    {"id":1889,"date":"2021-09-18T12:52:01","date_gmt":"2021-09-18T05:52:01","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/?p=1889"},"modified":"2021-10-01T12:12:14","modified_gmt":"2021-10-01T05:12:14","slug":"1889","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/2021\/09\/1889\/","title":{"rendered":"Persamaan Universal untuk Bentuk Telur"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Para peneliti dari University of Kent, Research Institute for Environment Treatment dan Vita-Market Ltd telah menemukan formula matematika universal yang dapat menggambarkan telur burung apa pun yang ada di alam, suatu prestasi yang belum berhasil sampai sekarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bentuk telur sudah lama menarik perhatian matematikawan, insinyur, dan ahli biologi dari sudut pandang analitis. Bentuknya sangat dihargai karena evolusinya cukup besar untuk mengerami embrio, cukup kecil untuk keluar dari tubuh dengan cara yang paling efisien, tidak menggelinding begitu diletakkan, secara struktural cukup kuat untuk menahan beban dan menjadi awal kehidupan untuk itu. banyak spesies. Telur telah disebut &#8220;bentuk sempurna.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Analisis semua bentuk telur menggunakan empat bentuk geometris: bola, ellipsoid, ovoid, dan pyriform (berbentuk kerucut atau buah pir), dengan rumus matematika yang belum diturunkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk memperbaiki ini, para peneliti memperkenalkan fungsi tambahan ke dalam rumus bulat telur, mengembangkan model matematika agar sesuai dengan bentuk geometris yang benar-benar baru yang dicirikan sebagai tahap terakhir dalam evolusi bola-ellipsoid, yang dapat diterapkan pada geometri telur apa pun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Rumus matematika universal baru untuk bentuk telur ini didasarkan pada empat parameter: panjang telur, lebar maksimum, pergeseran sumbu vertikal, dan diameter pada seperempat panjang telur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Formula universal yang telah lama dicari ini merupakan langkah penting dalam memahami tidak hanya bentuk telur itu sendiri, tetapi juga bagaimana dan mengapa telur itu berevolusi, sehingga memungkinkan penerapan biologi dan teknologi secara luas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Deskripsi matematis dari semua bentuk dasar telur telah digunakan dalam penelitian makanan, teknik mesin, pertanian, biosains, arsitektur, dan aeronautika. Sebagai contoh, rumus ini dapat diterapkan pada konstruksi rekayasa bejana berdinding tipis berbentuk telur, yang harus lebih kuat daripada yang berbentuk bola biasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Formula baru ini merupakan terobosan penting dengan berbagai aplikasi termasuk:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Sekarang telur dapat dijelaskan melalui rumus matematika, bekerja di bidang sistematika biologis, optimalisasi parameter teknologi, inkubasi telur dan pemilihan unggas akan sangat disederhanakan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Penentuan karakteristik fisik suatu objek biologis secara akurat dan sederhana. Sifat eksternal telur sangat penting bagi para peneliti dan insinyur yang mengembangkan teknologi untuk mengerami, memproses, menyimpan, dan menyortir telur. Ada kebutuhan untuk proses identifikasi sederhana menggunakan volume telur, luas permukaan, jari-jari kelengkungan dan indikator lain untuk menggambarkan kontur telur, yang disediakan oleh rumus ini.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-content\/uploads\/sites\/14\/2021\/09\/Screenshot-2021-09-29-105623.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1891\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-content\/uploads\/sites\/14\/2021\/09\/Screenshot-2021-09-29-105623.jpg\" alt=\"\" width=\"261\" height=\"89\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Makalah &#8220;Egg and math: introducing a universal formula for egg shape&#8221; diterbitkan di Annals of the New York Academy of Sciences (Valeriy G. Narushin, Research Institute for Environment Treatment dan Vita-Market Ltd, Ukraina; Dr Michael N. Romanov; , Universitas Kent; Profesor Darren K. Griffin, Universitas Kent).<\/span><\/p>\n<p><strong>Referensi :<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/www.kent.ac.uk\/news\/science\/29620\/research-finally-reveals-ancient-universal-equation-for-the-shape-of-an-egg\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.kent.ac.uk\/news\/science\/29620\/research-finally-reveals-ancient-universal-equation-for-the-shape-of-an-egg<\/span><\/a><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/nyaspubs.onlinelibrary.wiley.com\/doi\/10.1111\/nyas.14680<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Para peneliti dari University of Kent, Research Institute for Environment Treatment dan Vita-Market Ltd telah menemukan formula matematika universal yang dapat menggambarkan telur burung apa pun yang ada di alam, suatu prestasi yang belum berhasil sampai sekarang. Bentuk telur sudah lama menarik perhatian matematikawan, insinyur, dan ahli biologi dari sudut pandang analitis. Bentuknya sangat dihargai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":1890,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1889","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1889","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1889"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1889\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1895,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1889\/revisions\/1895"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1890"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1889"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1889"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1889"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}