Sapardi Djoko Damono

Sapardi Djoko Damono

Sapardi Djoko Damono, atau yang kerap dipanggil dengan nama panggilannya, SDD, lahir di Surakarta pada 20 Maret 1940 dan meninggal di Tangerang Selatan pada 19 Juli 2020. Ia merupakan seorang pujangga Indonesia yang terkemuka melalui berbagai puisinya. Puisi-puisinya tidak hanya populer di kalangan sastrawan, tetapi juga di khalayak umum karena kedalaman maknanya tentang kehidupan. Kesukaannya menulis berkembang saat ia menempuh pendidikan kuliah.

Sapardi memulai kariernya selepas kuliah. Ia sempat menjadi pengajar, direktur, dekan sebuah fakultas sastra, bahkan menjadi redaktur. Sambil menjalani kehidupan kariernya tersebut, ia tetap menulis karya fiksi maupun nonfiksi. Sapardi tidak hanya menulis puisi, tetapi juga cerita-cerita pendek. Karya-karyanya pun sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa daerah. Karya- karyanya yang populer diantaranya ialah ”Aku Ingin”, ”Hujan Bulan Juni”, “Pada Suatu Hari Nanti”, dan lain sebagainya.

Sapardi tidak hanya menulis karya dalam bidang sastra, tetapi juga dalam bidang non sastra. Dari karya-karya tersebut ia telah meraih berbagai penghargaan dari dalam negeri maupun mancanegara. Penghargaan yang telah ia raih diantaranya ialah anugerah SEA Write Award pada 1986, penghargaan Achmad Bakrie pada 2003, anugerah buku ASEAN  (ASEAN Book Award) pada April 2018, dan masih banyak lagi. Sayangnya, pada Juli 2020 lalu, Tuhan berkehendak lain, Sapardi menghembuskan napas terakhirnya. Meski begitu, Sapardi Djoko Damono akan terus hidup diantara kita semua melalui karya-karyanya.

 

Referensi :

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sapardi_Djoko_Damono

https://newsmaker.tribunnews.com/amp/2020/07/19/sapardi-djoko-damono-dan-semua-penghargaan-internasional-yang-didapatkan-semasa-hidupnya