Beauty Inside Outside: Merawat Kesehatan Fisik dan Mental sebagai Implementasi Self-Love

Beauty Inside Outside: Merawat Kesehatan Fisik dan Mental sebagai Implementasi Self-Love

HIMPGSD (Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar) BINUS University adalah Organisasi Kemahasiswaan di BINUS University yang berbentuk Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). HIMPGSD didirikan pada 28 Oktober 2016 dan diresmikan pada 13 Januari 2017 yang dibina oleh Student Club & Activity Center. HIMPGSD dibuat sebagai wadah pengembangan karakter, kreativitas, dan akademik mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar untuk menyalurkan aspirasi, pemberdayaan, dan pemersatu mahasiswa PGSD BINUS University. Maka dari itu, program kerja yang dirancang dalam organisasi himpunan ini tentu saja memiliki tujuan utama yaitu meningkatkan kemampuan mahasiswa jurusan PGSD untuk bisa berkembang dalam bidang yang dituju yang salah satunya adalah dengan mengikuti berbagai seminar di bidang Pendidikan.

Kamis, 15 Juni 2023, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III (LLDIKTI III) mengadakan seminar secara hybrid yaitu bertemakan “Beauty Inside Outside” yang bertempatan di Aula Ki Hajar Dewantara Lembaga Pendidikan Tinggi Wilayah III untuk luring, dan Zoom Meeting untuk daring. Seperti yang tertera di tema tersebut, LLDIKTI III mengajak seluruh mahasiswi selama masih menempuh perguruan tinggi untuk menyadari pentingnya merawat kesehatan fisik dan juga mental sedini mungkin sebagai bentuk implementasi self-love. Self-love kini marak banyak diperbincangkan khalayak umum di era yang semakin modern dan peka akan pentingnya menumbuhkan rasa cinta pada diri sendiri.

Implementasi self-love dalam diri setiap mahasiswi ini mendapat dukungan dari Bapak Dr. Lukman S.T., M.Hum. selaku Plt Kepala LLDIKTI III dan Bapak Noviyanto S.T., MMSI. selaku Kepala Bagian Umum LLDIKTI III yang telah bekerja sama dengan Svetlyne Skincare dan HEVIT-C menyukseskan seminar ini. Seminar ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pemberian kata sambutan acara, talkshow, tanya jawab, hingga kesimpulan talkshow yang diakhiri dengan foto bersama. Pada kesempatan kali ini, seminar dibawakan oleh Dara Ayu Nugroho Putri sebagai moderator dan mengundang beberapa narasumber berpengalaman dan ahli dalam self-love yaitu Ibu Meiske Yunithree Suparman, M.Psi., seorang Psikolog, selain itu ada Ibu Pekerja yaitu Chondro Rini, dan seorang Beauty Enthusiast yaitu Rizki Febriyanti. Ketiga narasumber ini memiliki pandangan yang berbeda dan tentunya sangat menginspirasi para generasi muda untuk terus mengembangkan potensi dan kualitas diri sebagai salah satu bentu self-love.

Berdasarkan perbincangan yang dilakukan oleh para narasumber dengan Dara Ayu, self-love merupakan sebuah kemampuan untuk mengetahui, memahami, dan mengembangkan kelebihan diri serta mengatasi kelemahan diri yang dimiliki. Tak hanya itu, self-love juga kemampuan seseorang untuk menerima segala sesuatu yang ada dalam dirinya, berusaha memperlakukan dan memelihara dirinya sebaik mungkin sebagaimana kita ingin diperlakukan baik oleh orang lain. Self-love dapat diciptakan dengan melakukan berbagai hal sederhana pada diri kita, seperti selalu memiliki pemikiran yang positif terhadap diri kita, memberikan pujian atau apresiasi pada diri sendiri sebagai bentuk self-affirmation, karena “you are what you think”. Self-love bukanlah perilaku fanatik pada diri sendiri, namun itu cara manusia mensyukur apa yang telah dikaruniakan Sang Pencipta untuk dirinya. Maka dari itu, sesungguhnya tidak hanya perempuan saja yang diajak untuk turut mencintai diri sendiri, namun sama halnya dengan laki-laki.

Ibu Chondro Rini membagikan pengalamannya sebagai Ibu dan istri dari sebuah keluarga sekaligus Wanita karir yang memperoleh banyak hal dari self-love ini. Beliau menceritakan bahwa setelah dirinya menjadi Ibu yang sibuk mengurus anak, Bu Rini merasa bahwa kesehatan fisiknya tidak begitu berarti. Namun dalam dunia pekerjaan, Bu Rini mendapat teguran karena kondisi fisiknya yang kurang begitu terlihat baik karena menghabiskan banyak waktu untuk mengurus anak dan rumah. Meski begitu terdengar menyakiti perasaan, Bu Rini menganggap teguran itu sebagai dorongan baginya untuk mengintrospeksi dan memotivasi dirinya untuk memperbaiki pola hidup dan kesehatan fisiknya. Sehingga sekarang ini Bu Rini jauh lebih bersemangat dan terlihat lebih sehat meski mengemban tanggung jawab yang besar sebagai seorang Ibu, istri, dan pekerja.

Sama seperti Bu Rini, Rizki Febryanti atau kerap disapa Feby juga memiliki pengalaman yang sama dalam dunia pekerjaan mengenai self-love. Feby pernah berada dalam situasi rumit, di mana Ia memiliki lingkungan kerja yang toxic sehingga membuatnya merasa sulit berkembang, fear of missing out, dan bahkan menjadi pribadi yang people pleaser. Tak diam menanggapi semuanya itu, Feby berusaha dan selalu berharap pada Yang Maha Kuasa agar diberikan jalan keluar yang terbaik. Tak lama setelah itu, Feby pun akhirnya berani untuk keluar dari lingkungan yang buruk dan mulai mengembangkan dirinya lagi.

Berdasarkan cerita kedua narasumber, Ibu Meike selaku psikolog memberikan kesimpulan mengenai self-love yang bisa diimplementasikan oleh para mahasiswa/i dalam kehidupan sehari-hari, yaitu sebagai pribadi yang memiliki kelebihan dan kekurangan, hanya kitalah yang bisa menilai seberapa berharganya diri kita, hanya kitalah yang bisa membangun kekuatan, potensi, kualitas diri yang baik. Kita tidak boleh terjebak dalam perkataan-perkataan negatif dari lingkungan sekitar sehingga menyebabkan kita menjadi takut dan merasa terkekang. Hal tersebut tentunya bisa dilakukan dimulai dari mensyukuri keadaan fisik dan emosi kita, berusaha mencari solusi dari kekurangan yang masih bisa diperbaiki dan kelebihan yang bisa dikembangkan, tetap berharap pada mukjizat yang akan datang pada waktunya, menyayangi dan menghargai setiap usaha yang telah kita lakukan, menjadikan orang-orang inspiratif sebagai inspirasi yang memotivasi, memelihara diri sebaik mungkin, dan tentunya belajar untuk menjadi inspirasi bagi orang lain.

Nicole Joan Yovini