{"id":506,"date":"2021-07-14T19:35:08","date_gmt":"2021-07-14T12:35:08","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpar\/?p=506"},"modified":"2021-07-14T19:35:08","modified_gmt":"2021-07-14T12:35:08","slug":"jika-pariwisata-indonesia-ingin-di-buka-kembali-indonesia-harus-tiru-selandia-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpar\/2021\/07\/14\/jika-pariwisata-indonesia-ingin-di-buka-kembali-indonesia-harus-tiru-selandia-baru\/","title":{"rendered":"Jika Pariwisata Indonesia Ingin di Buka Kembali, Indonesia Harus Tiru Selandia Baru"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Menurut Pengamat pariwisata, Taufan Rahmadi, Selandia Baru termasuk negara yang cukup berhasil dalam menghadapi COVID-19. Kebijakan yang ditetapkan oleh Selandia Baru bisa ditiru Indonesia bila sektor pariwisata ingin dibuka kembali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&#8220;Ambil contohnya New Zealand, negara yang bertetangga dengan Australia ini telah melakukan tahapan &#8211; tahapan kebijakan yang dinilai berhasil dalam penanganan COVID-19. Salah satu kebijakan yang populer dari negeri ini adalah menerapkan 4 level system peringatan bagi warganya untuk mencegah lonjakan angka COVID-19,&#8221; kata Taufan lewat pesan singkat kepada detikTravel.<\/span><\/p>\n<p><b>4 Level peringatan tersebut antara lain:<\/b><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> Level 1: Menutup akses masuknya WNA ke negaranya.<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">2. Level 2: Penerapan kebijakan menjaga jarak dan membatasi perjalanan dalam negeri<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">3. Level 3: Mempersiapkan isolasi mandiri dan bekerja secara jarak jauh<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">4. Level 4: Shutdown, menutup sekolah dan tempat-tempat public.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain penerapan 4 level peringatan tersebut, pemerintah juga harus melakukan test COVID-19 bagi semua warga negaranya.&#8221;Setelah secara konsisten menerapkan 4 level system peringatan di atas, dilanjutkan dengan isolasi mandiri di tempat-tempat yang telah disetujui dan melakukan test COVID-19 bagi semua warga negaranya,&#8221; imbuh Taufan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kebijakan-kebijakan tersebut bisa terwujud dengan satu syarat, yaitu ketegasan dan komitmen pemimpin negara seperti contohnya PM Jacinda Ardern, serta harus didukung juga dengan kesadaran dari rakyat itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&#8220;Dengan didukung ketegasan dari pemimpinnya Perdana Menteri Jacinda Ardern dan kesadaran dari warga negaranya, saat ini New Zealand sudah berada di Zona Hijau dengan tidak ada penambahan kasus lagi,&#8221; tutup Taufan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pemerintah Indonesia sendiri akan memberlakukan kebijakan\u00a0<\/span><a href=\"https:\/\/www.detik.com\/tag\/ppkm-darurat\"><span style=\"font-weight: 400\">PPKM Darurat<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0dari tanggal 3-20 Juli 2021. Pemerintah juga memutuskan untuk membatalkan rencana pembukaan pariwisata Bali pada bulan Juli 2021. Kebijakan lain seperti Work From Bali, wisata vaksin juga ditunda<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">References: https:\/\/travel.detik.com\/travel-news\/d-5628167\/kalau-pariwisata-mau-dibuka-indonesia-harus-tiru-selandia-baru<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menurut Pengamat pariwisata, Taufan Rahmadi, Selandia Baru termasuk negara yang cukup berhasil dalam menghadapi COVID-19. Kebijakan yang ditetapkan oleh Selandia Baru bisa ditiru Indonesia bila sektor pariwisata ingin dibuka kembali. &#8220;Ambil contohnya New Zealand, negara yang bertetangga dengan Australia ini telah melakukan tahapan &#8211; tahapan kebijakan yang dinilai berhasil dalam penanganan COVID-19. Salah satu kebijakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":149,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-506","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/506","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/149"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=506"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/506\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":508,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/506\/revisions\/508"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=506"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=506"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=506"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}