    {"id":503,"date":"2021-07-08T22:08:42","date_gmt":"2021-07-08T15:08:42","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpar\/?p=503"},"modified":"2021-07-08T22:08:42","modified_gmt":"2021-07-08T15:08:42","slug":"wisata-alam-pulau-karampuang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpar\/2021\/07\/08\/wisata-alam-pulau-karampuang\/","title":{"rendered":"Wisata Alam Pulau Karampuang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Pulau Karampuang terletak di wilayah Desa Karampuang, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">Dalam bahasa Indonesia nama pulau ini berarti rembulan, nama tersebut berasal dari bahasa Mamuju oleh masyarakat setempat. Pulau ini juga disebut dengan pulau buaya karena jika dilihat dari atas pulau ini menyerupai bentuk hewan reptil buaya dan kedua ujung pulau ini memiliki bentuk berupa moncong. Pulau ini didominasi dengan batu karang dan semua sisinya dikelilingi Teluk Mamuju ini memiliki luas wilayah 6,37 km<\/span><span style=\"font-weight: 400\">2<\/span><span style=\"font-weight: 400\">. Akses menuju pulau Karampuang dapat ditempuh dengan menggunakan transportasi laut perahu mesin, yang bisa ditumpangi oleh beberapa penumpang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perjalanan menuju dermaga Pulau Karampuang hanya membutuhkan waktu sekitar setengah jam saja. Pulau Karampuang memiliki daya tarik berupa keindahan alam <\/span><span style=\"font-weight: 400\">pantai pasir putih dan <\/span><span style=\"font-weight: 400\">bawah laut, dengan keanekaragaman terumbu karang mulai dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">soft coral<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> hingga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">hard coral. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Selain terumbu karang, juga terdapat berbagai spesies ikan warna-warni, seperti ikan badut dan juga ikan kakak tua berdahi bulat. Pengunjung dapat bersnorkeling di sekitar dermaga dengan kedalaman hanya sekitar dua hingga empat meter sambil memberi makan ikan-ikan, serta spesies <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">pygmy seahorse<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang langka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di kawasan pulau ini juga terdapat hutan mangrove dan sumur tiga rasa atau yang sering dikenal dengan nama Sumur Jodoh. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Terletak di bagian selatan dari Pulau Karampuang, sumur ini memiliki 3 rasa yang berbeda yakni asin, tawar dan payau. Banyak masyarakat yang percaya bahwa sumur ini bisa mendatangkan jodoh bagi siapa saja baik pemuda ataupun gadis yang meminum air sumur ini. Di pulau ini juga terdapat sebuah goa yang diberi nama dengan Goa Lidah disebut demikian karena dari luar, gua ini terlihat kecil karena memiliki mulut gua yang berukuran kecil. Namun setelah memasuki gua dan sampai ke dalam maka akan terlihat ruangan gua yang luas dengan dinding gua yang kokoh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kuliner di pulau ini pun tidak kalah unik yaitu, kerang yang biasa disebut OSY dimasak menggunakan cara tradisional tungku kayu dan dimakan bersama Jepa. Jepa adalah pizza &#8211; nya orang mamuju, berbahan utama sagu dipanggang di atas kuali Tanah liat. Di pulau ini juga tersedia perlengkapan olahraga air seperti Snorkeling, Diving, Banana Boat, hingga Jetski yang dapat disewa dengan harga terjangkau. Walaupun pulau ini berada di daerah tertinggal akan tetapi fasilitas di pulau ini sudah cukup memadai jadi, jangan sampai lupa berkunjung ke pulau Karampuang.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pulau Karampuang terletak di wilayah Desa Karampuang, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Dalam bahasa Indonesia nama pulau ini berarti rembulan, nama tersebut berasal dari bahasa Mamuju oleh masyarakat setempat. Pulau ini juga disebut dengan pulau buaya karena jika dilihat dari atas pulau ini menyerupai bentuk hewan reptil buaya dan kedua ujung pulau ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":149,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-503","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/503","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/149"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=503"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/503\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":505,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/503\/revisions\/505"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=503"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=503"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himpar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=503"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}