Ngaruwat Bumi

     Ngaruwat atau ruwatan bumi adalah adat istiadat yang berasal dari Sunda, khususnya Subang dimana tradisi ini sudah berjalan sejak dahulu sekali, sekitar ratusan tahun yang lalu. Ngaruwat bumi dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah. Secara bahasa ruwat artinya mengumpulkan. Bagaimana sih proses menjalankan tradisi ini? Mari simak!

Sumber : Fakta Indonesia News

    Biasanya sebelum ngaruwat dilaksanakan, masing-masing rukun tetangga membuat gerobak yang dihias sedemikian rupa. Gerobak tersebut berisi hasil bumi dan juga makanan atau pun minuman yang biasa dijumpai di minimarket. Selain itu, di setiap pagar rumah warga digantung banyak sekali makanan. Makanan yang digantung itu bebas diambil oleh siapa saja dan dalam jumlah berapa saja yang mereka mau.

    Pada hari pelaksanaan gerobak yang sudah dihias itu dikumpulkan di aula atau lapangan yang cukup besar. Ketika semua warga sudah banyak yang berkumpul, maka gerobak-gerobak itu akan diarak mengelilingi desa, pada perjalanan mengarak tersebut, siapapun dapat mengambil makanan yang ada pada gerobak tersebut dalam jumlah yang mereka mau. Hebatnya, semua berjalan teratur dan tidak serakah. Warga mengambil sesuai kebutuhan, semua berjalan sangat menyenangkan dan kekeluargaan juga semakin erat. Dari tradisi ini, banyak sekali pelajaran yang bisa diambil, yaitu tentang bagaimana saling berbagi dengan sesama dan juga terdapat nilai kebersamaan dan juga gotong royong di dalam tradisi ini.

Dian Zulyanti