    {"id":2572,"date":"2023-06-16T22:39:16","date_gmt":"2023-06-16T15:39:16","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/?p=2572"},"modified":"2023-06-16T22:39:16","modified_gmt":"2023-06-16T15:39:16","slug":"apa-itu-induksi-matematika","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/2023\/06\/apa-itu-induksi-matematika\/","title":{"rendered":"Apa itu Induksi Matematika?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-content\/uploads\/sites\/14\/2023\/06\/domino.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2573\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-content\/uploads\/sites\/14\/2023\/06\/domino.jpg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"1269\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Di bidang matematika, terdapat berbagai cara untuk membuktikan apakah sebuah pernyataan yang diberikan adalah benar atau salah. Salah satu cara yang sering diajarkan adalah dengan Induksi matematika. Induksi matematika adalah metode pembuktian yang sering digunakan untuk menentukan kebenaran dari suatu pernyataan yang diberikan dalam bentuk bilangan asli. Induksi matematika sebagai salah satu metode pembuktian tidak secara khusus untuk memproduksi pernyataan baru lainnya, melainkan untuk memverifikasi kebenaran dari suatu dugaan (konjektur) kita.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Induksi Matematika bekerja seperti domino yang jatuh, jika 1 didorong dan jatuh, domino yang lain pun akan jatuh. Mekanisme Induksi Matematika dapat diibaratkan seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Rune Goldberg Machine.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-content\/uploads\/sites\/14\/2023\/06\/lab.PEP-16-rube-goldberg-machine.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2574\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-content\/uploads\/sites\/14\/2023\/06\/lab.PEP-16-rube-goldberg-machine.png\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Terdapat 3 rumus dalam Induksi Matematika, yaitu:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">1. Tunjukkan bahwa pernyataan benar untuk n = 1 (Langkah Basis)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Nilai Basis untuk n sebenarnya tidak perlu 1, bisa juga menggunakan angka 2, 3 dan sebagainya. Namun, n = 1 lebih sering dipakai karena angka 1 mempermudah penghitungan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">2. Asumsikan bahwa pernyataan n = k benar (Langkah Induktif)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Nama variabel pun boleh bebas, tidak perlu k. Namun, k harus merupakan bilangan asli.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">3. Buktikan bahwa pernyataan n = k + 1 juga benar (Langkah Kesimpulan)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Induksi Matematika dapat dipakai untuk membuktikan beberapa jenis soal. Selain memberikan jenis-jenisnya, akan dibahas juga beberapa tips untuk menyelesaikan langkah ke-3.\u00a0 Jenis pertama adalah barisan dan deret bilangan. Langkah ke-3 dalam jenis soal ini dapat diselesaikan dengan melihat persamaan di langkah ke-2, lalu mensubstitusinya di langkah ke-3.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Jenis kedua adalah keterbagian bilangan. Langkah ketiga dalam jenis soal ini dapat diselesaikan dengan menganggap bahwa langkah kedua dapat dibagi dengan sebuah bilangan asli dan perkalian yang harus dibuktikan. Misalkan jika membuktikan (<\/span><span style=\"font-weight: 400\">n^<\/span><span style=\"font-weight: 400\">3)<\/span><span style=\"font-weight: 400\">-n<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> habis dibagi 6, maka persamaannya akan menjadi (<\/span><span style=\"font-weight: 400\">n^<\/span><span style=\"font-weight: 400\">3)<\/span><span style=\"font-weight: 400\">-n=6b<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> dengan b sebagai bilangan asli.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Jenis ketiga dan terakhir adalah pertidaksamaan. Langkah ketiga di soal ini dapat diselesaikan dengan sifat transitif pertidaksamaan. Misalkan jika <\/span><span style=\"font-weight: 400\">k&lt;(<\/span><span style=\"font-weight: 400\">3^<\/span><span style=\"font-weight: 400\">k)<\/span><span style=\"font-weight: 400\">, kita akan membuat sebuah pertidaksamaan, yaitu (<\/span><span style=\"font-weight: 400\">3^<\/span><span style=\"font-weight: 400\">k)<\/span><span style=\"font-weight: 400\">&lt; (3^k)<\/span><span style=\"font-weight: 400\">+(3^k)<\/span><span style=\"font-weight: 400\">+(3^k)<\/span><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Referensi:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Gambar: <\/span><a href=\"https:\/\/bukanmalka.files.wordpress.com\/2017\/05\/domino.jpg\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/bukanmalka.files.wordpress.com\/2017\/05\/domino.jpg<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Gambar: <\/span><a href=\"https:\/\/www.vernier.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/lab.PEP-16-rube-goldberg-machine.png\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.vernier.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/lab.PEP-16-rube-goldberg-machine.png<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/contoh-soal-induksi-matematika\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/contoh-soal-induksi-matematika\/<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/mathcyber1997.com\/soal-dan-pembahasan-induksi-matematika-pada-keterbagian-bilangan\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/mathcyber1997.com\/soal-dan-pembahasan-induksi-matematika-pada-keterbagian-bilangan\/<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di bidang matematika, terdapat berbagai cara untuk membuktikan apakah sebuah pernyataan yang diberikan adalah benar atau salah. Salah satu cara yang sering diajarkan adalah dengan Induksi matematika. Induksi matematika adalah metode pembuktian yang sering digunakan untuk menentukan kebenaran dari suatu pernyataan yang diberikan dalam bentuk bilangan asli. Induksi matematika sebagai salah satu metode pembuktian tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":2573,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[111,14,112],"class_list":["post-2572","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","tag-induksi-matematika","tag-matematika","tag-pembuktian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2572","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2572"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2572\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2575,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2572\/revisions\/2575"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2573"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2572"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2572"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2572"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}