting bagi penderita untuk mengenali tanda-tanda kemunculan episode akut dan bersedia membicarakan kondisinya pada orang lain.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">http:\/\/www.alodokter.com\/skizofrenia<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>http:\/\/medicastore.com\/image_penyakit\/2014.03.64.Otak%20Penderita%20Skizofrenia.jpg Schizophrenia adalah penyakit yang menyerang mental atau dapat disebut dengan gangguan mental kronis yang menyebabkan penderitanya mengalami halusinasi,delusi,pikiran kacau dan perubahan prilaku lainnya. Kondisi yang biasanya berlangsung lama ini sering diartikan sebagai gangguan mental,hal ini disebabkan karena penderita sulit membedakan antara kenyataan dengan pikiran alam bawah sadar (pikiran sendiri). \u00a0 Schizophrenia memiliki dua kategori [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":119,"featured_media":384,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-383","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpgsd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/383","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpgsd\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpgsd\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpgsd\/wp-json\/wp\/v2\/users\/119"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpgsd\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=383"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpgsd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/383\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":385,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpgsd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/383\/revisions\/385"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpgsd\/wp-json\/wp\/v2\/media\/384"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpgsd\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=383"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpgsd\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=383"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpgsd\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=383"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}